<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635</id><updated>2012-01-31T10:00:48.911-08:00</updated><title type='text'>Cinema Lovers Community Purbalingga</title><subtitle type='html'>Cinema Lovers Community (CLC) adalah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>180</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-5995129258411082442</id><published>2012-01-30T09:03:00.000-08:00</published><updated>2012-01-30T09:05:28.837-08:00</updated><title type='text'>Digelar Selama Sebulan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-j74lv_7ViDU/TybNyyB8VJI/AAAAAAAAAvc/AMHLoQgJSK8/s1600/header-.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 79px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-j74lv_7ViDU/TybNyyB8VJI/AAAAAAAAAvc/AMHLoQgJSK8/s320/header-.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703472250418386066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Festival Film Purbalingga 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival Film Purbalingga adalah program festival tahunan Cinema Lovers Community (CLC) yang ditujukan untuk membangun kultur baru menonton film bagi masyarakat Purbalingga dan Banyumas Raya pada umumnya, serta sebagai ruang laboratorium pendidikan dengan film sebagai media penyampai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival Film Purbalingga (FFP) yang ada sejak 2007 ini menyuguhkan sekumpulan film pendek dan panjang dalam kemasan program Layar Tanjleb (tancap), Kompetisi Pelajar Banyumas Raya, Non-Kompetisi untuk Nasional, dan Program Khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tahun lalu, festival ini hendak digelar selama sebulan mulai 28 April hingga 26 Mei 2012. Program unggulan yang ditawarkan berupa Layar Tanjleb keliling desa di wilayah Banyumas Raya (Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, dan Banyumas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Festival Film Purbalingga Bowo Leksono memaparkan Program Layar Tanjleb ini merupakan pemutaran film dengan media layar tancap di suatu area yang mengundang publik luas untuk berpartisipasi. “Materi film yang hendak diputar adalah kompilasi film pendek dan film panjang atau film bioskop,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye film pendek pada masyarakat, terutama yang berada di pelosok, menurut Bowo, cukup efektif melalui pergelaran layar tanjleb. “Kenyataan ini memantapkan kami di festival tahun ini rangkaian roadshow kembali digelar. Keterlibatan masyarakat dari kalangan pemuda dimana layar dibentangkan menjadi penting mengantarkan tontonan alternatif ini,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Kompetisi masih menjadi program utama dalam menggairahkan dan memajukan para pembuat film pendek pelajar se-Banyumas Raya dengan kategori fiksi dan dokumenter. Bahkan tahun ini diperluas tidak hanya bagi pelajar setingkat SMA tapi juga SMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Program Non-Kompetisi, festival yang memasuki tahun keenam ini menerima materi film pendek kategori umum dari berbagai penjuru Nusantara. Program ini akan mengkurasi film-film yang masuk dan juga mengundang film-film milik komunitas atau individu untuk turut menyemarakkan festival. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah beberapa program khusus seperti pentas seni, presentasi, diskusi, pameran, dan sebagainya yang merupakan satu rangkaian utuh Festival Film Purbalingga 2012. Harapannya Festival Film Purbalingga ini akan terus berlanjut dimasa-masa mendatang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-5995129258411082442?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/5995129258411082442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=5995129258411082442&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/5995129258411082442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/5995129258411082442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2012/01/digelar-selama-sebulan.html' title='Digelar Selama Sebulan'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-j74lv_7ViDU/TybNyyB8VJI/AAAAAAAAAvc/AMHLoQgJSK8/s72-c/header-.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-8545617838854224284</id><published>2012-01-24T11:25:00.001-08:00</published><updated>2012-01-24T11:26:35.099-08:00</updated><title type='text'>“Bupati (Tak Pernah) Ingkar Janji” Masuk Finalis HelloFest 2012</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-mX0nytp_sMQ/Tx8F4eIyQJI/AAAAAAAAAvQ/TYIJBrMbglc/s1600/SM.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-mX0nytp_sMQ/Tx8F4eIyQJI/AAAAAAAAAvQ/TYIJBrMbglc/s320/SM.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701282120995061906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film kontroversial “Bupati (Tak Pernah) Ingkar Janji” berhasil masuk menjadi finalis Kompetisi Film Pendek HelloFest 8 Anima Expo 2012. Festival tahunan yang digagas HelloMotion Academy School of Animation &amp; Creativity ini akan digelar 4 Februari 2012 mendatang di Balai Kartini Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutradara film dokumenter produksi Cinema Lovers Community (CLC), Bowo Leksono mengatakan cukup senang film sarat kritik itu masuk finalis. “Kami tidak mentarget untuk menang. Sudah masuk finalis saja menyenangkan karena artinya akan ditonton lebih banyak orang,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film dokumenter “Bupati (Tak Pernah) Ingkar Janji” mengungkap fakta janji-janji bupati dan wakil bupati yang sekarang menjabat di Kabupaten Purbalingga saat berkampanye yang kemudian disandingkan dengan fakta-fakta kebijakan saat pimpinan daerah itu menjabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival kali kedelapan ini menyeleksi 20 film pendek terbaik sebagai finalis dari 304 peserta dari seluruh Indonesia. Para finalis berkesempatan mengikuti workshop gratis yang diselenggarakan oleh HelloFest 8 dan British Council (Pusat Kebudayaan Inggris) dengan menghadirkan Fred Deakin, seorang pakar pop culture ternama dari Inggris pada 3 Februari 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pegiat CLC Asep Triyatno, kesempatan mengikuti workshop seperti ini menjadi penting, apalagi dengan hadirnya mentor berpengalaman dari luar negeri. “Kami akan menawarkan kepada teman-teman yang terlibat dalam produksi film ini untuk berangkat ke Jakarta mengikuti workshop sekaligus menghadiri festivalnya,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HelloFest 8 Anima Expo bertujuan menjadi wadah kreatif khususnya anak muda untuk berani mengekspresikan diri melalui karya, selain turut mengembangkan budaya pop di Indonesia. Festival ini akan memilih 4 kategori karya film terbaik yaiktu Best movie, Best Favorite Movie, Best Animation, dan Best Non Animation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai kejadian ancaman pembubaran pemutaran film yang diproduksi selama setahun lebih itu oleh aparat di Desa Kradenan, Kecamatan Mrebet, Purbalingga beberapa waktu silam, CLC bertekad mengirimkan film tersebut ke berbagai ajang festival film sepanjang 2012. “Harapannya sama, tidak mencari penghargaan, namun bagaimana mampu diapresiasi sebanyak-banyaknya penonton dan menjadi bahan diskusi berbagai kalangan,” kata Bowo Leksono.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-8545617838854224284?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/8545617838854224284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=8545617838854224284&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/8545617838854224284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/8545617838854224284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2012/01/bupati-tak-pernah-ingkar-janji-masuk.html' title='“Bupati (Tak Pernah) Ingkar Janji” Masuk Finalis HelloFest 2012'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-mX0nytp_sMQ/Tx8F4eIyQJI/AAAAAAAAAvQ/TYIJBrMbglc/s72-c/SM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-2869208276682156722</id><published>2012-01-21T13:51:00.000-08:00</published><updated>2012-01-21T14:04:20.096-08:00</updated><title type='text'>Antusiasme Tinggi, Angkatan Kedua Dibuka</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-3rS8mZ4q7bw/Txs2TUssqJI/AAAAAAAAAvE/cfPhl7-oDR8/s1600/kelas%2Bmenulis--.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 299px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-3rS8mZ4q7bw/Txs2TUssqJI/AAAAAAAAAvE/cfPhl7-oDR8/s320/kelas%2Bmenulis--.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700209458969094290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kelas Menulis Purbalingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sukses dengan penerbitan Kumpulan Cerita "Pamong Praja" akhir Desember 2011, kini Kelas Menulis Purbalingga membuka penerimaan anggota baru untuk angkatan kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Antusiasme terhadap kelas menulis, dalam beberapa bulan terakhir, terus meningkat. Apalagi setelah terbitnya kumpulan cerita mini (cermin)," kata fasilitator kelas, Bangkit Wismo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan, berbeda dengan tahun lalu, kualitas pendidikan di kelas menulis, bakal meningkat. Pun demikian dengan program-program kegiatannya, akan lebih bervariatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta akan mendapatkan berbagai materi penulisan-penulisan sastra, mulai dari puisi hingga cerpen. Selain itu, juga materi tentang tulisan jurnalistik, artikel serta skenario film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sedangkan dari sisi pemateri, kami tidak hanya menghadirkan penulis berbakat Purbalingga, tapi juga dari luar kota. Agar teman-teman lebih termotivasi," tutur pegiat Komunitas Cengloe itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendaftaran Ruang kreatif yang digagas Komunitas Cengloe dan Cinemma Lovers Community (CLC) Purbalingga itu dibuka hingga 28 Januari besok. Tanpa dipungut biaya pendaftaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas digelar setiap hari Minggu pukul 10.00 di Bioskop Pojokan, Jalan Letnan Achmad Nur No 43 Kauman, sebelah barat Pendopo Dipokusumo Purbalingga. Pertemuan pertama pada 5 Februari 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur CLC, Bowo Leksono mengemukakan, kelas menulis bukan hanya memberikan materi, namun ruang untuk membiasakan kaum muda Purbalingga untuk membumikan ide melalui tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih, sekolah formal tak mempunyai cukup kemampuan membiasakan budaya membaca dan menulis. "Tak ada dinamika dunia penulisan, jadi tidak ada gerakan nyata apapun," ujarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-2869208276682156722?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/2869208276682156722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=2869208276682156722&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/2869208276682156722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/2869208276682156722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2012/01/antusiasme-tinggi-angkatan-kedua-dibuka.html' title='Antusiasme Tinggi, Angkatan Kedua Dibuka'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-3rS8mZ4q7bw/Txs2TUssqJI/AAAAAAAAAvE/cfPhl7-oDR8/s72-c/kelas%2Bmenulis--.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-4933909841619327651</id><published>2012-01-17T12:01:00.000-08:00</published><updated>2012-01-17T12:07:28.101-08:00</updated><title type='text'>Film Pelajar Purbalingga Tampil di Kineforum Jakarta</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-s3a76oz_ywI/TxXU5uimzxI/AAAAAAAAAu4/51pmD75R2cc/s1600/poster%2Bpigura-warta%2Bjateng.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 221px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-s3a76oz_ywI/TxXU5uimzxI/AAAAAAAAAu4/51pmD75R2cc/s320/poster%2Bpigura-warta%2Bjateng.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698694991718043410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah 6 film pendek pelajar SMP dan SMA Purbalingga akan tampil di Program The Shorts Kineforum komplek Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, selama dua hari 20-21 Januari 2012, jam 17.00 WIB. Keenam film tersebut merupakan pilihan dari film-film yang terlibat di Festival Film Purbalingga (FFP) 2010-2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film-film yang semuanya telah menyabet berbagai penghargaan festival itu adalah “Ling-Lung” sutradara Amrizal Faturrohman dari SMAN Bobotsari, “Endhog” sutradara Padmashita Kalpika dari SMAN 2, “Kado Suket” sutradara Puspa Juwita dari SMAN Rembang, “Pigura” sutradara Darti dan Yasin dari SMPN 4 Satuatap Karangmoncol, “Kalung Sepatu” sutradara Dwi Astuti dari SMAN Kutasari, dan “Sarung” sutradara Anis Septiani dari SMA Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manager FFP Nanki Nirmanto mengatakan dengan diputarnya film-film pelajar Purbalingga di program Kineforum memberi kesempatan promosi kepada publik Jakarta. “Pelajar merupakan basis regenerasi bagi kegiatan perfilman di Purbalingga dan Banyumas Raya pada umumnya. Dan keberadaan Festival Film Purbalingga menjadi pemantik merebaknya karya-karya film pendek lokal,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Shorts ini sebuah program penayangan film pendek yang merupakan bagian tak terpisahkan dari perkembangan film secara garis besar. Pada hari kedua pemutaran akan dihadiri pegiat Festival Film Purbalingga dan pelajar pembuat film menyajikan program dalam sebuah diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Kineforum sendiri merupakan bioskop pertama di Jakarta yang menawarkan ragam program meliputi film klasik Indonesia dan karya para pembuat film kontemporer. Ruang yang dikelola Dewan Kesenian Jakarta ini diadakan sebagai tanggapan terhadap ketiadaan bioskop non komersial di Jakarta dan kebutuhan pengadaan suatu ruang bagi pertukaran antarbudaya melalui karya audio-visual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami senang film kami akan diputar dan ditonton orang dari berbagai daerah di Jakarta. Harapannya banyak kritik dan saran agar saya dan teman-teman bisa terus berkarya lebih maju,” ujar Canggih Setyawan kameraman film “Kado Suket” yang masih duduk di kelas XI SMAN Rembang Purbalingga yang berencana turut hadir di Jakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-4933909841619327651?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/4933909841619327651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=4933909841619327651&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4933909841619327651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4933909841619327651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2012/01/film-pelajar-purbalingga-tampil-di.html' title='Film Pelajar Purbalingga Tampil di Kineforum Jakarta'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-s3a76oz_ywI/TxXU5uimzxI/AAAAAAAAAu4/51pmD75R2cc/s72-c/poster%2Bpigura-warta%2Bjateng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-4224481299102184318</id><published>2012-01-12T10:16:00.000-08:00</published><updated>2012-01-12T10:20:23.267-08:00</updated><title type='text'>Pelajar SMAN 2 Purbalingga Garap Dokumenter Pencemaran</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-DTco63Oi3m4/Tw8kV3iRUQI/AAAAAAAAAus/Ii0cHHFI1CA/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 181px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-DTco63Oi3m4/Tw8kV3iRUQI/AAAAAAAAAus/Ii0cHHFI1CA/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696812011750510850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemegahan pabrik-pabrik yang berdiri di wilayah kota Purbalingga telah mengusik pelajar SMA Negeri 2 Purbalingga untuk berkeliaran ke bagian belakang pabrik. Membuktikan apakah benar megah di depan megah pula di bagian belakang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuktian itu berupa riset lapangan tentang kebenaran terjadinya pencemaran lingkungan dari limbah pabrik. Kenyataannya bahwa hampir setiap pabrik dibangun berdekatan dengan aliran sungai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pelajar itu tidak sedang mengerjakan tugas sekolah karena bisa dibilang tidak pernah ada tugas yang menuntut atau melatih siswa belajar riset. Mereka melakukan riset untuk kebutuhan produksi film dokumenter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setelah melakukan riset data sekunder yang diperoleh dari internet, buku dan koran, kami olah data itu kemudian baru turun ke lapangan. Termasuk mencari kemudian ngobrol dengan para narasumber,” ungkap Ii Harnenis, salah satu tim riset yang sekaligus bertindak sebagai sutradara film dokumenter ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajar yang tergabung dalam Brankas Film ini melakukan riset data sekunder dan data primer dengan jalan turun ke lokasi lebih dari dua bulan. Kemudian seluruh tim merumuskan skrip dengan satu orang yang bertanggung jawab sebagai penulis skrip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Skrip film dokumenter tetap diperlukan agar saat produksi atau pengambilan gambar ada pedomannya, meskipun skrip bisa berkembang dengan ditemukannya data-data baru dan narasumber baru. Kami merasa membuat film soal pencemaran limbah pabrik ini bisa sangat panjang waktunya, persoalannya lumayan ruwet,” tutur Ambaruny Aryo yang bertugas sebagai penulis skrip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Resiko Mengambil Gambar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Visual dalam film ini akan didominasi stok gambar yang diambil dari lokasi belakang pabrik. Meski demikian, bukan tanpa resiko. Beberapa pabrik bahkan untuk mencapai bagian belakang harus melewati dalam pabrik itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ridho Agung Nugroho dan Firoh Pebriyani yang bertugas mengoperasikan kamera mengatakan saat pra produksi atau riset lapangan tidak begitu merasa khawatir karena saat bertemu dan ditanya orang pabrik masih bisa beralasan untuk kebutuhan tugas sekolah. “Saat produksi kami sudah menenteng kamera. Harus hati-hati tentunya,” ujar Ridho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi film yang memakan waktu suting sekitar sebulan ini sudah dalam tahap editing dan dipersiapkan masuk Festival Film Purbalingga 2012 untuk beradu dengan film-film dokumenter karya pelajar se-Banyumas Raya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-4224481299102184318?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/4224481299102184318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=4224481299102184318&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4224481299102184318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4224481299102184318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2012/01/pelajar-sman-2-purbalingga-garap.html' title='Pelajar SMAN 2 Purbalingga Garap Dokumenter Pencemaran'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-DTco63Oi3m4/Tw8kV3iRUQI/AAAAAAAAAus/Ii0cHHFI1CA/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-9053692717654284182</id><published>2012-01-10T21:02:00.000-08:00</published><updated>2012-01-10T21:05:15.502-08:00</updated><title type='text'>CLC Bersemuka Wabup Purbalingga</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Yk7oe66PPuA/Tw0Yb-P85-I/AAAAAAAAAug/vApOXeTwJlA/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Yk7oe66PPuA/Tw0Yb-P85-I/AAAAAAAAAug/vApOXeTwJlA/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696235972538984418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keinginan Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam hal ini Wakil Bupati Sukento Ridho Marhaendrianto bersemuka dengan Cinema Lovers Community (CLC) terkait film sarat kritik “Bupati (Tak Pernah) Ingkar Janji” produksi CLC yang dimediatori Institut Negeri Perwira mewujud pada Selasa sore (10/1) di Pendapa Cahyana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CLC membawa tim produksi film antara lain pelajar SMAN Rembang, SMAN Kutasari, dan SMAN 2 Purbalingga. Dialog diawali presentasi singkat para pelajar mulai dari persoalan infrastruktur di wilayah Kecamatan Rembang, pencemaran yang terjadi di banyak pabrik di Purbalingga, hingga persoalan buruh dibawah usia yang tersebar di Kecamatan Kutasari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Bupati menanggapi apa yang disampaikan pelajar yang dicuplik stockshoot-nya dalam film dokumenter itu. Dia mengatakan Bupati sangat konsen pada pembangunan infrastruktur di Purbalingga. Persoalannya bahwa kontur tanah di wilayah Rembang labil sehingga tidak mampu bertahan lama aspal jalan yang baru diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan lain adalah jembatan roboh di Desa Losari yang merupakan satu-satunya akses warga setempat yang tidak segera diperbaiki. Akibatnya, warga termasuk anak-anak sekolah harus mencari jalan putar yang sangat jauh untuk sampai tujuan. Fenomena lain banyak anak sekolah akhirnya kos karena kerap datang terlambat ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selian itu, gambaran nyata beberapa jembatan kecil yang kondisinya memprihatinkan dan masih banyak jalan-jalan desa yang belum diaspal. Warga di wilayah Kecamatan Rembang tampaknya masih butuh kesabaran untuk sampai harapan mewujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk persoalan pencemaran, Wabup Kento memaparkan pihaknya sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa pabrik di Purbalingga. Hasilnya, pabrik-pabrik yang disidak tidak menghasilkan limbah cair dan telah memiliki IPAL. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa data dan realita lapangan yang diperoleh para pelajar antara lain berasal dari laporan warga yang merasa dirugikan dan tidak mempunyai cukup keberanian melapor pada pihak yang berkompeten. Kenyataan bahwa pabrik-pabrik membuang limbahnya langsung ke sungai yang ada di belakang maupun di samping pabrik. Dan tidak ada jaminan apakah pabrik-pabrik itu membuang limbah aman atau limbah berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara terkait buruh plasma dibawah usia kerja, Sukento merasa prihatin dengan kondisi itu. Tampaknya dia belum mempunyai solusi dan strategi jitu untuk mengatasinya.&lt;br /&gt;Wakil Bupati juga sempat menanyakan apa sebenarnya maksud dari diproduksinya film “Bupati (Tak Pernah) Ingkar Janji” oleh CLC. Bowo Leksono sebagai sutradara membeberkan bahwa film itu bagian dari program tahunan Kado buat Kota Tercinta yang sudah memasuki tahun ketiga dan diluncurkan dalam rangka ulang tahun Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada tendensi lain selain berkarya dan berkarya. Karena dengan berkarya anak muda Purbalingga mempunyai kegiatan positif. Terkait bahwa karya itu sarat kritik ya memang sudah semestinya sebuah karya seni seperti itu. Tidak melulu berbicara cinta,” tutur direktur CLC ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak, dengan pertemuan ini menjalin komunikasi antara pembuat film dengan pemerintah daerah sehingga bila ada karya-karya film yang kuat kandungan kritiknya tidak langsung dianggap negatif apalagi pihak-pihak yang menganggap itu belum menonton dan memaknainya. Dan tidak akan terjadi pemutaran film yang dilarang dengan jalan dibubarkan aparat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wabup Sukento juga mengatakan akan menyampaikan hasil pertemuan kepada Bupati Purbalingga. Dan para pembuat film Purbalingga akan terus berkarya, menyuarakan realita sosial dan kemasyarakatan di Purbalingga dengan cerdas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-9053692717654284182?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/9053692717654284182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=9053692717654284182&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/9053692717654284182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/9053692717654284182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2012/01/clc-bersemuka-wabup-purbalingga.html' title='CLC Bersemuka Wabup Purbalingga'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Yk7oe66PPuA/Tw0Yb-P85-I/AAAAAAAAAug/vApOXeTwJlA/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-5994522535579002557</id><published>2012-01-04T23:09:00.000-08:00</published><updated>2012-01-04T23:14:53.601-08:00</updated><title type='text'>Acara Pemutaran Film Nyaris Dibubarkan Aparat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-5DSN4KL311M/TwVNo89bOnI/AAAAAAAAAuU/YCdjJy1qHnU/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 181px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-5DSN4KL311M/TwVNo89bOnI/AAAAAAAAAuU/YCdjJy1qHnU/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694042669833730674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kali moderator menerima pesan singkat dari koordinator acara agar diskusi usai pemutaran film “Bupati (Tak Pernah) Ingkar Janji” tidak dilanjutkan. Pesan ini dikirim lantaran aparat yang berada di luar balai desa terus memperingatkan agar acara segera dihentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Kado buat Kota Tercinta dalam rangka ulang tahun Purbalingga yang ke-181 setelah peluncuran pada akhir Desember 2011 lalu mulai bergulir ke desa-desa. Desa pertama yang disambangi adalah Desa Kradenan, Kecamatan Mrebet, Purbalingga pada Rabu (4/1) malam bertempat di balai desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kado buat Kota Tercinta adalah program ekspresi dan apresiasi kreativitas seni anak muda sebagai media kritik terhadap kebijakan Pemerintah Daerah Purbalingga. Program yang dihelat Cinema Lovers Community (CLC) bersama Karangtaruna Cakra (Bocah Kradenan) dan didukung antara lain Kelas Menulis Purbalingga, Mahatma Management, Institut Negeri Perwira, dan Seputar Purbalingga ini menyuguhkan pentas musik, pembacaan cerita mini, dan pemutaran film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ditutup dengan diskusi seputar permasalahan di Purbalingga. Balai Desa Kradenan yang tak begitu luas pun dipenuhi lebih dari 100 pemuda dan masyarakat hingga berdesakan di pintu masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hartati, seorang pemudi mengatakan tidak merasa bosan menonton film dokumenter berdurasi 45 menit hingga usai bahkan tertarik mengikuti diskusinya. “Menonton film ini sebenarnya seperti melihat berita di televisi setiap hari. Menyuguhkan masalah pendidikan, buruh, pencemaran lingkungan dan lain-lain yang tidak pernah terselesaikan. Tapi tidak membosankan, mungkin karena di film ini semua terjadi di daerah sendiri,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diskusi Terbuka&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Membuka forum diskusi usai pemutaran film memang menjadi agenda penting program tahunan yang sudah digelar sejak 2009 silam. Harapannya, tidak sekedar memberi masukan dan kritik pada karya-karya yang disuguhkan. Lebih dari itu, terjadi saling tukar informasi dan persoalan sosial kemasyarakatan antara pemuda dan masyarakat desa dengan para pengkarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Istiqomah misalnya, mengeluhkan nasib para guru wiyata bhakti yang gajinya jauh di bawah UMK (Upah Minimum Kota). “Tidak hanya buruh pabrik di Purbalingga, guru honorer pun gajinya sangat memprihatinkan. Bayangkan, sebulan cuma Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu,” keluhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain persoalan gaji guru honorer, dalam diskusi malam itu terungkap pula persoalan masih banyaknya anak putus sekolah di desa itu yang diharapkan teratasi dengan adanya program kejar paket, atau terkait persoalan anak-anak yang kurang kasih sayang orang tua karena pekerjaan ibu di pabrik seharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manager Program CLC Nanki Nirmanto mengatakan semua keluhan masyarakat bukan porsi para seniman untuk menyelesaikan. “Kami bukan lembaga legislatif apalagi eksekutif yang mempunyai kebijakan dan kewenangan untuk itu. Tapi sebagai seniman, kami tidak bisa tinggal diam membiarkan persoalan yang ada di masyarakat. Tugas kami menyuarakan ketimpangan dalam karya,” ujar mahasiswa Politik Unsoed ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikala diskusi sedang menghangat, belasan aparat dari berbagai kesatuan yang sejak acara digelar berada di luar balai desa memerintahkan untuk segera membubarkan acara. Diskusi tetap berjalan hingga selesai. Dan program Kado buat Kota Tercinta ini akan terus bergulir menyuarakan realita sosial ke pelosok-pelosok desa di Purbalingga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-5994522535579002557?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/5994522535579002557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=5994522535579002557&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/5994522535579002557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/5994522535579002557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2012/01/acara-pemutaran-film-nyaris-dibubarkan.html' title='Acara Pemutaran Film Nyaris Dibubarkan Aparat'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-5DSN4KL311M/TwVNo89bOnI/AAAAAAAAAuU/YCdjJy1qHnU/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-6658401601056236766</id><published>2011-12-24T23:42:00.000-08:00</published><updated>2011-12-24T23:53:25.362-08:00</updated><title type='text'>Kado Seniman Muda untuk Purbalingga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-tNvhnXMv4hQ/TvbU3X7ylBI/AAAAAAAAAuI/J-Hw81_U_x4/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-tNvhnXMv4hQ/TvbU3X7ylBI/AAAAAAAAAuI/J-Hw81_U_x4/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689969227011888146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada sebuah kesempatan, di tahun 2010, usai acara Debat Calon Bupati Purbalingga, seorang calon bupati menemui lelaki tua penjual es dawet dan menjanjikan modal berdagang kelak bila terpilih. Kemenangan berpihak pada calon bupati itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun lebih, tepat di depan gerbang pendapa kabupaten, si penjual es dawet itupun berucap belum pernah terpenuhi janji calon bupati yang kini berkuasa. Masih teringat jelas dalam pikiran orang tua itu janji bupati yang tak ditepati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian nukilan adegan film bertajuk “Bupati (tak pernah) Ingkar Janji” yang diputar pada rangkaian program Kado buat Kota Tercinta yang digelar Sabtu, 24 Desember 2011 di gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film berdurasi 45 menit itu menyuguhkan bermacam janji bupati saat berkampanye mulai dari janji kepada buruh, janji pendidikan, janji memperhatikan lingkungan hidup, janji infrastruktur, hingga janji hanya janji. Kemudian janji-janji itu dilengkapi dengan kenyataan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forum diskusi usai pemutaran menghadirkan pembicara Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Purbalingga Suharto, S.H. yang mengatakan bahwa film ini mengingatkan kepada eksekutif apa yang pernah diucapkan saat berkampanye. Sementara pembicara lain dosen Ilmu Politik Universitas Soedirman Bowo Sugiarto, SIP, M.Si. menegaskan film dokumenter ini akan mempunyai legitimasi kuat bila ditonton oleh sebanyak-banyaknya orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ragam Seni&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Program kali ketiga yang digagas Cinema Lovers Community (CLC) ini tak hanya menampilkan film, namun juga pameran foto, pentas musik, pentas teater, dan sastra dilengkapi diskusi-diskusi menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program untuk kali ketiga sejak 2009 ini berupa ekspresi dan apresiasi kreativitas seni anak muda Purbalingga sebagai media kritik terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada diskusi foto mengungkap para penggemar fotografi di Purbalingga, baik personal maupun komunitas, masih sebatas pemanfaatan teknologi dengan menjadikan obyek ‘keindahan dan kecantikan’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada diskusi sastra, pembicara dari Pondok Pesantren Minhajut Tholabah Purbalingga Basyir Fadlullah mengatakan bahwa sastra berupa karya tulisan lebih tajam dari apapun dalam mempengaruhi pikiran dan hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu diluncurkan pula Kumpulan Cerita ‘Pamong Praja’ dari Kelas Menulis Purbalingga. Menurut peminat sastra Teguh Trianton kumpulan cerita itu cukup mewakili kondisi riil Purbalingga kontemporer. “Kita diajak menghitung ulang makna pembangunan yang selama ini tampil menor dari luar, tapi compang-camping di dalam,” ungkapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan band Mahatma dan Jalurevakuasi dengan lirik syarat kritik cerdas melengkapi sesi sastra dan musik pada program dalam dalam rangka turut menyambut Hari Jadi Purbalingga yang ke-181 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pemutaran dan diskusi film, dua kelompok teater yaitu Teater Papringan SMA Negeri Kutasari Purbalingga dan Teater Brankas SMA Negeri 2 Purbalingga turut menyumbang Kado buat Kota Tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manager Program CLC Nanki Nirmanto mengatakan selama ini, seni modern yang digawangi anak muda Purbalingga tidak berkembang dengan baik. “Selain ketiadaan fasilitas dari pemerintah daerah, para pekerja seni cenderung bekerja secara sendiri-sendiri. Banyak diantaranya memilih hijrah dan berkarya di kota lain,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan program tahunan ini mampu menjadi pemantik dan menginspirasi pelaku seni lain di Purbalingga untuk berkarya secara cerdas dengan didasari pada kepedulian sosial dan lingkungan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-6658401601056236766?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/6658401601056236766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=6658401601056236766&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6658401601056236766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6658401601056236766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/12/kado-seniman-muda-untuk-purbalingga.html' title='Kado Seniman Muda untuk Purbalingga'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-tNvhnXMv4hQ/TvbU3X7ylBI/AAAAAAAAAuI/J-Hw81_U_x4/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-6988574599522275131</id><published>2011-12-13T18:48:00.001-08:00</published><updated>2011-12-13T19:08:43.599-08:00</updated><title type='text'>CLC Gelar Kado Hari Jadi Purbalingga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-isIkuqlUaK0/TugQZmiC0qI/AAAAAAAAAt8/Xx8hEFt0aKc/s1600/poster%2Bkado--.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-isIkuqlUaK0/TugQZmiC0qI/AAAAAAAAAt8/Xx8hEFt0aKc/s320/poster%2Bkado--.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685812561581363874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga kembali menggelar program Kado buat Kota Tercinta. Program untuk kali ketiga sejak 2009 ini berupa ekspresi dan apresiasi kreativitas seni anak muda Purbalingga sebagai media kritik terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya, program dalam rangka menyambut Hari Jadi Purbalingga yang ke-181 ini akan digelar pada Sabtu, 24 Desember 2011 di Gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, Jl. Mayjend. Panjaitan No. 61 Purbalingga dari pukul 12.30 hingga 22.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manager Program CLC Nanki Nirmanto mengatakan Kado buat Kota Tercinta dirancang dan dihadirkan setiap tahun sebagai kado ulang tahun kota Purbalingga. “Tahun ini ada lima jenis kesenian yang akan disajikan, yaitu pementasan musik, sastra, teater, pameran foto, dan pemutaran film,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Media Kritik&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Selama ini, seni modern yang digawangi anak muda Purbalingga tidak berkembang dengan baik. Selain ketiadaan fasilitas dari pemerintah daerah, para pekerja seni cenderung bekerja secara sendiri-sendiri. Banyak diantaranya memilih hijrah dan berkarya di kota lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini CLC mengajak anak-anak muda yang aktif dan kreatif di penulisan sastra yang tergabung dalam Kelas Menulis Purbalingga, musisi Purbalingga, kelompok-kelompok teater SMA, dan para penghobi foto untuk bersama-sama mengemas kado yang akan dihadiahkan kepada kota Purbalingga tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karya-karya dari para seniman muda itu harus melalui seleksi. Karena konsepnya adalah karya yang cerdas dan kritis sebagai konsekuensi seorang seniman dan anak muda menanggapi keadaan lingkungan sekitar,” ungkap Nanki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pameran foto akan dilengkapi diskusi pada pukul 12.30 WIB dan pameran rencana digelar selama dua pekan dari 24-31 Desember 2011. Pada sore hari, pukul 15.00 digelar pembacaan dan musikalisasi puisi, pembacaan flash fiction (ff), diskusi dan bedah kumpulan ff. Berbarengan dengan sastra, para musisi akan mempersembahkan lagu-lagu kritik mereka terhadap pembangunan di Purbalingga.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya, 19.30 WIB, Teater Papringan SMAN Kutasari Purbalingga dan Teater Brankas SMAN 2 Purbalingga unjuk kebolehan. Puncaknya adalah pemutaran dan diskusi film “Bupati (tak pernah) Ingkar Janji”. Program Kado buat Kota Tercinta ini akan dipersembahkan secara gratis untuk masyarakat Purbalingga dan sekitarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-6988574599522275131?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/6988574599522275131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=6988574599522275131&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6988574599522275131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6988574599522275131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/12/clc-gelar-kado-hari-jadi-purbalingga.html' title='CLC Gelar Kado Hari Jadi Purbalingga'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-isIkuqlUaK0/TugQZmiC0qI/AAAAAAAAAt8/Xx8hEFt0aKc/s72-c/poster%2Bkado--.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-4939538618171553229</id><published>2011-12-08T12:52:00.000-08:00</published><updated>2011-12-08T12:55:56.276-08:00</updated><title type='text'>Dokumenter Buruh Dibawah Usia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-UOiAwtIZTdw/TuEkO2d1JcI/AAAAAAAAAtw/wNDBSsRLznI/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-UOiAwtIZTdw/TuEkO2d1JcI/AAAAAAAAAtw/wNDBSsRLznI/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5683864042275677634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ratusan remaja putus sekolah karena ketidakmampuan ekonomi lalu bekerja sebagai buruh plasma, perusahaan idep (bulu mata palsu) dan wig (rambut palsu), telah mengusik pelajar SMA Negeri Kutasari Purbalingga yang tergabung dalam ekstrakulikuler sinematografi untuk mendokumenterkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat ratusan perempuan di bawah 18 tahun itu berdasarkan riset yang dilakukan para pelajar selama lebih dari sebulan di beberapa plasma yang tersebar di Kecamatan Kutasari. Sangat mungkin, ada ribuan perempuan putus sekolah yang bekerja di plasma yang tersebar di 18 kecamatan ada di Kabupaten Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemiskinan menjadi faktor utama anak meninggalkan bangku sekolah dan memilih bekerja. Mereka sama sekali tidak mendapatkan hak pendidikan seperti diamanatkan pasal 31 ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945,” tutur Dwi Astuti, salah satu tim riset yang juga bertindak sebagai sutradara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astuti melanjutkan, kebijakan kemudahan berinvestasi dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga memang telah memberikan kesempatan besar menampung pengangguran. “Tapi Pemkab seperti tidak menyadari dan tidak peduli sisi lainnya. Padahal sudah jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” tutur pelajar yang duduk di kelas XII ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hak Dasar Anak&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Film dokumenter tentang buruh di bawah usia kerja ini dikerjakan oleh empat pelajar, tiga diantaranya sudah duduk di bangku kelas XII. Beruntung sekolah mereka memberi kebebasan menggunakan jam-jam belajar untuk melakukan produksi film yang akan diikutsertakan di Kompetisi Film Pelajar Banyumas Raya Festival Film Purbalingga (FFP) 2012 tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Anggi Oktavia, film dokumenter yang rencananya berdurasi 10 menit ini mengungkap buruh anak usia sekolah. “Kami harus menyelesaikan film ini disaat kami masih sekolah, agar dapat turut merasakan seperti apa yang dirasakan saudara-saudara kami yang seusia dengan kami,” ujar anggota tim riset yang bertugas sebagai kamerawati ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembuat film  pelajar ini berharap karyanya tidak hanya ditonton oleh anak muda tapi juga para pengambil kebijakan terutama di Kabupaten Purbalingga. Bahwa pendidikan termasuk hak dasar anak-anak Indonesia tak terkecuali anak-anak yang tinggal di pelosok desa. Dan pemerintah lah pihak yang wajib memenuhi hak-hak dasar rakyatnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-4939538618171553229?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/4939538618171553229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=4939538618171553229&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4939538618171553229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4939538618171553229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/12/dokumenter-buruh-dibawah-usia.html' title='Dokumenter Buruh Dibawah Usia'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-UOiAwtIZTdw/TuEkO2d1JcI/AAAAAAAAAtw/wNDBSsRLznI/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-8801448878222091317</id><published>2011-11-29T00:30:00.000-08:00</published><updated>2011-11-29T00:33:44.147-08:00</updated><title type='text'>Gerabah Sambirata Didokumenterkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-RXLGLdgNif4/TtSYtBXLRNI/AAAAAAAAAtk/b6LRa1nbf2Q/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 181px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-RXLGLdgNif4/TtSYtBXLRNI/AAAAAAAAAtk/b6LRa1nbf2Q/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680332929248216274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tiga pelajar SMA itu sudah sedari pagi berkeliling di sebuah grumbul dimana sebagian besar penduduk berprofesi sebagai pengrajin gerabah. Dengan menenteng sebuah kamera dan perlengkapan lain, mereka sedang memproduksi sebuah film dokumenter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pelajar itu tergabung dalam ekstrakulikuler sinematografi SMA Negeri Rembang, Purbalingga. Dalam setahun, menjalankan program memproduksi satu film dokumenter. Selebihnya film fiksi dan beberapa karya audiovisual lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heri Afandi yang bertindak sebagai sutradara mengatakan, banyak potensi seni yang dimiliki Kecamatan Rembang. “Kami berusaha menangkap potensi itu lewat film dokumenter agar dikenal masyarakat dan mendapat perhatian secara lebih luas,” ungkap pelajar yang duduk di kelas XI ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memproduksi dokumenter wayang suket (rumput) yang sempat menyabet berbagai penghargaan festival, ekskul yang berdiri tahun 2010 lalu ini giliran mendokumenterkan gerabah warga Grumbul Sambirata, Desa Wanogara Kulon, Kecamatan Rembang, Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nikmatnya Riset&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tidak semua pelajar berkesempatan melakukan riset (penelitian) dari sekolah mereka. Namun dalam memproduksi sebuah film dokumenter, riset adalah suatu keharusan. Bagian dari tahapan penting membuat dokumenter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sinta Kurniawati, pelajar kelas X, ngobrol dan mengorek informasi warga dengan beragam karakter bukanlah hal muda. “Butuh persiapan mental dan kesabaran. Tapi dalam perjalannya terasa nikmat dan menyenangkan. Kami merasa menjadi bagian dari mereka,” tutur anggota tim dokumenter yang bertindak sebagai penulis skrip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak persoalan, kata Sinta, yang dialami para pengrajin gerabah yang terungkap selama riset. Mulai dari harga jual gerabah yang murah, regenerasi yang mandek, hingga bantuan pemerintah daerah yang tidak tepat sasaran. “Persoalan-persoalan ini menjadi dasar bagi kami menyusun skrip,” ujar gadis berjilbab ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumenter gerabah ini menghabiskan waktu riset selama dua bulan dan produksi lima hari selama kurun waktu dua pekan. Pelajar pembuat film ini harus pandai-pandai mengatur waktu sekolah yang tidak jarang pulang hingga sore hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Canggih Setiawan, yang bertugas menjadi kameraman, mengatakan hampir setiap hari, ia dan tim harus menyambangi grumbul yang jaraknya sekitar dua kilometer dari sekolahnya. “Tidak jauh memang, karna program kami mendokumenterkan potensi yang ada di Kecamatan Rembang dimana sekolah kami berada,” kata pelajar kelas XI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang rencananya berdurasi sekitar 15 menit ini sedang masuk post produksi atau editing. Rencananya akan dikirim ke program Kompetisi Pelajar Banyumas Raya di Festival Film Purbalingga (FFP) 2012.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-8801448878222091317?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/8801448878222091317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=8801448878222091317&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/8801448878222091317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/8801448878222091317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/11/gerabah-sambirata-didokumenterkan.html' title='Gerabah Sambirata Didokumenterkan'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-RXLGLdgNif4/TtSYtBXLRNI/AAAAAAAAAtk/b6LRa1nbf2Q/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-7703246998475192197</id><published>2011-11-21T10:12:00.001-08:00</published><updated>2011-11-21T10:16:12.134-08:00</updated><title type='text'>Film Pelajar Purbalingga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-fYfKJWWvZGg/TsqVQ28nh-I/AAAAAAAAAtY/9olsUi_Et8I/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 221px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-fYfKJWWvZGg/TsqVQ28nh-I/AAAAAAAAAtY/9olsUi_Et8I/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677514397114140642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Purbalingga adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Kota kecil yang terletak di lembah Gunung Slamet ini, tak memiliki satu pun perguruan tinggi. Usai menamatkan SMA, pemuda Purbalingga berangkat ke kota lain macam Purwokerto, Yogyakarta, Semarang, Malang, Surabaya, Bandung, Jakarta dll untuk melanjutkan kuliah. Usai lulus, tak banyak yang kembali untuk membangun daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sedikit yang langsung hijrah ke Ibukota Jakarta. Praktis menyisa pemuda dan remaja yang duduk di bangku SMA dan SMP. Tersebar di kota Purbalingga dan kota-kota kecamatan. Beberapa tahun terakhir, fenomena remaja putus sekolah merebak seiring bertebaran puluhan pabrik hingga pelosok desa sebagai imbas kebijakan mudahnya izin investasi dari pemerintah daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua lebih memilih anaknya cepat bekerja dibanding tunduk pada program Wajib Belajar (Wajar) 9 Tahun. Tidak hanya soal biaya sekolah yang mahal, tapi juga realita bahwa menamatkan program Wajar pun, ujung-ujungnya susah mencari pekerjaan dan akan terpuruk di pojokan pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Iklim Berkesenian yang Sepi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kesenian yang dipandegani anak muda di kota penghasil bulu mata palsu ini, relatif kurang berkembang. Tidak hanya iklim berkesenian yang hampa tapi juga fasilitasi pemerintah daerah yang tiada. Pemda hanya sibuk dengan proyek-proyek kesenian mereka sendiri, tidak pernah menyadari apalagi melibatkan potensi seniman muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tidak terjadi regenerasi dari seniman-seniman pendahulunya. Kesuksesan seniman asli Purbalingga diraih dari pengaruh iklim dan fasilitas di luar kota. Dewan Kesenian Daerah sebagai kepanjangan tangan pemerintah mandul dan makin tak popular. Bisa dibilang, kesenian (baca: modern) di Purbalingga sepi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua daerah, tak terkecuali Purbalingga, terkandung potensi berbagai jenis kesenian. Sebut saja seni rupa, musik, suara, tari, sastra, teater. Pelaku jenis-jenis kesenian itu bukannya tidak ada yang berdomisili di Purbalingga, namun untuk bisa berkembang mereka harus nekat atau karena faktor keberuntungan hijrah ke kota lain yang iklim berkeseniannya lebih menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenian masih dipandang sebelah mata di daerah kelahiran Panglima Besar Jenderal Sudirman ini, karena dari bidang kesenian dianggap tidak menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi kas Pemkab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Film Pendek: Alternatif Ekspresi Pelajar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Runtuhnya rezim Orde Baru membawa perubahan termasuk kesenian modern. Di kota-kota besar, seiring lahirnya teknologi digital, muncul kelompok-kelompok anak muda yang memanfaatkan teknologi itu bagi kemajuan dunia sinematografi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Video dan film bukan lagi barang langka yang hanya bisa diakses oleh orang-orang profesional dibidangnya. Iklim kebebasan berekspresi bidang film pendek menjadi pilihan anak muda yang di zaman Orde Baru turut dikekang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan produksi dan distribusi film pendek merangsek hingga kota-kota kecil di wilayah Banyumas Raya. Purwokerto menjadi kota pertama tumbuhnya virus film pendek diawal tahun 2000-an dengan kampus sebagai basisnya sebelum merebak ke kota tetangga macam Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampus, sebagaimana yang ada di kota-kota lain di Indonesia, tidak menjamin sebagai basis perkembangan dunia sinematografi. Keberadaan film pendek di Purwokerto mulai melemah sekitar tahun 2005 hingga hilang sama sekali sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denyut sinematografi kota Purbalingga dimulai tahun 2004, diawali produksi beberapa film pendek. Komunitas film pun turut berkembang dan rajin memproduksi film pendek. Film-film itu kemudian diputar dan diapresiasi oleh pelajar SMA dan SMP. Hingga dua tahun kemudian (2006), lahirlah film-film pendek yang diproduksi pelajar Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditahun yang sama, 2006, terbentuk Cinema Lovers Community (CLC), komunitas para pecinta film yang merupakan gabungan dari beberapa komunitas berlatar video manten amatir di Purbalingga. CLC bertugas memfasilitasi kebutuhan komunitas-komunitas film di Purbalingga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari anak muda Purbalingga berbasis pelajar SMP dan SMA, CLC mencoba menawarkan sinematografi agar dipelajari para pelajar secara informal. Sayang, saat itu, tak satu pun sekolah yang merespon dengan baik. Alasan tidak diterima karena kegiatan itu tidak terkait dengan mata pelajaran dan perkembangan mental siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyaknya pelajar yang berkeingingan belajar sinematografi, sisi lain tidak adanya dukungan dari pihak sekolah. Gerilya kemudian menjadi jalan yang ditempuh CLC. Dari tahun ke tahun, film pelajar Purbalingga terus berkembang: produksi, distribusi, dan prestasi. Sampai kemudian, di tahun 2009, film mulai bisa dipelajari secara informal di sekolah-sekolah di Purbalingga dengan masuk ke program ekstrakulikuler (ekskul) sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat saat ini, sekolah di Purbalingga yang pelajarnya aktif berkelompok belajar film, adalah: SMA Negeri Bobotsari, SMA Negeri 2, SMA Muhammadiyah 1, SMK Negeri 1, SMA Negeri Rembang, SMA Negeri Kutasari, SMA Negeri Bukateja, dan SMP Negeri 4 Satu Atap Karangmoncol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat sekolah yang disebutkan terakhir adalah sekolah yang guru dan kepala sekolahnya sadar bahwa sinematografi sangat terkait dengan perkembangan kecerdasan anak didik. Hampir semua jenis kesenian dipelajari di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini tak lepas dari kawalan CLC yang terus-menerus menjalankan program. Ada 5 (lima) program utama dari CLC, yaitu workshop film, produksi film, pemutaran film, database film, dan festival film. Festival Film Purbalingga (FFP) yang ada sejak 2007 menjadi pemantik sekaligus tolak ukur bagi karya-karya film pelajar di wilayah Banyumas Raya sebelum film-film itu beradu di festival lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bowo Leksono&lt;br /&gt;Pegiat film, tinggal di Purbalingga&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-7703246998475192197?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/7703246998475192197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=7703246998475192197&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7703246998475192197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7703246998475192197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/11/film-pelajar-purbalingga.html' title='Film Pelajar Purbalingga'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-fYfKJWWvZGg/TsqVQ28nh-I/AAAAAAAAAtY/9olsUi_Et8I/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-6418653743963988747</id><published>2011-11-10T11:59:00.000-08:00</published><updated>2011-11-10T12:03:57.242-08:00</updated><title type='text'>"Sarung" di Safari FFI 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-W_ofcnecMXw/Trwt-5n1nJI/AAAAAAAAAtM/H5s2dU5gZ94/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 223px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-W_ofcnecMXw/Trwt-5n1nJI/AAAAAAAAAtM/H5s2dU5gZ94/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5673460189223034002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemutaran dan Diskusi Film&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SARUNG&lt;br /&gt;Anis Septiani l Care Community-SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga l Fiksi l 11’00” l 2011&lt;br /&gt;Solih, cucu kesayangan, begitu ingin membelikan sarung buat kakeknya. Berbagai cara dilakukan, bahkan cara yang tidak disuka oleh kakeknya sekalipun.&lt;br /&gt;* Film Favorit I pengunjung beoscope.com Festival Film Purbalingga (FFP) 2011&lt;br /&gt;* Official Selection Festival Film Solo (FFS) 2011&lt;br /&gt;* Editor Terbaik Festival Film Anak (FFA) Medan 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAFARI FESTIVAL FILM INDONESIA 2011&lt;br /&gt;Kamis, 17 November 2011&lt;br /&gt;15.30-22.00 WIB&lt;br /&gt;Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah&lt;br /&gt;Jl. Ir.  Sutami 57 Kentingan Solo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-6418653743963988747?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/6418653743963988747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=6418653743963988747&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6418653743963988747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6418653743963988747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/11/sarung-di-safari-ffi-2011.html' title='&quot;Sarung&quot; di Safari FFI 2011'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-W_ofcnecMXw/Trwt-5n1nJI/AAAAAAAAAtM/H5s2dU5gZ94/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-355748647774238078</id><published>2011-10-30T06:54:00.000-07:00</published><updated>2011-10-30T07:02:04.768-07:00</updated><title type='text'>Penghargaan FVE 2011 untuk Film-Film Purbalingga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-NcwPmEIq7UA/Tq1Yn1iOG_I/AAAAAAAAAsA/i9G6xsIdeiM/s1600/foto%2Bawarding%2BFVE%2B2011--.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 183px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-NcwPmEIq7UA/Tq1Yn1iOG_I/AAAAAAAAAsA/i9G6xsIdeiM/s320/foto%2Bawarding%2BFVE%2B2011--.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669284947338075122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film-film Purbalingga kembali menyabet penghargaan. Kali ini di ajang Festival Video Edukasi 2011. Film fiksi berjudul “Endhog” sutradara Padmashita Kalpika Anindyajati dan film dokumenter “Belajar Sejarah Dunia Lewat Logam dan Kertas” yang disutradarai Annisah Nur Adinah dianugerahi Film Terbaik I dan Film Terbaik III Klasifikasi Mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penganugerahan festival video yang diselenggarakan Balai Pengembangan Media Televisi (BPMT) Pusat Teknologi Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) ini digelar di Kelapa Gading Mall, Jakarta, Kamis sore, 27 Oktober 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film “Endhog” berkisah tentang dua murid Kejar Paket A yang sedang melakukan eksperimen untuk membuktikan makhluk hidup jenis melahirkan dan bertelur. Sampai pada akhirnya, kedua murid itu dihadapkan pada kenyataan apakah Ibu Haji yang berjilbab bertelur atau melahirkan karena telinganya tak terlihat? Film berdurasi 15 menit ini bergenre humor dengan balutan dialog Banyumasan yang kental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan di FVE ini menurut Pika, panggilan Padmashita Kalpika Anindyajati, menjadi media memperkenalkan dan melestarikan bahasa Banyumas. “Sebagai anak muda, kami bangga memiliki dan menggunakan bahasa Banyumasan,” ungkap mahasiswi Jurusan Media Rekam Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film “Endhog” sempat menyabet penghargaan Film Fiksi Terbaik dan Film Fiksi Favorit Pentonton Festival Film Purbalingga (FFP) 2010 serta menjadi Finalis Festival Film Solo (FFS) 2011 kategori Gayaman Award.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dokumenter “Belajar Sejarah Dunia Lewat Logam dan Kertas” mengangkat Museum Uang Purbalingga. Museum yang dibangun Pemkab Purbalingga ini memiliki koleksi mata uang 134 negara termasuk Indonesia. Dalam film tersebut terungkap bagaimana pengelola museum tidak mempunyai banyak kemampuan untuk memperkenalkan museum secara lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nesyah, panggilan Annisah Nur Adinah, sebagai pemuda Purbalingga, ia ingin museum uang sebagai salah satu aset daerah mempunyai nilai guna bagi anak muda. “Berharap lewat penghargaan ini, akan berpengaruh terhadap keberadaan museum uang dan membuka mata Pemkab untuk melibatkan anak muda di dalamnya,” ujar mahasiswi Jurusan Prodi Kebidanan STIKES Harapan Bangsa Purwokerto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film berdurasi 15 menit ini juga pernah mendapat penghargaan Editor Terbaik Festival Film Anak (FFA) 2011, Official Selection Festival Film Purbalingga (FFP) 2010, dan Top 11 Official Screening Tourism Movie Competition 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegiat Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga Muhammad Febrianto mengatakan disetiap penyelenggarakan FVE, film-film Purbalingga selalu mendapat tempat. Pada FVE 2007, film “Senyum Lasminah” sutradara Bowo Leksono menyabet Terbaik II dan FVE 2008 film “Cuthel” sutradara Uswantoro dan Agus Sudiono menyabet Terbaik I. Dua tahun FVE vakum dan kembali digelar di tahun ini,” katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-355748647774238078?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/355748647774238078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=355748647774238078&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/355748647774238078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/355748647774238078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/10/penghargaan-fve-2011-untuk-film-film.html' title='Penghargaan FVE 2011 untuk Film-Film Purbalingga'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-NcwPmEIq7UA/Tq1Yn1iOG_I/AAAAAAAAAsA/i9G6xsIdeiM/s72-c/foto%2Bawarding%2BFVE%2B2011--.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-37319149567218794</id><published>2011-10-22T10:44:00.001-07:00</published><updated>2011-10-30T07:05:33.797-07:00</updated><title type='text'>Film SMAN Rembang Sabet Juara Umum FFA 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-GN74QknpgFo/Tq1Zg5Zd-hI/AAAAAAAAAsM/aqW68Y_znNY/s1600/337743_1560114380249_1756981379_790655_1509838666_o.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 142px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-GN74QknpgFo/Tq1Zg5Zd-hI/AAAAAAAAAsM/aqW68Y_znNY/s320/337743_1560114380249_1756981379_790655_1509838666_o.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669285927627651602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film dokumenter “Gulma yang Bernilai Guna” dari SMA Negeri Rembang, Purbalingga dianugerahi Juara Umum Festival Film Anak (FFA) 2011 Medan. Film yang disutradarai Astri Rakhma Adisti ini berhasil menyabet Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Kameraman Terbaik, dan Editor Terbaik kategori dokumenter. Sementara kategori fiksi, film berjudul “Sarung” dari SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga menyabet Editor Terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam penganugerahan festival berskala nasional yang telah memasuki tahun ke-4 ini diselenggarakan di Gedung Utama Taman Budaya Sumatera Utara, Medan, Jumat malam, 21 Oktober 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astri Rakhma Adisti merasa bangga film garapan Ekstra Kulikuler Sinematografi SMA-nya mendapat penghargaan di ajang FFA. “Penghargaan untuk kesekian kali bagi film kami ini, semoga menjadi pemicu bagi kami dan adik-adik kelas kami untuk peka terhadap lingkungan dengan jalan membuat film,” ungkap sutradara yang duduk di kelas XI ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tak Diperhatikan Pemkab&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Film “Gulma yang Bernilai Guna” mengangkat sosok almarhum Mbah Gepuk (1905-2002) sebagai seorang petani sekaligus seniman pinggiran. Kakek yang hidup di tanah kelahiran Panglima Besar Jenderal Sudirman, Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Purbalingga ini secara otodidak menciptakan wayang suket (rumput) yang tak ternilai harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tangan Mbah Gepuk, rumput yang dikenal sebagai gulma mempuyai nilai guna. Namanya mencuat sebagai seorang maestro wayang suket setelah kerap muncul di media massa sekitar tahun 1990-an. Sindhunata (Romo Sindhu), budayawan yang saat itu sebagai wartawan salah satu koran nasional menemukan sosok unik Mbah Gepuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai tahun 1995, karya-karya wayang suket Mbah Gepuk dipamerkan mulai dari Yogyakarta dan Jakarta. Beruntung, sepeninggal kakek yang semasa hidupnya dihabiskan di ladang ini, masih ada orang-orang dekat yang meneruskan tugas sucinya, menganyam rumput menjadi tokoh-tokoh pewayangan. Adalah Badriyanto, cucunya dan Ikhsanudin, anak muda Bantarbarang yang juga belajar seni secara otodidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, potensi seni ini tak banyak diperhatikan Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Pemkab setempat hanya mengabadikan beberapa karya Mbah Gepuk di Museum Wayang yang dimiliki daerah itu. Sementara tidak ada perhatian sama sekali terhadap keberlangsungan wayang suket sebagai sebuah karya seni adiluhung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran kisah wayang suket Mbah Gepuk ini terekam dalam film produksi tahun 2011 yang sempat menyabet berbagai penghargaan seperti, Official Selection Malang Film Video Festival (MafvieFest) 2011, Film Dokumenter Terbaik dan Film Dokumenter Favorit Penonton Festival Film Purbalingga (FFP) 2011, dan Best Creative Idea Tourism Movie Competition 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegiat Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga Asep Triyatno mengatakan setiap penyelenggaraan FFA, karya-karya film pelajar Purbalingga tak pernah absen dikirimkan di ajang insan perfilman anak yang digelar oleh Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Medan dan Sineas Film Documentary (SFD) Medan. “Tak hanya itu, setiap tahun pula film-film pelajar Purbalingga diapresiasi dan berprestasi di Sumatera Utara,” tuturnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-37319149567218794?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/37319149567218794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=37319149567218794&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/37319149567218794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/37319149567218794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/10/film-sman-rembang-sabet-juara-umum-ffa.html' title='Film SMAN Rembang Sabet Juara Umum FFA 2011'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-GN74QknpgFo/Tq1Zg5Zd-hI/AAAAAAAAAsM/aqW68Y_znNY/s72-c/337743_1560114380249_1756981379_790655_1509838666_o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-6870639770931460668</id><published>2011-09-30T03:58:00.000-07:00</published><updated>2011-09-30T04:00:10.386-07:00</updated><title type='text'>“Lengger Santi” di FFKBL 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-pyjqTuFuyNg/ToWhLslUI2I/AAAAAAAAArs/bA4lZGFT_1M/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 194px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-pyjqTuFuyNg/ToWhLslUI2I/AAAAAAAAArs/bA4lZGFT_1M/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5658105729179198306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Lengger Santi”, film dokumenter lawas besutan sutradara Purbalingga Bowo Leksono, mendapat penghargaan Harapan III Festival Film Kearifan Budaya Lokal 2011 yang diadakan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Pengumuman pemenang dan pemberian hadiah ini dilakukan oleh Direktur Perfilman Kemenbudpar Syamsul Lussa, Jumat siang, 30 September 2011, di Gedung Film Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film berdurasi 12 menit yang diproduksi pada 2007 silam ini mengisahkan seorang penari lengger di Purbalingga bernama Santi. Bersama suami dan beberapa kawan, Santi membuat grup untuk berjuang berkeliling dari panggung ke panggung. Meskipun dia mengakui sulit rasanya melahirkan regenerasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelumnya, film “Lengger Santi” sempat menyabet Film Terbaik kategori dokumenter pada Surabaya 13 Film Festival (S13FFest) 2007 dan menjadi Top 11 Official Screening Tourism Movie Competition 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penyelenggaraan Festival Film Kearifan Budaya Lokal yang ketiga ini, terkumpul 106 film dokumenter dari seluruh Indonesia. Terpilih enam film terbaik dan satu film pilihan juri. Film terbaik diraih film berjudul “Lampion-Lampion” sutradara Dwitra J. Ariana dari Bali. Film lain, beragam dari daerah Sumba, Medan, Tegal, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Perfilman Syamsul Lussa dalam sambutannya mengatakan, penyelenggaraan Festival Film Kearifan Budaya Lokal ini diharapkan dapat memberi perlindungan dan pengembangan kepada kearifan budaya lokal. “Indonesia memiliki beragam kearifan budaya. Dengan festival ini setidaknya menjadi dokumen penting bagi kita semua,” tuturnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-6870639770931460668?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/6870639770931460668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=6870639770931460668&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6870639770931460668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6870639770931460668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/09/lengger-santi-di-ffkbl-2011.html' title='“Lengger Santi” di FFKBL 2011'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-pyjqTuFuyNg/ToWhLslUI2I/AAAAAAAAArs/bA4lZGFT_1M/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-3516931349786597692</id><published>2011-09-28T08:26:00.000-07:00</published><updated>2011-09-28T08:32:13.642-07:00</updated><title type='text'>Film Politik yang Dipolitisasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-it_EotvrJq4/ToM9ovG0_SI/AAAAAAAAArk/12ySanzx82s/s1600/g-30-s-pki.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 313px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-it_EotvrJq4/ToM9ovG0_SI/AAAAAAAAArk/12ySanzx82s/s320/g-30-s-pki.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657433326956641570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tinjauan Kritis Film “Pengkhianatan G 30 S/PKI”&lt;br /&gt;Oleh: *Bowo Leksono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar tebakan Pak Heni Purwono bahwa saya sedang senyum-senyum sendiri saat membaca SMS-nya terkait pembatalan menghadirkan seorang saudara ex-Tapol/Napol di acara “Nonton Bareng dan Diskusi Film ‘Pengkhianatan G 30 S/PKI’ dalam Rangka Hari Kesaktian Pancasila”. Tentulah senyum saya adalah senyum kesedihan karena artinya, lembaran sejarah Indonesia tahun 1965-1966 terkubur makin dalam. Mari, jadikan kondisi ini sebagai keprihatinan kita bersama bahwa generasi sekarang juga makin buta terhadap sejarah bangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya diminta mengkritisi film “Pengkhianatan G 30 S/PKI”. Dan saya adalah salah seorang yang saat masa kanak-kanak menjadi korban pencekokan film propaganda ala Rezim Soeharto tersebut. Saat itu, saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Di setiap akhir bulan September, kami digiring ke sebuah gedung bioskop secara berjamaah menonton film sepanjang lebih dari tiga jam dan lebih dari separo durasi film penuh adegan mencekam. Kemudian dipaksa menyimpulkan bahwa Soeharto adalah Pahlawan. Setelah itu, film produk Orde Baru ini pun muncul tiap menjelang 1 Oktober di stasiun televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara filmis dan teknis penggarapan, film yang diproduksi tahun 1983 oleh salah satu sutradara besar Indonesia alm. Arifin C. Noer ini sangatlah berhasil. Dramatisasi dalam film sejarah ini sungguh luar biasa karena memang digiring sebagai sebuah film propaganda kekuasaan saat itu. Imbasnya, saat pergantian kekuasaan, film itu pun tidak pernah menjadi tontonan wajib bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu dengan pasti alasan mengapa seorang Arifin C. Noer menerima proyek produksi film pesanan penguasa Orde Baru tersebut. Karena memang saya tidak pernah menanyakan itu kepada beliau semasa hidup. Tercatat sedikitnya tiga film bioskop propaganda rezim militer yaitu “Janur Kuning” (Sutradara Alam Surawidjaja, 1979), “Serangan Fajar” (Sutradara Arifin C. Noer, 1981) dan “Pengkhianatan G 30 S/PKI” (Sutradara Arifin C Noer, 1983). Film-film berbiaya mahal itu kemudian menjadi materi bersama buku-buku teks sejarah resmi bagi siswa, bahan penataran P4, serta isi pidato pejabat, terkait bahaya laten PKI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan bahwa rezim Orde Baru getol menjungkir-balikkan fakta dan akal sehat menjadikan “Pengkhianatan G 30 S/PKI” sebagai film politik yang dipolitisasi oleh pembuatnya (dalam hal ini penguasa Orba). Belakangan, film, buku, dan seabrek dokumen produk Orde Baru dianggap memutar-balikkan sejarah bangsa tanpa pernah ada pelurusan oleh penguasa selanjutnya. Soeharto memang bukan penguasa sembarangan, terbukti selama 33 tahun mampu menyetir Negara ini dengan tangan dingin. Soeharto juga bukan penguasa bodoh, terbukti dia menggunakan media film sebagai alat pembodohan rakyatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Merindukan Lahirnya Film Sejarah 1965&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Saya jadi teringat sebuah artikel yang ditulis Prof. Ariel Heryanto, seorang dosen di Universitas Melbourne, Australia. Artikel berjudul “Yang Luput dari Film Indonesia” yang sempat dimuat di Kompas, 16 Januari 2005, itu mempertanyakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Mungkinkah film Indonesia membantu mendewasakan politik bangsa ini yang seabad lalu terbentuk bersama radio, pers, dan novel?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Realitanya, sangat jarang, bahkan bila boleh dibilang tidak ada sama sekali, film cerita yang beredar berskala nasional dan komersil yang dibuat oleh orang Indonesia secara mendalam mengangkat luka sejarah tahun 1965. Ini sekaligus otokritik bagi saya sebagai seorang pembuat film. Beberapa film dokumenter dan film pendek dalam jumlah kecil hadir sebagai angin segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama, sutradara film Tjoet Nja’ Dhien (1988) yang juga politisi Eros Djarot gagal menyelesaikan sebuah film bertajuk “Lastri”. Dengan alasan klise, bahwa film yang bercerita kisah cinta seorang tentara dan gerwani tersebut dianggap menyebarkan ajaran Komunis. Kampanye bahaya laten Komunis tampaknya akan menjadi kampanye abadi di negeri ini. Kenyataannya, paham komunisme tak lagi mampu hidup di bumi ini. Sementara korupsi yang jelas-jelas laten dan semakin memiskinkan rakyat dibiarkan tumbuh subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuslah harapan kita lahir film berlatar sejarah 1965 yang diproduksi sineas Indonesia secara jujur. Kata Prof. Ariel Heryanto, tanpa memahami sejarah 1965-1966, mungkin kita tak akan pernah mampu mengatasi tantangan bangsa masa kini dan mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*Sutradara, tinggal di Purbalingga&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Disampaikan pada acara “Nonton Bareng dan Diskusi Film ‘Pengkhianatan G 30 S/PKI’ dalam Rangka Hari Kesaktian Pancasila”, SMAN 1 Sigaluh, Banjarnegara, 29 September 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-3516931349786597692?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/3516931349786597692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=3516931349786597692&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3516931349786597692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3516931349786597692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/09/film-politik-yang-dipolitisasi.html' title='Film Politik yang Dipolitisasi'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-it_EotvrJq4/ToM9ovG0_SI/AAAAAAAAArk/12ySanzx82s/s72-c/g-30-s-pki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-2085509561832132587</id><published>2011-09-24T15:19:00.000-07:00</published><updated>2011-09-24T15:24:54.241-07:00</updated><title type='text'>Kompilasi Video Klip Banyumas Raya Diluncurkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-G3rah6SS2G4/Tn5YHndsIoI/AAAAAAAAArc/8Cye1ahwOnM/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-G3rah6SS2G4/Tn5YHndsIoI/AAAAAAAAArc/8Cye1ahwOnM/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656055069899760258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Okto Setiawan (18), seorang pengamen jalanan, tak menyangka bakal sepanggung bersama para musisi Banyumas Raya. “Saat diminta tampil, saya merasa grogi bahkan takut. Tapi saya nekat, anggap saja seperti di depan penumpang bis,” ujar Okto yang akrab dipanggil Badrun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okto, lelaki yang hanya menamatkan Sekolah Dasar ini, mendapat kehormatan membuka acara Peluncuran Kompilasi Video Klip Banyumas Raya dan Konser Musik pada Sabtu malam, 24 September 2011, di Gedung Dekopinda Purbalingga. Dengan sebuah gitar, ia membawakan lagu “Manusia Setengah Dewa” yang dipopulerkan Iwan Fals dan sebuah lagu ciptaan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program yang digagas Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB) dan Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga ini berlanjut pada penampilan grup band yang lagunya dibuatkan klip oleh komunitas-komunitas film pendek Banyumas Raya. Ratusan penonton yang didominasi anak muda terkesan dengan kemasan acara yang disuguhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program kompilasi video klip perdana ini berhasil mengumpulkan lima karya video klip dari tiga kabupaten di Banyumas Raya. “Tarik Ulur” Black Aprodhyte dan “Kekasih Hati” Renovasi, keduanya disutradarai Insan Indah Pribadi dari Sangkanparan Cilacap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, “Asal Kau Bahagia” Firefly sutradara Fildha Hani Laksita dari Pandawa Production Banyumas, “Terbuang Bersama Penatku” Wanarasta sutradara Anton Rahadi dari Baskara Production Purbalingga, serta “Mahatma” Mahatma sutradara Bowo Leksono dari CLC Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fildha Hani Laksita sutradara klip “Asal Kau Bahagia”, mengatakan memproduksi video klip awalnya hanya sebagai tolak-ukur kemampuan dirinya menyutradarai sebuah video. “Dengan masuk kompilasi, memberi kesempatan karya kami diapresiasi oleh lebih banyak orang,” ungkap siswi Jurusan Broadcasting SMK Negeri 3 Banyumas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompilasi video klip Banyumas Raya ini akan didistribusi ke berbagai komunitas musik dan film, festival film, pemutaran dan diskusi di kantong-kantong budaya, sekolah, dan kampus, stasiun-stasiun televisi lokal, serta media internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Direktur Operasional JKFB Bowo Leksono, berharap program ini mampu berlanjut hingga menyadarkan kita semua bahwa film dan musik adalah sesuatu yang sangat mungkin berkembang sebagai industri kreatif di daerah. “Sesuatu yang selama ini jauh dari pikiran apalagi tindakan para pengambil kebijakan di level lokal,” tutur Bowo yang juga direktur CLC ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain di Purbalingga, peluncuran akan digelar di Pendopo SMK Negeri 3 Banyumas pada Sabtu malam, 1 Oktober 2011 dan di pelataran Taman Belajar Multimedia (TBM) Sangkanparan Cilacap Sabtu malam, 8 Oktober 2011.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-2085509561832132587?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/2085509561832132587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=2085509561832132587&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/2085509561832132587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/2085509561832132587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/09/kompilasi-video-klip-banyumas-raya.html' title='Kompilasi Video Klip Banyumas Raya Diluncurkan'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-G3rah6SS2G4/Tn5YHndsIoI/AAAAAAAAArc/8Cye1ahwOnM/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-1555852767832208350</id><published>2011-09-17T14:28:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T14:32:47.797-07:00</updated><title type='text'>PELUNCURAN KOMPILASI VIDEO KLIP BANYUMAS RAYA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Q7iYGRtcmPI/TnURymxK87I/AAAAAAAAArU/ZpLkk8YsiJU/s1600/POSTER%2BJADI--.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 209px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Q7iYGRtcmPI/TnURymxK87I/AAAAAAAAArU/ZpLkk8YsiJU/s320/POSTER%2BJADI--.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653444468331443122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB) dan Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga berencana meluncurkan Program Kompilasi Video Klip Banyumas Raya pada Sabtu malam, 24 September 2011, jam 19.30, di Gedung Dekopinda, Jl. May. Jend. Panjaitan No. 67 Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain di Purbalingga, peluncuran juga akan dilakukan di Pendopo SMK Negeri 3 Banyumas pada Sabtu malam, 1 Oktober 2011 dan di Taman Belajar Multimedia (TBM) Sangkanparan Cilacap Sabtu malam, 8 Oktober 2011. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program yang digagas selama tiga bulan ini berhasil mengumpulkan lima karya video klip (musik) dari tiga kabupaten di Banyumas Raya. Karya klip tersebut adalah “Tarik Ulur” Black Aprodhyte dan “Kekasih Hati” Renovasi yang keduanya disutradarai Insan Indah Pribadi dari Sangkanparan Cilacap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian “Asal Kau Bahagia” Firefly sutradara Fildha Hani Laksita dari Pandawa Production Banyumas, “Terbuang Bersama Penatku” Wanarasta sutradara Anton Rahadi dari Baskara Production Purbalingga, serta “Mahatma” Mahatma sutradara Bowo Leksono dari CLC Purbalingga. Peluncuran program kompilasi ini juga akan dimeriahkan penampilan kelima grup band tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Operasional JKFB Bowo Leksono mengatakan musik tak sekedar dinikmati dengan cara didengar. Lebih dari itu, performa musisi pun dibutuhkan kehadirannya di depan mata kita. “Media audiovisual berupa video klip itulah salah satu cara untuk menyatukannya,” ujar sutradara yang juga direktur CLC ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi musisi atau produser musik, video klip menjadi salah satu media promo lagu/album dari sebuah grup band untuk mendapatkan tempat di hati masyarakat. Distribusi karya lagu yang sebelumnya hanya melalui kepingan audio pun berkembang menjadi kepingan VCD dan DVD.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut Bowo, hampir dua dekade, perkembangan produksi video klip hanya terpusat di beberapa kota besar saja. “Padahal, tak hanya kota besar bahkan kota kecil di Indonesia sekalipun tak luput dari keberadaan sebuah grup band,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, dengan maraknya teknologi digital yang relatif mudah dan murah dan dengan hadirnya internet, memungkinkan orang di belahan dunia mana pun mampu menikmati sebuah karya musik, sekaligus penampilan musisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompilasi video klip Banyumas Raya ini dirancang untuk didistribusi ke berbagai komunitas musik dan film, festival film, pemutaran dan diskusi di kantong-kantong budaya, sekolah, dan kampus, stasiun-stasiun televisi lokal, serta media internet.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-1555852767832208350?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/1555852767832208350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=1555852767832208350&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/1555852767832208350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/1555852767832208350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/09/peluncuran-kompilasi-video-klip.html' title='PELUNCURAN KOMPILASI VIDEO KLIP BANYUMAS RAYA'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Q7iYGRtcmPI/TnURymxK87I/AAAAAAAAArU/ZpLkk8YsiJU/s72-c/POSTER%2BJADI--.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-1906834095115431605</id><published>2011-08-26T05:31:00.000-07:00</published><updated>2011-08-26T05:38:41.939-07:00</updated><title type='text'>PROGRAM KOMPILASI VIDEO KLIP BANYUMAS RAYA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-lE8tw94BUe4/TleTxI_ZyTI/AAAAAAAAArM/LxnGnBuO8Gc/s1600/blog.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-lE8tw94BUe4/TleTxI_ZyTI/AAAAAAAAArM/LxnGnBuO8Gc/s320/blog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5645143130368493874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB) dan Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MUKADIMAH&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Musik tak sekedar dinikmati dengan cara didengar. Lebih dari itu, performa musisi pun dibutuhkan kehadirannya di depan mata kita. Media audiovisual berupa video klip (video musik) itulah salah satu cara untuk menyatukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak masuknya MTV (Music Television) ke Indonesia awal periode 1990-an, yang menayangkan beragam video klip grup-grup band seluruh dunia, memancing lahirnya karya-karya video klip band-band tanah air. Kondisi ini berkembang pesat ketika bermunculan televisi-televisi swasta di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak para pembuat film/video Indonesia, atas pesanan produser musik, berlomba-lomba memproduksi video klip untuk konsumsi stasiun televisi. Bahkan, video klip menjadi bisnis yang sangat menggiurkan bagi para pembuat film/video.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi musisi/produser musik, video klip menjadi salah satu media promo lagu/album dari sebuah grup band untuk mendapatkan tempat di hati masyarakat. Distribusi karya lagu yang sebelumnya hanya melalui kepingan audio pun berkembang menjadi kepingan VCD dan DVD.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun, hampir dua dekade, perkembangan produksi video klip hanya terpusat di beberapa kota besar saja. Padahal, tak ada kota besar dan bahkan kota kecil di Indonesia sekalipun yang luput dari keberadaan sebuah grup band.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi karena untuk menggapai ketenaran dan eksistensi, sebuah grup band harus hijrah ke kota besar macam Jakarta dan Bandung. Sementara perkembangan karya video klip tidak se-massive karya film pendek, yang mampu berkembang dengan baik hingga pelosok daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, dengan maraknya teknologi digital yang relatif mudah dan murah dan dengan hadirnya internet, memungkinkan orang di belahan dunia mana pun mampu menikmati sebuah karya musik, sekaligus penampilan musisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB) dan Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga membuat program Kompilasi Video Klip se-Banyumas Raya (Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Banjarnegara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TUJUAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;- Merekatkan antara musisi dan pembuat film di Banyumas Raya&lt;br /&gt;- Mengenalkan karya video klip dan musisi Banyumas Raya ke luar daerah&lt;br /&gt;- Pendataan karya video klip Banyumas Raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DISTRIBUSI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;- Komunitas-komunitas musik&lt;br /&gt;- Komunitas-komunitas film&lt;br /&gt;- Pemutaran dan diskusi di kantong-kantong budaya&lt;br /&gt;- Pemutaran dan diskusi di sekolah dan kampus&lt;br /&gt;- Stasiun-stasiun televisi lokal&lt;br /&gt;- Festival-festival film&lt;br /&gt;- Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span shttp://www.blogger.com/img/blank.giftyle="font-weight:bold;"&gt;SYARAT&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;- Musisi/grup band dan pembuat karya adalah dari wilayah Banyumas Raya.&lt;br /&gt;- Berjenis musik modern: pop, rock, blues, jazz, reggae, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;- Melalui tahapan kurasi oleh tim kurator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;LAUNCHING&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Launching direncanakan pada akhir September 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BATAS PENGUMPULAN KARYA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Batas pengumpulan karya Video Klip pada 10 September 2011 format AVI atau DVD (mpeg2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KONTAK&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Keikutsertaan kompilasi, hubungi segera Nanki Nirmanto 085227872252&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-1906834095115431605?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/1906834095115431605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=1906834095115431605&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/1906834095115431605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/1906834095115431605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/08/program-kompilasi-video-klip-banyumas.html' title='PROGRAM KOMPILASI VIDEO KLIP BANYUMAS RAYA'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-lE8tw94BUe4/TleTxI_ZyTI/AAAAAAAAArM/LxnGnBuO8Gc/s72-c/blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-6419659594351918835</id><published>2011-08-14T16:01:00.000-07:00</published><updated>2011-08-14T16:33:16.382-07:00</updated><title type='text'>Remaja Banyumas Raya Rayakan Hari Remaja Internasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Xths4MJ20VA/TkhbIt54frI/AAAAAAAAArE/mjOZgHe4FA8/s1600/blog.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Xths4MJ20VA/TkhbIt54frI/AAAAAAAAArE/mjOZgHe4FA8/s320/blog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5640858738601000626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 90 remaja Banyumas Raya dari sekitar 18 SMA, SMK, SMP dan umum merayakan Hari Remaja Internasional dengan cara menggelar Bioskop Remaja-Pemutaran Jalan Remaja 1208 di Kantor Perwakilan Bambang Soesatyo, Purbalingga, Jumat siang, 12 Agustus 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang digagas Yayasan Kampung Halaman Yogyakarta bekerjasama Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga ini memutar sekitar 14 video diary dari 27 video berbagai daerah di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai pemutaran, penonton yang sebagian besar kalangan remaja itu memberi komentar dan masukan. Winda, siswi SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga Jurusan Farmasi misalnya, merasa banyak yang bisa di petik dari video-video yang telah diputar. “Semestinya lebih banyak lagi remaja Indonesia yang menonton video-video seperti ini,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar lain datang dari Intan, siswi SMA Negeri Rembang, Purbalingga. Menurutnya, lewat video kita bisa menyalurkan ekspresi dan unek-unek meskipun itu sesuatu yang sederhana. “Saluran ekspresi lewat video itu bisa lebih lepas,” tutur siswi yang juga bergabung dengan ekskul sinematografi di sekolahnya ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jalan Remaja 1208 (JR 1208) ini memang merupakan program tahunan untuk menyuarakan sikap dan cara pandang komunitas remaja Indonesia ke publik melalui media. Kegiatan kampanye bersama ini merupakan refleksi remaja Indonesia di Hari Remaja Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Me, Instan?” adalah tema yang diangkat tahun ini. Tema ini untuk menanggapi gaya hidup jaman sekarang yang serba instan. Gaya hidup yang serba instan ini disadari bisa menumbuhkan sifat curang, mudah menyerah, memikirkan diri sendiri. Gaya hidup yang serba instan ini menghilangkan hal-hal penting yaitu bahwa proses, kerja keras, jujur itu hal yang dibutuhkan untuk membentuk kepribadian yang bertanggung jawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator acara Muhammad Febrianto mengatakan Hari Remaja Internasional merupakan momen untuk seluruh komunitas bertemu dan mendengarkan suara dan cara pandang remaja lewat pemutaran media ke publik. “Film dan video adalah salah satu jalan bagi remaja untuk menyampaikan ekspresi dan kegelisahannya kepada khalayak,” tutur pegiat CLC ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemutaran Jalan Remaja yang diadakan serentak di 51 titik berbagai komunitas di seluruh Indonesia ini terbuka untuk umum. Di Purbalingga sendiri, sebelum dan sesudah pemutaran dimeriahkan akustik dari Mahatma Band hingga digelar buka puasa bersama.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-6419659594351918835?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/6419659594351918835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=6419659594351918835&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6419659594351918835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6419659594351918835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/08/remaja-banyumas-raya-rayakan-hari.html' title='Remaja Banyumas Raya Rayakan Hari Remaja Internasional'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Xths4MJ20VA/TkhbIt54frI/AAAAAAAAArE/mjOZgHe4FA8/s72-c/blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-7640990501600820973</id><published>2011-08-08T16:11:00.000-07:00</published><updated>2011-08-08T16:19:17.377-07:00</updated><title type='text'>BIOSKOP REMAJA - Pemutaran Jalan Remaja 1208</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Gq0_rhhP7cY/TkBu3XU9EeI/AAAAAAAAAq8/-ZtYIKRk6f0/s1600/jalan%2Bremaja--.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 218px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Gq0_rhhP7cY/TkBu3XU9EeI/AAAAAAAAAq8/-ZtYIKRk6f0/s320/jalan%2Bremaja--.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638628630901625314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari Remaja Internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 video diary &lt;br /&gt;dari 16 komunitas &lt;br /&gt;oleh 147 remaja di Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 12 Agustus 2011&lt;br /&gt;Jam 13.30 – 17.30 WIB&lt;br /&gt;Di Kantor Perwakilan Bambang Soesatyo&lt;br /&gt;Jl. Letnan Ahmad Nur No. 43 Kauman&lt;br /&gt;(sisi barat pendapa bupati) Purbalingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimeriahkan Akustik Mahatma Band&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GRATIS !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Remaja 1208 (JR 1208) adalah program menyuarakan sikap dan cara pandang komunitas remaja Indonesia ke publik melalui media. Kegiatan kampanye bersama ini merupakan refleksi remaja Indonesia di Hari Remaja Internasional yang diperingati pada tanggal 12 Agustus tiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema tahun ini adalah Me, Instan? Tema ini diangkat untuk menanggapi gaya hidup jaman sekarang yang serba instan. Gaya hidup yang serba instan ini disadari bisa menumbuhkan sifat curang, mudah menyerah, memikirkan diri sendiri. Gaya hidup yang serba instan ini menghilangkan hal-hal penting yaitu bahwa proses, kerja keras, jujur itu hal yang dibutuhkan untuk membentuk kepribadian yang bertanggung jawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Support by:&lt;br /&gt;- Cinema Lovers Community&lt;br /&gt;- Kantor Perwakilan Bambang Soesatyo&lt;br /&gt;- Mahatma Management&lt;br /&gt;- Radio Ardi Lawet FM&lt;br /&gt;- Yayasan Kampung Halaman&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-7640990501600820973?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/7640990501600820973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=7640990501600820973&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7640990501600820973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7640990501600820973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/08/bioskop-remaja-pemutaran-jalan-remaja.html' title='BIOSKOP REMAJA - Pemutaran Jalan Remaja 1208'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Gq0_rhhP7cY/TkBu3XU9EeI/AAAAAAAAAq8/-ZtYIKRk6f0/s72-c/jalan%2Bremaja--.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-3979880526218028355</id><published>2011-08-08T12:52:00.000-07:00</published><updated>2011-08-08T12:56:45.423-07:00</updated><title type='text'>CLC Produksi Video Klip Mahatma</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-NZUk3ChLJKA/TkA_ZTmv__I/AAAAAAAAAq0/RaZxzxHCsQo/s1600/blog.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-NZUk3ChLJKA/TkA_ZTmv__I/AAAAAAAAAq0/RaZxzxHCsQo/s320/blog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638576437459943410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Stasiun Kebasen, Banyumas, sebuah stasiun kereta api kecil yang biasanya sepi dan lengang, karena hanya diperuntukkan bagi perlintasan maupun persinggahan kereta api saat berpapasan, hari itu terlihat ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok anak muda penggemar musik pop asal Purbalingga, yang tergabung dalam Mahatma Band, sedang memproduksi sebuah video musik (video klip) salah satu lagu mereka bertajuk “Mahatma”, beberapa waktu lalu. Stasiun kereta api dinilai unik sebagai salah satu lokasi syuting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Video klip yang penggarapannya dibantu Cinema Lovers Community (CLC) ini berkisah seorang seniman pinggiran. Pada suatu ketika, ia ditinggalkan kekasihnya, bukan karena tak cinta. Realita hidup berupa tuntutan ekonomi menyebabkan perempuan pilihan itu meninggalkannya. Dan sang seniman pun hidup dalam penantian panjang, penantian dengan jiwa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentolan Mahatma, Awan Setiawan memaparkan, keinginan grup band yang baru berdiri 22 Februari 2011 memproduksi klip tak lain untuk lebih menancapkan eksistensi dalam bermusik. “Band Mahatma sendiri embrionya sudah ada sejak lama. Setelah kami menciptakan beberapa lagu lalu rekaman secara indie, kami memberanikan diri membuat klip agar orang tidak sekedar menikmati lagunya, tapi juga performan yang kami tawarkan,” tutur sang vokalis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain stasiun kereta api, lokasi pengambilan gambar dilakukan di jembatan gantung dan rumah peninggalan zaman Belanda yang berada di Purbalingga. Tampaknya, konsep yang ditawarkan pembuat klip adalah gambar-gambar cantik dengan kesan kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pegiat CLC Nanki Nirmanto, pihaknya membantu produksi video klip kelompok band Purbalingga karena merupakan bagian dari tugas CLC memfasilitasi karya-karya audiovisual. “Kami ingin tak hanya film pendek Purbalingga yang berkembang, musik pun harus mengikuti,” ungkap mahasiswa Politik Unsoed ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya klip single “Mahatma” ini diproduksi dalam waktu tiga hari dan saat ini sedang masuk tahap editing. Rencananya, selain sebagai media promo lewat internet dan media lain, juga hendak diikutkan pada festival-festival film yang membuka kategori video klip.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-3979880526218028355?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/3979880526218028355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=3979880526218028355&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3979880526218028355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3979880526218028355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/08/clc-produksi-video-klip-mahatma.html' title='CLC Produksi Video Klip Mahatma'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-NZUk3ChLJKA/TkA_ZTmv__I/AAAAAAAAAq0/RaZxzxHCsQo/s72-c/blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-4114356374622308784</id><published>2011-06-25T11:59:00.000-07:00</published><updated>2011-06-25T13:20:23.901-07:00</updated><title type='text'>Layar Tanjleb: Media Silaturahmi Warga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-71a1BKVi7kI/TgYxnl0beTI/AAAAAAAAAqs/9EYAFQeaUN4/s1600/a.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-71a1BKVi7kI/TgYxnl0beTI/AAAAAAAAAqs/9EYAFQeaUN4/s320/a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5622235741055318322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suryati, gadis yang masih duduk di bangku SMP ini, sebelumnya tidak banyak tahu soal tokoh Ahmad Dahlan. Belakangan, usai menyaksikan gelaran Layar Tanjleb (layar tancap) dan salah satunya memutar film berjudul “Sang Pencerah” yang mengisahkan salah satu tokoh Islam Nusantara dan pendiri ormas Islam Muhammadiyah, pengetahuannya kian bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layar Tanjleb menyambut Musyawarah Cabang (Muscab) Muhammadiyah Kecamatan Kertanegara, Purbalingga ini digelar dengan kerja bersama Cinema Lovers Community (CLC) di lapangan kecamatan pada Sabtu malam, 25 Juni 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tahu sosok Ahmad Dahlan paling dari gambar dan buku-buku pelajaran. Setelah menonton filmnya, jadi ikut merasakan bagaimana perjuangan beliau menegakkan Islam saat itu,” ungkap Suryati, yang malam itu datang bersama beberapa kawan sebayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film bioskop yang disutradarai Hanung Bramantyo ini sudah beredar sejak setahun silam. Meski saat ini kepingan DVD/VCD-nya sudah beredar, namun belum diakses masyarakat secara luas. Media putar layar tancap, sangat efektif mengenalkan film-film Nasional kepada masyarakat desa yang tentunya jauh dari akses bioskop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Kertanegara Syukur mengatakan, layar tancap tak hanya menawarkan hiburan alternatif bagi warga tapi juga sebagai media silaturahmi yang selama ini jarang keluar rumah. “Sekaligus memohon doa restu akan adanya musyawarah cabang Muhammadiyah,” ujar lelaki yang berprofesi sebagai guru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain film “Sang Pencerah”, juga diputar film buatan pelajar Purbalingga yaitu “Sarung” sutradara Anis Septiani pelajar SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga dan “Pigura” sutradara Darti dan Yasin pelajar SMPN 4 Satu Atap Karangmoncol, Purbalingga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-4114356374622308784?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/4114356374622308784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=4114356374622308784&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4114356374622308784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4114356374622308784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/06/layar-tanjleb-media-silaturahmi-warga.html' title='Layar Tanjleb: Media Silaturahmi Warga'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-71a1BKVi7kI/TgYxnl0beTI/AAAAAAAAAqs/9EYAFQeaUN4/s72-c/a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-7064804118725225512</id><published>2011-06-22T11:56:00.003-07:00</published><updated>2011-06-22T12:14:00.953-07:00</updated><title type='text'>Layar Tanjleb Jelang Muscab Muhammadiyah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-rvqv4QfNerM/TgI-4kHl7eI/AAAAAAAAAqk/1I7MgpbES8E/s1600/layar%2Btanjleb%2BKertanegara---.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 220px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-rvqv4QfNerM/TgI-4kHl7eI/AAAAAAAAAqk/1I7MgpbES8E/s320/layar%2Btanjleb%2BKertanegara---.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5621124426400919010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Layar Tanjleb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelang&lt;br /&gt;Musyawarah Cabang (Muscab) Muhammadiyah&lt;br /&gt;Kecamatan Kertanegara, Purbalingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 25 Juni 2011&lt;br /&gt;Jam 19.30&lt;br /&gt;Lapangan Kecamatan Kertanegara&lt;br /&gt;Purbalingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarung&lt;br /&gt;Sutradara Anis Septiani&lt;br /&gt;Fiksi|11’00”|Care Community|2011|SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga&lt;br /&gt;Solih yang ingin membelikan sarung untuk kakeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pigura&lt;br /&gt;Sutradara Darti dan Yasin&lt;br /&gt;Fiksi|24’00”|Sawah Artha Film|2010|SMP 4 Satu Atap Karangmoncol, Purbalingga&lt;br /&gt;Kerinduan Gati pada ayahnya yang lama sekali tidak pulang, memotivasi Gati belajar giat. Apalagi Simbok selalu mengingatkan bahwa ayahnya akan cepat pulang jika Gati rajin belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Pencerah&lt;br /&gt;Sutradara Hanung Bramantyo&lt;br /&gt;Fiksi|120’37”|MPV Pictures|2010|Jakarta&lt;br /&gt;Sepulang dari Mekah, Darwis muda mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah Bid’ah/sesat.&lt;br /&gt;Melalui Langgar/Surau-nya, Ahmad Dahlan mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah di Masjid Besar Kauman yang mengakibatkan kemarahan seorang kyai penjaga tradisi, Kyai Penghulu Kamaludiningrat.&lt;br /&gt;Dianggap mengajarkan aliran sesat, surau Ahmad Dahlan dirobohkan. Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kafir hanya karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda.&lt;br /&gt;Tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah dan lima murid setianya; Sudja, Sangidu, Fahrudin, Hisyam, dan Dirjo, Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didukung oleh:&lt;br /&gt;Pengurus Cabang Muhammadiyah Kecamatan Kertanegara, Purbalingga&lt;br /&gt;Cinema Lovers Community&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-7064804118725225512?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/7064804118725225512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=7064804118725225512&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7064804118725225512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7064804118725225512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/06/layar-tanjleb-jelang-muscab.html' title='Layar Tanjleb Jelang Muscab Muhammadiyah'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-rvqv4QfNerM/TgI-4kHl7eI/AAAAAAAAAqk/1I7MgpbES8E/s72-c/layar%2Btanjleb%2BKertanegara---.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-8249864839206191783</id><published>2011-06-21T10:57:00.000-07:00</published><updated>2011-06-21T11:13:54.437-07:00</updated><title type='text'>Layar Tanjleb Dalam Rangka Simulasi Bencana Longsor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-DWdpmecvtL0/TgDeCjJ9uLI/AAAAAAAAAps/Zhk-FGn6yGg/s1600/layar%2Btanjleb%2Bkarangjambu--.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-DWdpmecvtL0/TgDeCjJ9uLI/AAAAAAAAAps/Zhk-FGn6yGg/s320/layar%2Btanjleb%2Bkarangjambu--.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620736470336518322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Layar Tanjleb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka:&lt;br /&gt;Simulasi Bencana Longsor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program&lt;br /&gt;Perhimpunan Pegiat Alam Ganesha Muda (PPA Gasda) Purbalingga&lt;br /&gt;Forum Pengurangan Resiko Bencana (F-PRB) Purbalingga&lt;br /&gt;Badan Penanggulangan Bencana Daerah Purbalingga&lt;br /&gt;Tim Desa Siaga Bencana Purbasari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 24 Juni 2011&lt;br /&gt;Jam 19.00&lt;br /&gt;Dukuh Pringgading, Desa Purbasari, &lt;br /&gt;Kecamatan Karangjambu, Purbalingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endhog&lt;br /&gt;Sutradara Padmashita Kalpika&lt;br /&gt;Fiksi|14’47”|Brankas Film|2010&lt;br /&gt;Kisah eksperimen untuk membuktikan antara melahirkan dan bertelur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telapak Campaign&lt;br /&gt;ILM|06’00”|Telapak Works&lt;br /&gt;Tiga video kampanye Telapak terkait illegal logging, pemeliharaan lebah madu, dan illegal fishing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Bangka Menangis&lt;br /&gt;Sutradara Rudi Harlan, Nursubah&lt;br /&gt;Dokumenter|16’00”|Metro TV|2008&lt;br /&gt;Timah adalah denyut nadi perekonomian masyarakat Bangka Belitung sejak zaman Belanda hingga kini. Namun, pembebasan tambang timah untuk masyarakat membuat alam Bangka menjadi rusak dan mendatangkan ancaman bagi generasi mendatang. H. Yono adalah mantan penambang di Desa Sadai yang peduli dengan kelestarian alam menanam Sengon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pigura&lt;br /&gt;Sutradara Darti dan Yasin&lt;br /&gt;Fiksi|24’00”|Sawah Artha Film|2010&lt;br /&gt;Kerinduan Gati pada ayahnya yang lama sekali tidak pulang, memotivasi Gati belajar giat. Apalagi Simbok selalu mengingatkan bahwa ayahnya akan cepat pulang jika Gati rajin belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumentasi Simulasi Bencana Longsor&lt;br /&gt;Dokumentasi|15’00”|Cinema Lovers Community|2011&lt;br /&gt;Dokumentasi tentang simulasi bencana longsor yang dilakukan pada siang hingga sore hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutanku Meratap&lt;br /&gt;Rizaldi Siagian&lt;br /&gt;VM|08’09”|Telapak|2008&lt;br /&gt;Film etnis musikal yang menyatukan suara dari hutan Indonesia. Kolaborasi Rizaldi Siagian, A. Slamet Widodo, dan Gekko Studio. Film ini telah ditetapkan sebagai film official pada Hari Bumi 2008 oleh Dailymotion dan sempat diputar di Istana Presiden pada Hari Lingkungan Hidup Juni 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rogue Traders&lt;br /&gt;Dokumenter|09’10”|EIA &amp; Telapak&lt;br /&gt;Hasil investigasi Telapak bersama EIA (Environmental Investigation Agency) mengungkap dua gembong mafia kayu. Dua penyelundup ini beroperasi di dua wilayah, Surabaya dan Makassar. Dengan berbagai cara dan muslihat, mereka mengekspor kayu merbau dari Papua ke Cina. Aparat hukum seakan tidak mampu membendung gerakan dua penyelundup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peronika&lt;br /&gt;Sutradara Bowo Leksono&lt;br /&gt;Fiksi|13’15” |Laeli Leksono Film|2004&lt;br /&gt;Dikisahkan pada suatu ketika muncul masalah dalam keluarga yang melibatkan pihak ketiga. Seseorang bernama Peronika tertuduh sebagai pembawa masalah. Siapakah Peronika itu? Mengapa ia bisa terlibat sebagai tertuduh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalung Sepatu&lt;br /&gt;Sutradara Dwi Astuti&lt;br /&gt;Fiksi|14’43”|Papringan Pictures|2011&lt;br /&gt;Bagaimana reaksi Bapak Budi setelah mengetahui kesalahan yang dilakukan oleh Budi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyarutang&lt;br /&gt;Sutradara Asep Triyatno&lt;br /&gt;Fiksi|10’00”|Bozz Community|2009&lt;br /&gt;Jono yang menemukan dompet Adel secara tidak sengaja kemudian Jono berusaha membayar hutang atas uang yang dipakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar Midnight&lt;br /&gt;Sutradara Felix dan Pito&lt;br /&gt;Fiksi|15’00”|Teater Brankas|2009&lt;br /&gt;Malam Jumat Kliwon bagi orang desa masih dianggap misteri. Apa jadinya kalau itu terjadi dan nyata?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-8249864839206191783?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/8249864839206191783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=8249864839206191783&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/8249864839206191783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/8249864839206191783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/06/layar-tanjleb-dalam-rangka-simulasi.html' title='Layar Tanjleb Dalam Rangka Simulasi Bencana Longsor'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-DWdpmecvtL0/TgDeCjJ9uLI/AAAAAAAAAps/Zhk-FGn6yGg/s72-c/layar%2Btanjleb%2Bkarangjambu--.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-1662687837764304677</id><published>2011-06-18T13:55:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T13:59:28.146-07:00</updated><title type='text'>Layar Tanjleb BEM FISIP UNSOED Mengecewakan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-hB4W1f8JPQk/Tf0RksL-qJI/AAAAAAAAApk/H7nxuGZU3Oc/s1600/a.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-hB4W1f8JPQk/Tf0RksL-qJI/AAAAAAAAApk/H7nxuGZU3Oc/s320/a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5619667232062613650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Usaha memperkenalkan film-film pendek di kalangan masyarakat kampus yang notabene kaum terpelajar tidaklah mudah. Justru, kendala itu datang dari lembaga yang mengajak kerjasama agar mahasiswa mengenal lebih dekat produk film Banyumas Raya yang memang sudah ada sejak sepuluh tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelaran Layar Tanjleb Sabtu malam, 18 Juni 2011, sebagai rangkain acara “Semarak Posesif” Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Soedirman (UNSOED) Purwokerto adalah hasil kerjasama dengan Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CLC bertugas menyiapkan program dengan melihat kebutuhan penyelenggaraan dan mengarahkan panitia (dalam hal ini BEM FISIP) terkait teknis dan kebutuhan pemutaran. Program dibuat jauh-jauh hari setelah sebelumnya sempat dibuka kesempatan bagi mahasiswa FISIP yang mempunyai karya untuk bisa dikurasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah diduga, panitia dengan seenaknya (karna ketidaktahuan dan susah dikasih tahu), mengobrak-abrik program film yang sudah disusun dan dikompilasi saat pemutaran film. Beberapa film pendek yang dikirim mendadak dipaksa diputar, dan melewatkan beberapa film yang sudah diprogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat penyelenggaraan yang sedianya di pelataran parkir Jurusan Ilmu Politik pun dipindah mendadak, yang menyebabkan kekecewaan mahasiswa fakultas lain bahkan masyarakat umum yang ingin mengapresiasi karya-karya film pendek Banyumas Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manager Program CLC Nanki Nirmanto mengatakan dari awal pihaknya merasa kesulitan menjelaskan dan mengajari bagaimana cara dan aturan dalam pemutaran film. “Kalau film-film yang kami program diacak-acak, kenapa juga mengajak kerjasama dengan kami?,” tutur lelaki yang juga berstatus sebagai mahasiswa Jurusan Ilmu Politik UNSOED ini dengan sangat kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CLC Purbalingga yang dengan sukarela sudah berusaha agar kampus UNSOED, sebagai tempat dimana film pendek Banyumas Raya pertama lahir, menyuguhkan film-film fenomenal di zamannya, justru tidak diperlakukan dengan baik oleh generasi sekarang. Sudahlah…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-1662687837764304677?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/1662687837764304677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=1662687837764304677&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/1662687837764304677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/1662687837764304677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/06/layar-tanjleb-bem-fisip-unsoed.html' title='Layar Tanjleb BEM FISIP UNSOED Mengecewakan'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-hB4W1f8JPQk/Tf0RksL-qJI/AAAAAAAAApk/H7nxuGZU3Oc/s72-c/a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-8340998040071675878</id><published>2011-06-17T13:56:00.000-07:00</published><updated>2011-06-17T13:58:38.287-07:00</updated><title type='text'>Layar Tanjleb di YPI Minhajut Tholabah, Purbalingga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/--i44AsR0qKg/Tfu_5u1fioI/AAAAAAAAApc/gxOer-Fl_W0/s1600/a.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 181px;" src="http://3.bp.blogspot.com/--i44AsR0qKg/Tfu_5u1fioI/AAAAAAAAApc/gxOer-Fl_W0/s320/a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5619295958620670594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Memutar film-film pendek di lingkungan pondok pesantren bukanlah hal baru bagi Cinema Lovers Community (CLC). Meski bukan pula kegiatan yang sering di lakukan. Tidak ada sesuatu yang beda dalam pemutaran di lingkungan beratmosfir Islami ini. Sama seperti pemutaran di lingkungan sekolah pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Jumat malam, 17 Juni 2011, CLC menyambangi sebuah pondok pesantren di Dukuh Lawigede, Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja, Purbalingga yaitu YPI Minhajut Tholabah. Layar Tanjleb sebagai rangkaian acara Khotmil Qur’an ini bertema “Selamat Tinggal Tahun Ajaran Lama, Selamat Datang Tahun Ajaran Baru” karena bertepatan pula kenaikan dan kelulusan santri serta jelang penerimaan santri baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang diputar adalah film-film pendek terbaru buatan pelajar SMA dan SMP di wilayah Purbalingga, ditambah empat film animasi dari Surabaya. Sebuah profil sederhana pesantren ini sebagai persembahan dari CLC pun turut diputar. Ini menjadi salah satu program CLC yaitu memperluas jaringan distribusi berupa pemutaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layar yang dipasang di salah satu sudut lokal bangunan pesantren, menjadi saksi peristiwa budaya tak hanya bagi para santri namun bagi para kyai dan masyarakat sekitar pesantren.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-8340998040071675878?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/8340998040071675878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=8340998040071675878&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/8340998040071675878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/8340998040071675878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/06/layar-tanjleb-di-ypi-minhajut-tholabah.html' title='Layar Tanjleb di YPI Minhajut Tholabah, Purbalingga'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/--i44AsR0qKg/Tfu_5u1fioI/AAAAAAAAApc/gxOer-Fl_W0/s72-c/a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-3949858471719016337</id><published>2011-06-16T05:10:00.001-07:00</published><updated>2011-06-16T05:17:27.013-07:00</updated><title type='text'>Pemutaran dan Diskusi Film “RINDU TERLARANG”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-bH07G7JLIFo/TfnzHQRAzvI/AAAAAAAAApU/x3VPfcWmtAE/s1600/POSTER%2BPERONIKA.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-bH07G7JLIFo/TfnzHQRAzvI/AAAAAAAAApU/x3VPfcWmtAE/s320/POSTER%2BPERONIKA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5618789316072361714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 23 Juni 2011&lt;br /&gt;Jam 19.00-22.00&lt;br /&gt;Teater Arena - Taman Budaya Jawa Tengah&lt;br /&gt;Jl. Ir. Sutami 57 Kentingan, Solo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi akan menghadirkan Bowo Leksono (filmmaker dan Direktur Festival Film Purbalingga) dan Damar Ardi (programer festival film dan pengelola website komunitasfilm.org).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film-film yang akan diputar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peronika&lt;br /&gt;Bowo Leksono&lt;br /&gt;Fiksi|13’15”|Laeli Leksono Films|Purbalingga|2004&lt;br /&gt;Dikisahkan pada suatu ketika muncul masalah dalam keluarga yang melibatkan pihak ketiga. Seseorang bernama Peronika tertuduh sebagai pembawa masalah. Siapakah Peronika itu? Mengapa ia bisa terlibat sebagai tertuduh?&lt;br /&gt;* 12 Besar Festival Film Indonesia (FFI) 2004&lt;br /&gt;* Tahap I Global Indie Film Festival (GIFF) 2005&lt;br /&gt;* Ide Cerita Terbaik Sulasfifest (Surabaya 13 Film Festival) 2005&lt;br /&gt;* Nominasi Mafviefest (Malang Film Video Festival) 2006&lt;br /&gt;* Film Pembuka Festival Film Pendek Konfiden 2006&lt;br /&gt;* Indonesian Film Festival 2006 Melbourne University Australia&lt;br /&gt;* European Film Festival 2007&lt;br /&gt;* Aktor Mumpuni Ganesha Film Fest (Ganffest) 2008&lt;br /&gt;* Dalang Mumpuni Ganesha Film Fest (Ganffest) 2008&lt;br /&gt;* ASEACC Ateneo &amp; Mag:net Katipunan, Ateneo De Manila University, 22 November 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pigura&lt;br /&gt;Darti dan Yasin&lt;br /&gt;Fiksi|24’00” |Sawah Artha Film|2010|Purbalingga&lt;br /&gt;Kerinduan Gati pada ayahnya yang lama sekali tidak pulang, memotivasi Gati belajar giat. Apalagi Simbok selalu mengingatkan bahwa ayahnya akan cepat pulang jika Gati rajin belajar.&lt;br /&gt;* Film Terbaik Festival Film Remaja 2010&lt;br /&gt;* Sutradara Terbaik Festival Film Remaja 2010&lt;br /&gt;* Kameraman Terbaik Festival Film Remaja 2010&lt;br /&gt;* Editor Terbaik Festival Film Remaja 2010&lt;br /&gt;* Film Terbaik II Festival Film Anak Medan 2010&lt;br /&gt;* Sutradara Terbaik Festival Film Anak Medan 2010&lt;br /&gt;* Penghargaan Khusus Dewan Juri Festival Film Indonesia 2010&lt;br /&gt;* Film Terbaik Festival Film Solo (FFS) 2011 kategori Gayaman Award&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denting Harmoni Daya Hidup&lt;br /&gt;Warih AP&lt;br /&gt;Dokumenter|24’00”|2010|Solo&lt;br /&gt;Ketika musik sudah menjadi jalan hidup, apapun dilakukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-3949858471719016337?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/3949858471719016337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=3949858471719016337&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3949858471719016337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3949858471719016337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/06/pemutaran-dan-diskusi-film-rindu.html' title='Pemutaran dan Diskusi Film “RINDU TERLARANG”'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-bH07G7JLIFo/TfnzHQRAzvI/AAAAAAAAApU/x3VPfcWmtAE/s72-c/POSTER%2BPERONIKA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-7732405756017120297</id><published>2011-06-15T00:42:00.000-07:00</published><updated>2011-06-15T00:50:06.514-07:00</updated><title type='text'>Layar Tanjleb @Fisip UNSOED PURWOKERTO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-YtZW1LYy55w/TfhkA-CYG-I/AAAAAAAAApM/O-63ofKAGDY/s1600/layar%2Btanjleb%2Bbem--.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 192px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-YtZW1LYy55w/TfhkA-CYG-I/AAAAAAAAApM/O-63ofKAGDY/s320/layar%2Btanjleb%2Bbem--.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5618350502960438242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Layar Tanjleb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEM Fisip UNSOED&lt;br /&gt;Kerja bersama&lt;br /&gt;Cinema Lovers Community&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 18 Juni 2011&lt;br /&gt;Jam 19.30&lt;br /&gt;Pelataran Parkir Kampus&lt;br /&gt;Jurusan Ilmu Politik Fisip UNSOED&lt;br /&gt;Purwokerto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Kucing Garong&lt;br /&gt;Sutradara Bowo Leksono&lt;br /&gt;Fiksi|08’15”|Multivita Min|2006|Purbalingga&lt;br /&gt;Apakah benar perang disukai anak-anak? Tentu bila perang sungguhan siapapun tak menyukainya. Bahkan anak-anak selalu menjadi korban. Tapi anak-anak akan menyukai sesuatu yang menantang. Bermain perang-perangan adalah salah satunya. Permainan ini sebagai salah satu bentuk penanaman nasionalisme pada diri anak. Begitu mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apepe&lt;br /&gt;Sutradara Sari Handayani&lt;br /&gt;Fiksi|19’07”|F1COO Production|2006|Purwokerto&lt;br /&gt;Ketika sebuah Undang-Undang baru sekedar rancangan, aparat sudah berani ambil tindakan. Tafsir bebas dari aparat atas RUU APP (Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi) tanpa melihat karakter warganya akhirnya menimbulkan penolakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Ter’larang’&lt;br /&gt;Sutradara Wira Setianegara&lt;br /&gt;Fiksi|13’00”|Smansabara Film School (SFS)|2010|Banjarnegara&lt;br /&gt;Perempuan yang menjadi primadona laki-laki dengan beragam latar belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boncengan&lt;br /&gt;Sutradara Narizawa Minori&lt;br /&gt;Fiksi|06’24”|Brankerz Production|2007|Purbalingga&lt;br /&gt;Tak ada sepeda, tak ada perhiasan. Jadi kita hanya punya boncengan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki Pesolek&lt;br /&gt;Sutradara Niken Sarasvati Devi &amp; Atik Rindarsih&lt;br /&gt;Fiksi|05’42”|Tjap Gadjah|2006|Purbalingga&lt;br /&gt;Apa saja yang dilakukan laki-laki di muka cermin? Dan bagaimana bila di dunia ini tak ada cermin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adu Jago&lt;br /&gt;Sutradara Bowo Leksono&lt;br /&gt;Dokumenter|08’51”|Cinema Lovers Community|2006|Purbalingga&lt;br /&gt;Bagaimana kedewasaan berdemokrasi bagi masyarakat desa saat diuji di Pilkades?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi Penyelamatan Kucing&lt;br /&gt;Sutradara Insan Indah Pribadi&lt;br /&gt;Dokumenter|04’51”|Sangkanparan|2008|Cilacap&lt;br /&gt;Usaha penyelamatan anak kucing yang jatuh dari atap rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbulu is Sexy&lt;br /&gt;Sutradara Bayu Bergaswaras&lt;br /&gt;Dokumenter|10’26”|Nyarisnekad Film|2005|Purwokerto&lt;br /&gt;Wawancara terhadap sembilan perempuan tentang bulu ketiak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ling-Lung&lt;br /&gt;Sutradara Amrizal Faturrohman&lt;br /&gt;Fiksi|09’00”|Bozz Community|2010|Purbalingga&lt;br /&gt;Seorang pelajar SMA yang pelupa berkendaraan motor vespa. Dalam setiap langkah lakunya selalu aneh dan benar-benar menggambarkan kalau dia memang pelupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JieJiek&lt;br /&gt;Re-Director Mitha&lt;br /&gt;Fiksi|09’44”|Mitha Films|2006|Purwokerto&lt;br /&gt;Tafsir ulang salah satu film bioskop Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Superheru&lt;br /&gt;Sutradara Gatot Artanto&lt;br /&gt;Fiksi|28’48”|La Cimplung Productions|2004-2005|Purwokerto&lt;br /&gt;Superheru, pahlawan Banyumas tak mudah menyerah meraih citanya, meskipun cinta tak memihaknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-7732405756017120297?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/7732405756017120297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=7732405756017120297&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7732405756017120297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7732405756017120297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/06/layar-tanjleb-fisip-unsoed-purwokerto.html' title='Layar Tanjleb @Fisip UNSOED PURWOKERTO'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-YtZW1LYy55w/TfhkA-CYG-I/AAAAAAAAApM/O-63ofKAGDY/s72-c/layar%2Btanjleb%2Bbem--.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-6331073630104895413</id><published>2011-06-11T14:10:00.000-07:00</published><updated>2011-06-11T14:17:59.120-07:00</updated><title type='text'>Layar Tanjleb @Ponpes Minhajut Tholabah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-lRtS7IO_8Ps/TfPbSvB74wI/AAAAAAAAAo8/IqZM5-krO1c/s1600/publikasi%2Bjadi--.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-lRtS7IO_8Ps/TfPbSvB74wI/AAAAAAAAAo8/IqZM5-krO1c/s320/publikasi%2Bjadi--.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617074275169854210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Layar Tanjleb&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selamat Tinggal Tahun Ajaran Lama&lt;br /&gt;Selamat Datang Tahun Ajaran Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 17 Juni 2011&lt;br /&gt;Jam 19.30&lt;br /&gt;YPI Minhajut Tholabah&lt;br /&gt;Dukuh Lawigede, Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja&lt;br /&gt;Purbalingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gathotkaca #1&lt;br /&gt;Sutradara Mohammad Solikin&lt;br /&gt;Animasi|03’01”|Gathotkaca Studio|2004|Surabaya&lt;br /&gt;Kisah pertama dari Gathotkaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gathotkaca #2&lt;br /&gt;Sutradara Mohammad Solikin&lt;br /&gt;Animasi|04’02”|Gathotkaca Studio|2005|Surabaya&lt;br /&gt;Karena arus pendek, terjadilah kebakaran di sebuah gedung yang di dalamnya terdapat seorang wanita. Semua orang pun jadi panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gathotkaca #3&lt;br /&gt;Sutradara Mohammad Solikin&lt;br /&gt;Animasi|05’58”|Gathotkaca Studio|2006|Surabaya&lt;br /&gt;Aksi penyelamatan yang dilakukan oleh Gathotkaca di era modern ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pit Ontha&lt;br /&gt;Sutradara Osinur Lutfiana&lt;br /&gt;Fiksi|10’00”|Talent Call Film|2011|SMK YPLP Purbalingga&lt;br /&gt;Sumbul, seorang anak miskin yang selalu menjadi bahan cemoohan karena menggunakan sepeda tua warisan bapaknya. Suatu saat dia menolong teman yang selalu mencemoohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapit #3&lt;br /&gt;Sutradara Tosan Priyonggo&lt;br /&gt;Animasi|11’18”|Cazlorda Production|2010|Surabaya&lt;br /&gt;Kedamaian kota kembali terusik. Kali ini Kapit harus menghadapi petarung tangguh dari Jepang yang memiliki kekuatan dahsyat. Mampukah Kapit mengalahkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kado Suket&lt;br /&gt;Sutradara Puspa Juwita&lt;br /&gt;Fiksi|06’00”|Ekskul Sinematografi|2010|SMAN 1 Rembang&lt;br /&gt;Siti, sahabat Sarpin sejak kecil, hendak berulang tahun. Namun, Sarpin merasa tak pantas menghadiri hari bahagia tersebut. Kenangan masa kecil menyeruak, mewujud sebagai kenangan abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalung Sepatu&lt;br /&gt;Sutradara Dwi Astuti&lt;br /&gt;Fiksi|14’43”|Papringan Pictures|2011|SMAN Kutasari, Purbalingga&lt;br /&gt;Bagaimana reaksi Bapak Budi setelah mengetahui kesalahan yang dilakukan oleh Budi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarung&lt;br /&gt;Sutradara Anis Septiani&lt;br /&gt;Fiksi|11’00”|Care Community|2011|SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga&lt;br /&gt;Solih yang ingin membelikan sarung untuk kakeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HaPe&lt;br /&gt;Sutradara Musliah&lt;br /&gt;Fiksi|08’00”|Bozz Community|2011|SMAN Bobotsari, Purbalingga&lt;br /&gt;Kadir yang berkeinginan untuk mempunyai telepon genggam, sampai suatu ketika dia mendapatkan kesempatan mempunyai telepon genggam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pigura&lt;br /&gt;Sutradara Darti dan Yasin&lt;br /&gt;Fiksi|24’00”|Sawah Artha Film|2010|SMP 4 Satu Atap Karangmoncol, Purbalingga&lt;br /&gt;Kerinduan Gati pada ayahnya yang lama sekali tidak pulang, memotivasi Gati belajar giat. Apalagi Simbok selalu mengingatkan bahwa ayahnya akan cepat pulang jika Gati rajin belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Breeeng!!!&lt;br /&gt;Sutradara Dyah Kartikasari&lt;br /&gt;Fiksi|15’50”|Brankas Film|2011|SMAN 2 Purbalingga&lt;br /&gt;Simin yang diejek karena sepatu baunya tapi dengan sepatu baunya itu dia menjadi pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didukung oleh:&lt;br /&gt;Cinema Lovers Community&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-6331073630104895413?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/6331073630104895413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=6331073630104895413&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6331073630104895413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6331073630104895413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/06/layar-tanjleb-ponpes-minhajut-tholabah.html' title='Layar Tanjleb @Ponpes Minhajut Tholabah'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-lRtS7IO_8Ps/TfPbSvB74wI/AAAAAAAAAo8/IqZM5-krO1c/s72-c/publikasi%2Bjadi--.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-8364705374121612040</id><published>2011-03-04T11:53:00.001-08:00</published><updated>2011-03-04T11:57:57.667-08:00</updated><title type='text'>CLC Gelar Program Bioskop Pojokan</title><content type='html'>Memasuki Bulan Film Nasional yang jatuh pada Maret 2011, Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga menggelar program Bioskop Pojokan. Hari Perfilman Nasional jatuh pada 30 Maret, tepat rasanya bila program pemutaran film rutin ini hadir di bulan Maret sebagai penyemangat tumbuhnya perfilman daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bioskop Pojokan adalah program pemutaran film reguler yang akan hadir setiap pekan sebagai tontonan alternatif dan bentuk apresiasi terhadap film (pendek dan panjang) dari beragam genre. Materi film akan berasal dari berbagai kota di Indonesia dan tidak menutup kemungkinan film-film dari negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program pemutaran yang sudah dipersiapkan cukup lama ini akan hadir setiap Sabtu, pukul 16.00 WIB, bertempat di Jalan Achmad Nur Kauman (sisi barat pendapa bupati) Purbalingga. Pemutaran film ini terbuka untuk umum dan gratis yang hendak dimulai pada 5 Maret 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Pemutaran Rutin&lt;br /&gt;Sudah cukup lama, Purbalingga tidak memiliki acara pemutaran film secara rutin. Pasca program Bioskop Kita (Mei 2006-Juni 2006) di Gedung Operational Room kompleks Pendapa Bupati dan Bamboe Shocking Film! (September 2007-April 2009) di cafe Bamboe, CLC belum lagi memiliki program Pemutaran Film reguler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiadaan tempat yang dinilai cukup representatif di Purbalingga untuk pemutaran film menjadi penyebab tak berlangsungnya program ini kembali. Memasuki awal 2011, CLC mendapatkan tempat sederhana yang terletak di pojokan jalan berseberangan dengan pendapa Bupati Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersedianya ruang pemutaran film ini sebagai media apresiasi masyarakat Purbalingga terhadap tontonan yang tidak ditemukan di televisi. Apalagi, saat ini, pertumbuhan perfilman di Purbalingga dan Banyumas Raya pada umumnya, sudah masuk ke wilayah-wilayah sekolah secara formal, baik SMP maupun SMA sederajat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, tidak ada satu pun, gedung atau ruang yang representatif untuk kegiatan kesenian di Purbalingga. Kaum muda harus menerima kenyataan ini, namun tidak boleh pasrah begitu saja. Menciptakan dan mengembangkan ruang-ruang kreatif secara mandiri adalah jawaban bagaimana kaum muda tetap eksis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-8364705374121612040?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/8364705374121612040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=8364705374121612040&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/8364705374121612040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/8364705374121612040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/03/clc-gelar-program-bioskop-pojokan.html' title='CLC Gelar Program Bioskop Pojokan'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-4578669442636030394</id><published>2011-02-27T19:16:00.001-08:00</published><updated>2011-03-01T06:52:09.314-08:00</updated><title type='text'>Pemutaran Film @Pesta Buku Purbalingga 2011</title><content type='html'>Panitia Pesta Buku Purbalingga 2011&lt;br /&gt;kerjabersama&lt;br /&gt;Cinema Lovers Community&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pemutaran Film Pendek dan Behind the Scene&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 3 Maret 2011&lt;br /&gt;Jam 19.00-21.00&lt;br /&gt;Di Pelataran GOR Mahesa Jenar &lt;br /&gt;Kompleks Kya Kya Mayong Purbalingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DISINI PANGLIMA BESAR DILAHIRKAN&lt;br /&gt;Behind the Scene Disini Panglima Besar Dilahirkan&lt;br /&gt;Padmashita Kalpika l Brankas Film-SMAN 2 Purbalingga l Dokumenter l 14’59” l 2010&lt;br /&gt;Seorang Jenderal Besar dilahirkan di sebuah kota kecil bernama Purbalingga.&lt;br /&gt;* Film Dokumenter Favorit Penonton (CLC Award) Festival Film Purbalingga 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KADO SUKET&lt;br /&gt;Behind the Scene Kado Suket&lt;br /&gt;Puspa Juwita l Ekskul Sinematografi-SMAN Rembang, Purbalingga l Fiksi l 05’59” l 2010&lt;br /&gt;Siti, sahabat Sarpin sejak kecil, hendak berulang tahun. Namun Sarpin merasa tak pantas menghadiri hari bahagia sahabatnya itu. Kenangan masa kecil menyeruak, mewujud sebagai kenangan abadi tak terlupa.&lt;br /&gt;* Harapan I Festival Film Remaja 2010&lt;br /&gt;* Official Selection Festival Film Pelajar Jogja 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BELAJAR SEJARAH DUNIA LEWAT LOGAM DAN KERTAS&lt;br /&gt;Behind the Scene Belajar Dunia Lewat Logam dan Kertas&lt;br /&gt;Annisah Nur Adinah l Daffodil Film-SMAN Bobotsari, Purbalingga l Dokumenter l 14’24” l 2010&lt;br /&gt;Museum Uang Purbalingga memiliki koleksi mata uang 134 negara termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;* Official selection Festival Film Purbalingga 2010&lt;br /&gt;* Editor Terbaik Festival Film Anak Medan 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LINGLUNG&lt;br /&gt;Behind the Scene Ling Lung&lt;br /&gt;Amrizal Faturrohman l Bozz Community-SMAN Bobotsari, Purbalingga l Fiksi l 08’45” l 010&lt;br /&gt;Seorang pelajar SMA yang pelupa berkendaraan motor vespa. Dalam setiap langkah lakunya selalu aneh dan benar-benar menggambarkan kalau dia memang pelupa.&lt;br /&gt;* Film Fiksi Pilihan Juri (JKFB Award) Festival Film Purbalingga 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ENDHOG&lt;br /&gt;Behind the Scene Endhog&lt;br /&gt;Padmashita Kalpika l Brankas Film-SMAN 2 Purbalingga l Fiksi l 15’12” l 2010&lt;br /&gt;Kisah eksperimen untuk membuktikan antara melahirkan dan bertelur.&lt;br /&gt;* Film Fiksi Terbaik Festival Film Purbalingga 2010&lt;br /&gt;* Film Fiksi Favorit Penonton (CLC Award) Festival Film Purbalingga 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-4578669442636030394?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/4578669442636030394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=4578669442636030394&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4578669442636030394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4578669442636030394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/02/pemutaran-film-pesta-buku-purbalingga.html' title='Pemutaran Film @Pesta Buku Purbalingga 2011'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-1062649689943529927</id><published>2011-02-25T14:34:00.000-08:00</published><updated>2011-02-25T14:37:04.852-08:00</updated><title type='text'>Layar Tanjleb @Gumelem Wetan, Banjarnegara</title><content type='html'>PEMERINTAH DESA GUMELEM WETAN, BANJARNEGARA&lt;br /&gt;KKN POSDAYA UNSOED PURWOKERTO DAN&lt;br /&gt;CINEMA LOVERS COMMUNITY PURBALINGGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mempersembahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;LAYAR TANJLEB&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 26 Februari 2011&lt;br /&gt;Jam 19.30&lt;br /&gt;di Pelataran Balai Desa Gumelem Wetan&lt;br /&gt;Kecamatan Susukan, Banjarnegara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PETUALANGAN PENTHIL PENTHOL (WANGSIT HARTA KARUN EMBAH SANGKIL)&lt;br /&gt;Wiryadi Dharmawan l Pink Blues l Animasi l 09’59” l 2002&lt;br /&gt;Penthil dan Penthol mendapat wangsit mencari harta karun Mbah Sangkil.&lt;br /&gt;*Juara 1 HelloFest vol 02 | 2005&lt;br /&gt;*Juara 1 S13FFEST 02 | 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PASUKAN KUCING GARONG&lt;br /&gt;Bowo Leksono l Multivita Min l Fiksi l 08’15” l 2006&lt;br /&gt;Apakah benar perang disukai anak-anak? Tentu bila perang sungguhan siapapun tak menyukainya. Bahkan anak-anak selalu menjadi korban. Tapi anak-anak akan menyukai sesuatu yang menantang. Bermain perang-perangan adalah salah satunya. Permainan ini sebagai salah satu bentuk penanaman nasionalisme pada diri anak. Begitu mungkin.&lt;br /&gt;* Film Terbaik (kategori fiksi) Mafviefest (Malang Film Video Festival) 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MERAJUT TRADISI&lt;br /&gt;Bowo Leksono l Laeli Leksono Film l Dokumenter l 20’00” l 2005&lt;br /&gt;Batik adalah salah satu komoditi andalan untuk memperkenalkan Indonesia di kancah internasional. Beberapa daerah di Indonesia menghasilkan seni batik yang mempunyai keunikan tersendiri, tak terkecuali Banyumas. Batik Banyumasan pernah mengalami masa kejayaan di era 1960-an. Bagaimana nasib Batik Banyumasan kini?&lt;br /&gt;* Nominasi (katergori amatir) Festival Film Dokumenter (FFD) 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AGENDA 19 &lt;br /&gt;Jihad Adjie l Kopi Kental Art Community Fiksi l 29’49” l 2009&lt;br /&gt;Perjuangan seorang anak bernama Lintar untuk mengikuti karnaval dalam memperingati 17-an di kota dengan memakai kostum warog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SABRINA PEMBATIK CILIK&lt;br /&gt;Putrangga Sektiyasa l Ekskul Jurnalistik Film Fotografi l Dokumenter l 05’51”l 2010 &lt;br /&gt;Sabrina sang pembatik cilik berprestasi namun karena keterbatasan biaya, ia tidak dapat meneruskan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PIGURA&lt;br /&gt;Darti dan Yasin l Sawah Artha Film l Fiksi 24:00 l 2010&lt;br /&gt;Kerinduan Gati pada ayahnya yang lama sekali tidak pulang, memotivasi Gati belajar giat. Apalagi Simbok selalu mengingatkan bahwa ayahnya akan cepat pulang jika Gati rajin belajar.&lt;br /&gt;* Film Terbaik Festival Film Remaja 2010&lt;br /&gt;* Sutradara Terbaik Festival Film Remaja 2010&lt;br /&gt;* Kameraman Terbaik Festival Film Remaja 2010&lt;br /&gt;* Editor Terbaik Festival Film Remaja 2010&lt;br /&gt;* Film Terbaik II Festival Film Anak Medan 2010&lt;br /&gt;* Sutradara Terbaik Festival Film Anak Medan 2010&lt;br /&gt;* Penghargaan Khusus Dewan Juri Festival Film Indonesia 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GORESAN ANAK-ANAK GUMELEM&lt;br /&gt;Bowo Leksono l GoldWater l Dokumenter l 30:00 l 2010&lt;br /&gt;Menyadarkan satu generasi akan tradisi tidaklah mudah. Dan Gumelem punya caranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ENDHOG&lt;br /&gt;Padmashita Kalpika l Brankas Film l Fiksi l 14’47” l 2010&lt;br /&gt;Kisah eksperimen untuk membuktikan antara melahirkan dan bertelur.&lt;br /&gt;* Film Fiksi Terbaik Festival Film Purbalingga 2010&lt;br /&gt;* Film Fiksi Favorit Penonton (CLC Award) Festival Film Purbalingga 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SENYUM LASMINAH&lt;br /&gt;Bowo Leksono l Laeli Leksono Film l Fiksi l 20’00” l 2005&lt;br /&gt;Siapa yang akan mempertahankan tradisi, ketika kerlip lampu ibukota menawarkan pesona? Ah Jakarta, memang selalu menggoda.&lt;br /&gt;* Film Terbaik Kedua (katergori budi pekerti) Festival Video Edukasi 2007&lt;br /&gt;* Boemboe 3 Cities Short Film Festival 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKITAR MIDNIGHT&lt;br /&gt;Felix dan Pito l Brankas Film l Fiksi l 15’00” l 2009&lt;br /&gt;Malam Jumat Kliwon bagi orang desa masih dianggap misteri. Apa jadinya kalau itu terjadi dan nyata?&lt;br /&gt;*Film Nominasi Purbalingga Film Festival 2009&lt;br /&gt;*Courts-Circuits: Spécial à courts d'écran CCF 2009&lt;br /&gt;*Film Fiksi Pendek Terbaik Tawuran! Festival Film Pendek Pelajar 2009&lt;br /&gt;*Penghargaan Konfiden (Favorit Penonton) Tawuran! Festival Film Pendek Pelajar 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-1062649689943529927?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/1062649689943529927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=1062649689943529927&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/1062649689943529927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/1062649689943529927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/02/layar-tanjleb-gumelem-wetan.html' title='Layar Tanjleb @Gumelem Wetan, Banjarnegara'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-1283045516458622442</id><published>2011-02-17T23:09:00.001-08:00</published><updated>2011-02-17T23:21:45.500-08:00</updated><title type='text'>Membuat Film itu Gampang, tapi Jangan Menggampangkan</title><content type='html'>Produksi film di kota kecil Purbalingga sudah mulai merambah pada kegiatan belajar-mengajar SMP dan SMA. Para pengajar yang mengampu mata pelajaran seperti bahasa Indonesia, bahasa Inggris, seni musik, multimedia, dan beberapa lainnya menugaskan kepada murid-murid untuk membuat film dan video.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan beberapa mata pelajaran diantaranya, tugas membuat film ternyata sudah berlangsung beberapa tahun tanpa memperhatikan apakah para pengajar yang memberi tugas itu memahami dan berpengalaman meski hanya sekali dalam proses produksi film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi, ini fenomena yang menggembirakan. Sisi lain, para guru itu tidak berpikir bahwa sesederhana apapun membuat film atau video perlu tahapan dan proses. Tidak sekedar murid bisa mengoperasikan kamera lalu mengeditnya dengan fasilitas yang memang tersedia di perangkat komputer standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya adalah murid SMP Negeri 1 Bobotsari, Purbalingga yang mendapat tugas untuk ujian praktik pelajaran Bahasa Inggris. Tidak ada kejelasan film jenis apa yang harus mereka produksi. Beberapa murid SMP itu beberapa hari lalu baru saja memproduksi film fiksi dengan fasilitasi dari Cinema Lovers Community (CLC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegiat CLC Asep Triyatno mengatakan referensi film anak muda sekarang adalah apa yang mereka lihat di televisi yaitu sinetron. “Karena itu, mereka hanya tahu membuat film itu ya membuat film cerita. Padahal ada banyak jenis film yang bisa dipelajari dan menjadi referensi,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penguasaan Teknologi dan Kreativitas Tinggi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Membuat film yang baik tidak sekedar menguasai teknologi, tapi juga membutuhkan kreativitas yang tinggi. Teknologi atau alat yang diperlukan untuk memproduksi film sudah bisa dibilang murah dan mudah dalam mengaksesnya. Hampir semua sekolah sudah memiliki alat-alat itu. Tapi apa jadinya bila murid-murid tidak diberi dasar kreativitas yang kuat untuk membuat film yang baik dan logis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri Intan Sari Dewi, siswi kelas IX SMP Negeri 1 Bobotsari dan beberapa teman satu kelompok yang mendapat tugas membuat film mengakui bahwa membuat film itu tidak gampang. “Banyak tahapan yang harus dikerjakan dan rumit. Tapi kami jadi tahu dan semakin tertarik setelah belajar dengan CLC,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri merasa imajinasi cerita yang dia buat tidak semuanya bisa diwujudkan dalam film karena harus disesuaikan dengan logika bercerita dan logika gambar. “Hal-hal seperti ini yang sebelumnya kami tidak tahu sama sekali. Guru tidak membekali kami apapun, hanya memberi tontonan beberapa film pendek. Teori membuat film pun tidak,” ujar siswi yang suka dengan film “Titanic” ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi CLC yang memang konsens memfasilitasi produksi film para pelajar melalui workshop film, tidak ada pihak yang salah dengan fenomena seperti ini. Semua itu bagian dari hasil penanaman virus film pendek yang disebar sejak 2004 silam di Purbalingga. Tinggal bagaimana cara mengarahkan dan membimbing anak muda agar mampu berkata bahwa “membuat film itu gampang, tapi jangan menggampangkan”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-1283045516458622442?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/1283045516458622442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=1283045516458622442&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/1283045516458622442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/1283045516458622442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/02/membuat-film-itu-gampang-tapi-jangan.html' title='Membuat Film itu Gampang, tapi Jangan Menggampangkan'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-7399228310883663975</id><published>2011-02-13T09:50:00.000-08:00</published><updated>2011-02-14T08:16:49.337-08:00</updated><title type='text'>Putar Film &amp; Diskusi; Tahun Kehutanan Internasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-VvNVQvSv4FU/TVlVS90s4RI/AAAAAAAAAog/RW5zLvaRF7A/s1600/poster%2Bfb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-VvNVQvSv4FU/TVlVS90s4RI/AAAAAAAAAog/RW5zLvaRF7A/s320/poster%2Bfb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573579798169313554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahun Kehutanan Internasional dan HUT Telapak ke-14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pemutaran Film &amp; Diskusi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Senin, 14 Februari 2011&lt;br /&gt;Jam 19.30&lt;br /&gt;Kedai Telapak&lt;br /&gt;Jl. Raya Baturraden KM 1 No. 188&lt;br /&gt;Pabuaran, Purwokerto telp. (0281) 5797627&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Ujung Kehancuran&lt;br /&gt;Insan Indah Pribadi l Sangkanparan l 2007 l 20:23&lt;br /&gt;Pembalakan hutan bakau semakin liar. Pembiaran terus terjadi. Dimanakah kepedulian dinas terkait?&lt;br /&gt;* Film Dokumenter Terbaik MafvieFest 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prahara Tsunami Bertabur Bakau&lt;br /&gt;Emanuel Tome Hayon &amp; Mikhael Yosviranto l Metro TV &amp; In-Docs l 2008 l 16:00&lt;br /&gt;Bencana seringkali meninggalkan kesedihan dan trauma bagi setiap orang yang mengalaminya. Tapi, bagi seorang Baba Akong dan istrinya, bencana adalah sebuah kebangkitan bagi kecintaan pada lingkungan.&lt;br /&gt;* Film Dokumenter Terbaik dan Favorit Pemirsa Eagle Awards Documentary Competition 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telapak Campaign&lt;br /&gt;Telapak Works l 06:37&lt;br /&gt;Tiga video kampanye Telapak terkait illegal logging, pemeliharaan lebah madu, dan illegal fishing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutanku Meratap&lt;br /&gt;Telapak l Rizaldi Siagian l 2008 l 08:09&lt;br /&gt;Film etnis musikal yang menyatukan suara dari hutan Indonesia. Kolaborasi Rizaldi Siagian, A. Slamet Widodo, dan Gekko Studio. Film ini telah ditetapkan sebagai film official pada Hari Bumi 2008 oleh Dailymotion dan sempat diputar di Istana Presiden pada Hari Lingkungan Hidup Juni 2008. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rogue Traders&lt;br /&gt;EIA &amp; Telapak l 09:10&lt;br /&gt;Hasil investigasi Telapak bersama EIA (Environmental Investigation Agency) mengungkap dua gembong mafia kayu. Dua penyelundup ini beroperasi di dua wilayah, Surabaya dan Makassar. Dengan berbagai cara dan muslihat, mereka mengekspor kayu merbau dari Papua ke Cina. Aparat hukum seakan tidak mampu membendung gerakan dua penyelundup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Last Frontier &lt;br /&gt;EIA &amp; Telapak l 20:26&lt;br /&gt;Asia telah kehilangan 95% batas hutannya. Kebanyakan dari hutan yang tersisa terdapat di Indonesia tepatnya Papua. Target utama pembalak liar di Papua adalah jenis kayu merbau yang bernilai tinggi. Hasil investigasi terhadap sindikat kejahatan internasional terkait pencurian kayu merbau dalam jumlah besar dari hutan Indonesia yang diselundupkan ke Cina, sebagai salah satu negara dengan konsumen kayu ilegal terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Support by:&lt;br /&gt;Telapak – Kompleet – Cinema Lovers Community Purbalingga&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-7399228310883663975?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/7399228310883663975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=7399228310883663975&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7399228310883663975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7399228310883663975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/02/putar-film-diskusi-hari-kehutanan.html' title='Putar Film &amp; Diskusi; Tahun Kehutanan Internasional'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-VvNVQvSv4FU/TVlVS90s4RI/AAAAAAAAAog/RW5zLvaRF7A/s72-c/poster%2Bfb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-8848662422643790447</id><published>2011-02-10T15:53:00.000-08:00</published><updated>2011-02-14T08:21:23.878-08:00</updated><title type='text'>Layar Tanjleb @Gumelem Kulon, Banjarnegara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-iG7wmrZs-NU/TVlWdy9LcjI/AAAAAAAAAoo/-735fSgCpCI/s1600/poster-fb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-iG7wmrZs-NU/TVlWdy9LcjI/AAAAAAAAAoo/-735fSgCpCI/s320/poster-fb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573581083742270002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Desa Gumelem Kulon, Banjarnegara&lt;br /&gt;featuring with&lt;br /&gt;Cinema Lovers Community Purbalingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;presents&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Layar Tanjleb&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 12 Februari 2011&lt;br /&gt;Jam 19.30 – selesai&lt;br /&gt;Lapangan Grumbul Dares, Desa Gumelem Kulon&lt;br /&gt;Kecamatan Susukan, Banjarnegara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NGGAK KAYAK LONTONG BALAP KEMARIN&lt;br /&gt;Wiryadi Dharmawan l Pink Blues l Animasi l 03’23” l 2010&lt;br /&gt;Yudis mengajak Broky membeli Lontong Balap di warungnya Pak Waw. Karena kemarin dia beli dan enak!&lt;br /&gt;*4 besar people choice HelloFest 07&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GORESAN ANAK-ANAK GUMELEM&lt;br /&gt;Bowo Leksono l GoldWater l Dokumenter l 29’59” l 2010&lt;br /&gt;Menyadarkan satu generasi akan tradisi tidaklah mudah. Dan Gumelem punya caranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PIGURA&lt;br /&gt;Darti dan Yasin l Sawah Artha Film l Fiksi l 24’00” l 2010&lt;br /&gt;Kerinduan Gati pada ayahnya yang lama sekali tidak pulang, memotivasi Gati belajar giat. Apalagi Simbok selalu mengingatkan bahwa ayahnya akan cepat pulang jika Gati rajin belajar.&lt;br /&gt;* Film Terbaik Festival Film Remaja 2010&lt;br /&gt;* Sutradara Terbaik Festival Film Remaja 2010&lt;br /&gt;* Kameraman Terbaik Festival Film Remaja 2010&lt;br /&gt;* Editor Terbaik Festival Film Remaja 2010&lt;br /&gt;* Film Terbaik II Festival Film Anak Medan 2010&lt;br /&gt;* Sutradara Terbaik Festival Film Anak Medan 2010&lt;br /&gt;* Penghargaan Khusus Dewan Juri Festival Film Indonesia 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADA GULA SEMUT&lt;br /&gt;Bowo Leksono l GoldWater Films l Dokumenter l 19’29” l 2010&lt;br /&gt;Banyumas adalah produsen gula kelapa terbesar di Indonesia. Bagaimana nasib para petani gula kelapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NYARUTANG&lt;br /&gt;Asep Triatno l Bozz Community l Fiksi l 09’31” l 2009&lt;br /&gt;Jono yang menemukan dompet Adel secara tidak sengaja kemudian Jono berusaha membayar hutang atas uang yang dipakainya.&lt;br /&gt;*Film Perhatian Khusus Juri (JKFB Award) Purbalingga Film Festival 2009&lt;br /&gt;*Boemboe Forum 2009&lt;br /&gt;*3 Cities Short Film Festival 2010&lt;br /&gt;*Europe on Screen 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SENYUM LASMINAH&lt;br /&gt;Bowo Leksono l Laeli Leksono Film l Fiksi l 20’02” l 2005&lt;br /&gt;Siapa yang akan mempertahankan tradisi, ketika kerlip lampu ibukota menawarkan pesona? Ah Jakarta, memang selalu menggoda.&lt;br /&gt;* Film Terbaik Kedua (katergori budi pekerti) Festival Video Edukasi 2007&lt;br /&gt;* Boemboe 3 Cities Short Film Festival 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ENDHOG&lt;br /&gt;Padmashita Kalpika l Brankas Film l Fiksi l 15’12” l 2010&lt;br /&gt;Kisah eksperimen untuk membuktikan antara melahirkan dan bertelur.&lt;br /&gt;* Film Fiksi Terbaik Festival Film Purbalingga 2010&lt;br /&gt;* Film Fiksi Favorit Penonton (CLC Award) Festival Film Purbalingga 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUDARNYA MALAM DI GUMELEM&lt;br /&gt;Rulia Iva Dhalina l Baracinema Production l Dokumenter l 14:15 l 2010&lt;br /&gt;Bagi Eyang Mukminah, membatik adalah napas hidup. Ada kegelisahan tentang siapa yang akan meneruskan membatik di keluarganya karena ia tak menemukan kesungguhan dan satu pun jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKITAR MIDNIGHT&lt;br /&gt;Felix dan Pito l Brankas Film l Fiksi l 15:44 l 2009&lt;br /&gt;Malam Jumat Kliwon bagi orang desa masih dianggap misteri. Apa jadinya kalau itu terjadi dan nyata?&lt;br /&gt;*Film Nominasi Purbalingga Film Festival 2009&lt;br /&gt;*Courts-Circuits: Spécial à courts d'écran CCF 2009&lt;br /&gt;*Film Fiksi Pendek Terbaik Tawuran! Festival Film Pendek Pelajar 2009&lt;br /&gt;*Penghargaan Konfiden (Favorit Penonton) Tawuran! Festival Film Pendek Pelajar 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-8848662422643790447?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/8848662422643790447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=8848662422643790447&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/8848662422643790447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/8848662422643790447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/02/layar-tanjleb-gumelem-kulon.html' title='Layar Tanjleb @Gumelem Kulon, Banjarnegara'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-iG7wmrZs-NU/TVlWdy9LcjI/AAAAAAAAAoo/-735fSgCpCI/s72-c/poster-fb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-5977871288049916762</id><published>2011-02-06T21:57:00.000-08:00</published><updated>2011-02-14T08:25:46.863-08:00</updated><title type='text'>Ruang Berkreasi Kaum Muda Minim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-2PrYCN3Dn2Y/TVlXgOVyhZI/AAAAAAAAAow/210qvGCrX30/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 169px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-2PrYCN3Dn2Y/TVlXgOVyhZI/AAAAAAAAAow/210qvGCrX30/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573582224964617618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- Kelas Menulis Dibuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PURBALINGGA- Ruang yang representatif bagi kaum muda untuk terus berkarya di Kabupaten Purbalingga, dinilai masih minim. Imbasnya, banyak anak muda yang masih berperilaku negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian tersebut dituturkan Direktur Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga, Bowo leksono, saat pelaksanaan pertemuan perdana program Kelas Menulis di Bioskop Pojokan, Jumat (4/2). Kelas yang dihelat dengan berkerjasama dengan Komunitas Cengloe itu diikuti sekitar 20 peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Purbalingga tidak ada ruang, karena itu kita memanfaatkan ruang yang ada. Meski minimalis. Padahal, ruang untuk berkreasi bisa meminimalisir perilaku negatif anak muda," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, dengan mengesampingkan keterbatasan yang ada, program kelas menulis tersebut dibuat. Di kelas menulis tersebut, ujar Bowo, menjadi ajang belajar bersama bagi peserta, yang memang datang dari berbagai kalangan. Mulai dari pelajar, mahasiswa, buruh, abdi negara hingga dosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas tersebut dibikin agar mampu menjadi ruang penyemangat peserta untuk menggeluti dunia penulisan. Meskipun menulis bisa dilakukan secara personal, lanjut Bowo, peserta tetap membutuhkan waktu dan ruang guna berbagi pengalaman serta ide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan banyak ngobrol, jadi banyak yang bisa dibahas dan bisa saling berbagi. Nanti, hasilnya akan sangat berbeda, jika dibanding hanya secara personal," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas di Bioskop Pojokan, Jl Achmad Nur Kauman (sisi barat pendapa bupati) Purbalingga itu, menurut pegiat Komunitas Cengloe Bangkit Wismo tidak melulu berbicara tentang teknis penulisan. Melainkan, juga terkait proses pemberdayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dituturkan, dalam proses pembelajaran di kelas menulis itu, peserta bukan hanya mendapatkan materi. Namun, juga bisa memberikan gagasan mengenai proses berjalannya kelas tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Milik Bersama&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Teman-teman peserta, kata Bangkit, akan diajak untuk menuangkan ide yang dimiliknya. Dan ide itu tidak sebatas ide tulisan. "Karena konsep kelas menulis memang digarapkan bisa jadi milik semua peserta. Bukan hanya penyelenggara," jelas dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tambah Bangkit, kelas menulis yang digelar tanpa biaya sepeser pun itu, peserta juga diajak untuk mengembangkan jaringan. Pengembangan jaringan tersebut, dimulai dengan mendatangkan mentor-mentor yang berkompeten ke kelas tersebut. "Namun, karena mentor tidak hadir setiap pertemuan, maka itu peserta diharap aktif dalam kelas," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu mentor, Khadis menuturkan proses menulis adalah sebuah proses untuk lebih cerdas karena menjadikan penulis lebih peka. “Menulis bisa menggerakan semua sel di seluruh tubuh, terlebih menulis bukan hanya butuh kemampuan mengungkapkan kata. Tetapi juga butuh pergaulan dan ngobrol," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertemuan perdana tersebut, peserta banyak mengajukan pertanyaan mengenai problematika dalam menulis. Seperti tentang pilihan kata, cara mengawali menulis, inspirasi dan orisinalitas ide, mood, serta minimnya dukungan dari orang di sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang tua tidak support kegiatan menulis, padahal menulisnya saat waktu senggang. Menulis dianggap tidak berguna dan buang-buang waktu," kata salah satu peserta, Silvy Septyani Gumelar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-5977871288049916762?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/5977871288049916762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=5977871288049916762&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/5977871288049916762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/5977871288049916762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/02/ruang-berkreasi-kaum-muda-minim.html' title='Ruang Berkreasi Kaum Muda Minim'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-2PrYCN3Dn2Y/TVlXgOVyhZI/AAAAAAAAAow/210qvGCrX30/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-6284526614753269494</id><published>2011-02-01T06:42:00.000-08:00</published><updated>2011-02-01T06:43:56.846-08:00</updated><title type='text'>Kelas Menulis Hadir di Purbalingga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TUgcH9Pxy2I/AAAAAAAAAoU/1OdxJLDjZ5I/s1600/167369_102057386537638_100002001300701_9765_136335_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 181px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TUgcH9Pxy2I/AAAAAAAAAoU/1OdxJLDjZ5I/s320/167369_102057386537638_100002001300701_9765_136335_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568731862269021026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- Solusi Budaya Menulis yang Tak Berkembang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya menulis di kalangan kaum muda di Banyumas Raya, khususnya di Purbalingga, kian tergerus. Budaya menulis yang semestinya hadir setelah budaya lisan, justru dilompati oleh budaya menonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, kaum muda sekarang lebih menikmati hal-hal yang bersifat audio dan visual. Termasuk juga menampilkan dirinya agar layak ditonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur CLC Purbalingga, Bowo Leksono mengatakan, seperti halnya berbahasa, menulis merupakan sebuah kebiasaan. Namun, kata dia, kebiasaan tersebut tak pernah dibangun. Terutama di sekolah, tempat kaum muda menghabiskan separuh harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ternyata sekolah formal tidak mempunyai cukup kemampuan membiasakan anak didiknya membaca dan menulis," tandas dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya, anak-anak sekolah pada masa sekarang ini, justru tampaknya lebih banyak mendapat asupan pendidikan dari televisi. Minimnya pengunjung perpustakaan, dianggapnya sebagai bentuk tak berkembangnya budaya membaca dan menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka itulah, CLC Purbalingga mencoba mengembangkan Kelas Menulis gratis bagi kaum muda di Purbalingga. Program tersebut hasil kerjasama dengan Komunitas Cengloe. "Menulis adalah basis dari segala kreativitas," tukas Bowo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikemukakannya, arahan kelas menulis yang bakal dilaksanakan saban Jumat Pukul 15.30 WIB itu lebih berbasis pada penulisan bidang jurnalistik. Akan tetapi, model penulisan tersebut bisa disesuaikan dengan kesepakatan dan menilik kemampuan yang diinginkan serta dimiliki peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan berbasis tulisan jurnalistik, tambah Bangkit Wismo, pegiat Komunitas Cengloe, dipilih lantaran tulisan tersebut yang terkadang mampu mencerminkan karya tulisan yang dekat dengan masyarakat dan lekat dengan konteks sosial di kalangan muda Purbalingga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih, selama ini, masih sulitnya ditemukan karya kaum muda yang mampu merefleksikan kondisi masyarakat Purbalingga. "Dengan kata lain, kami ingin membuat teman-teman semua bisa menghasilkan tulisan yang dekat dengan masyarakat," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menghadirkan tentor di bidang jurnalistik dan penulisan pada umumnya, paling tidak hampir ada sepuluh mentor yang siap dihadirkan dalam kelas menulis yang gelaran perdananya Jumat, 4 Februari 2011, di Bioskop Pojokan; Jl Achmad Nur Kauman (sisi barat pendapa bupati) Purbalingga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-6284526614753269494?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/6284526614753269494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=6284526614753269494&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6284526614753269494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6284526614753269494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/02/kelas-menulis-hadir-di-purbalingga.html' title='Kelas Menulis Hadir di Purbalingga'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TUgcH9Pxy2I/AAAAAAAAAoU/1OdxJLDjZ5I/s72-c/167369_102057386537638_100002001300701_9765_136335_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-3321284951006339489</id><published>2011-01-18T02:16:00.000-08:00</published><updated>2011-02-01T06:21:50.810-08:00</updated><title type='text'>Kelas Menulis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TUgW8r6dfpI/AAAAAAAAAn8/FFV44e9WeQw/s1600/Kelas%2BMenulis-.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TUgW8r6dfpI/AAAAAAAAAn8/FFV44e9WeQw/s320/Kelas%2BMenulis-.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568726171079507602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Membaca belum membudaya bagi masyarakat Indonesia pada umumnya. Sepinya perpustakaan dari pengunjung adalah salah satu bukti nyata. Realita ini berimbas pada langkanya budaya menulis. Bisa dibilang, menulis adalah basis dari segala kreativitas. Untuk itu, kami, Cengloe dan Cinema Lovers Community (CLC) membuka Kelas Menulis bagi anak muda Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sasaran&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Anak muda (SMP, SMA, mahasiswa, umum) Purbalingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari, Waktu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Setiap Jumat, jam 15.30-17.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tempat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bioskop Pojokan; Posko Bambang Soesatyo, Jl Achmad Nur Kauman (sisi barat pendapa bupati) Purbalingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penggagas&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Cengloe kerjabersama Cinema Lovers Community&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tanggal Mulai Pelaksanaan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Jumat, 4 Februari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Info Pendaftaran&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;1. Bangkit Wismo&lt;br /&gt;Hp: 085227126328&lt;br /&gt;Email: py_chink_4021@yahoo.co.id&lt;br /&gt;2. Asep Triyatno&lt;br /&gt;Hp: 085726331267&lt;br /&gt;Email: ncepz_osbozz@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;GRATIS !&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-3321284951006339489?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/3321284951006339489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=3321284951006339489&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3321284951006339489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3321284951006339489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/01/kelas-menulis.html' title='Kelas Menulis'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TUgW8r6dfpI/AAAAAAAAAn8/FFV44e9WeQw/s72-c/Kelas%2BMenulis-.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-231320070268682897</id><published>2011-01-11T09:07:00.000-08:00</published><updated>2011-02-01T06:25:55.780-08:00</updated><title type='text'>“Kado buat Kota Tercinta” Hadir di Perum Abdi Negara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TUgX5ccjc3I/AAAAAAAAAoE/zda8ufgwE3o/s1600/abdi%2Bnegara-fb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TUgX5ccjc3I/AAAAAAAAAoE/zda8ufgwE3o/s320/abdi%2Bnegara-fb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568727214899557234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemutaran Film dan Diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 12 Januari 2011&lt;br /&gt;Jam 19.30 wib&lt;br /&gt;Di Jl Bima Blok J-3 Perum Abdi Negara&lt;br /&gt;Bojanegara, Padamara, Purbalingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan video dokumenter yang dibuat sebagai proyek menyambut ulang tahun kota Purbalingga pada akhir 2010. Banyak persoalan yang belum terungkap, dan karya-karya ini hadir untuk menyelidikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Kaki Lima&lt;br /&gt;Sutradara Asep Triyatno&lt;br /&gt;Durasi 06’42” menit&lt;br /&gt;Trotoar di Bobotsari yang digunakan tidak sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Penakhluk Waktu&lt;br /&gt;Sutradara Ayun Endra Yanto&lt;br /&gt;Durasi 09’04” menit&lt;br /&gt;Kehidupan seorang bakul jamu yang termakan zaman dan modernisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi Dewi&lt;br /&gt;Sutradara Bowo Leksono&lt;br /&gt;Durasi 07’16” menit&lt;br /&gt;Saat air sungai meluap, kembar Dewi dan teman-temannya terpaksa bolos sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumahku Bukan Istanaku&lt;br /&gt;Sutradara Nanki Nirmanto&lt;br /&gt;Durasi 06’18” menit&lt;br /&gt;Mbok Sumini, janda miskin yang tinggal jauh dari akses Pemerintah Daerah ini berusaha bertahan hidup di gubug reyot tak layak huni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Buruh&lt;br /&gt;Sutradara Nanda Dian Sari&lt;br /&gt;Durasi 08’55” menit&lt;br /&gt;Mataku tak seindah aksesoris mata buatanku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-231320070268682897?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/231320070268682897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=231320070268682897&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/231320070268682897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/231320070268682897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/01/kado-buat-kota-tercinta-hadir-di-perum.html' title='“Kado buat Kota Tercinta” Hadir di Perum Abdi Negara'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TUgX5ccjc3I/AAAAAAAAAoE/zda8ufgwE3o/s72-c/abdi%2Bnegara-fb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-5803998119586322440</id><published>2011-01-05T00:22:00.000-08:00</published><updated>2011-01-08T04:40:32.363-08:00</updated><title type='text'>“Kado buat Kota Tercinta” Hadir untuk Publik Purwokerto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TShbHvRnnkI/AAAAAAAAAnc/y1nk3aF3r7E/s1600/Poster%2Bdi%2BTelapak-fb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TShbHvRnnkI/AAAAAAAAAnc/y1nk3aF3r7E/s320/Poster%2Bdi%2BTelapak-fb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559793928496455234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemutaran Film dan Diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 8 Januari 2011&lt;br /&gt;Jam 19.30 wib&lt;br /&gt;Di Kedai Telapak&lt;br /&gt;Jl. Raya Baturraden KM 1 No. 188&lt;br /&gt;Pabuaran, Purwokerto Telp. (0281)5797627&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan video dokumenter yang dibuat sebagai proyek menyambut ulang tahun kota Purbalingga pada akhir 2010. Banyak persoalan yang belum terungkap, dan karya-karya ini hadir untuk menyelidikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Kaki Lima&lt;br /&gt;Sutradara Asep Triyatno&lt;br /&gt;Durasi 06’42” menit&lt;br /&gt;Trotoar di Bobotsari yang digunakan tidak sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Penakhluk Waktu&lt;br /&gt;Sutradara Ayun Endra Yanto&lt;br /&gt;Durasi 09’04” menit&lt;br /&gt;Kehidupan seorang bakul jamu yang termakan zaman dan modernisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi Dewi&lt;br /&gt;Sutradara Bowo Leksono&lt;br /&gt;Durasi 07’16” menit&lt;br /&gt;Saat air sungai meluap, kembar Dewi dan teman-temannya terpaksa bolos sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumahku Bukan Istanaku&lt;br /&gt;Sutradara Nanki Nirmanto&lt;br /&gt;Durasi 06’18” menit&lt;br /&gt;Mbok Sumini, janda miskin yang tinggal jauh dari akses Pemerintah Daerah ini berusaha bertahan hidup di gubug reyot tak layak huni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Buruh&lt;br /&gt;Sutradara Nanda Dian Sari&lt;br /&gt;Durasi 08’55” menit&lt;br /&gt;Mataku tak seindah aksesoris mata buatanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Support by&lt;br /&gt;*Kedai Telapak&lt;br /&gt;*Perpustakaan Film &amp; Buku JKFB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-5803998119586322440?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/5803998119586322440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=5803998119586322440&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/5803998119586322440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/5803998119586322440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2011/01/kado-buat-kota-tercinta-hadir-untuk.html' title='“Kado buat Kota Tercinta” Hadir untuk Publik Purwokerto'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TShbHvRnnkI/AAAAAAAAAnc/y1nk3aF3r7E/s72-c/Poster%2Bdi%2BTelapak-fb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-5630401479412356261</id><published>2010-12-26T13:14:00.000-08:00</published><updated>2011-02-01T06:32:05.931-08:00</updated><title type='text'>Kado buat Kota Tercinta di STMIK Amikom Purwokerto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TUgZSlaD4RI/AAAAAAAAAoM/pLGwj7jsDMQ/s1600/poster.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TUgZSlaD4RI/AAAAAAAAAoM/pLGwj7jsDMQ/s320/poster.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568728746313376018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemutaran Film dan Diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kado buat Kota Tercinta jilid 2”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 28 Desember 2010&lt;br /&gt;Jam 16.00 wib&lt;br /&gt;Di Kampus STMIK AMIKOM Purwokerto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan video dokumenter yang dibuat sebagai proyek menyambut ulang tahun kota Purbalingga. Banyak persoalan yang belum terungkap, dan karya-karya ini hadir untuk menyelidikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Kaki Lima&lt;br /&gt;Sutradara Asep Triyatno&lt;br /&gt;Durasi 06’42” menit&lt;br /&gt;Trotoar di Bobotsari yang digunakan tidak sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Penakhluk Waktu&lt;br /&gt;Sutradara Ayun Endra Yanto&lt;br /&gt;Durasi 09’04” menit&lt;br /&gt;Kehidupan seorang bakul jamu yang termakan zaman dan modernisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi Dewi&lt;br /&gt;Sutradara Bowo Leksono&lt;br /&gt;Durasi 07’16” menit&lt;br /&gt;Saat air sungai meluap, kembar Dewi dan teman-temannya terpaksa bolos sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumahku Bukan Istanaku&lt;br /&gt;Sutradara Nanki Nirmanto&lt;br /&gt;Durasi 06’18” menit&lt;br /&gt;Mbok Sumini, janda miskin yang tinggal jauh dari akses Pemerintah Daerah ini berusaha bertahan hidup di gubug reyot tak layak huni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Buruh&lt;br /&gt;Sutradara Nanda Dian Sari&lt;br /&gt;Durasi 08’55” menit&lt;br /&gt;Mataku tak seindah aksesoris mata buatanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Support by&lt;br /&gt;Kofimik &amp; CLC&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-5630401479412356261?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/5630401479412356261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=5630401479412356261&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/5630401479412356261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/5630401479412356261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/12/kado-buat-kota-tercinta-di-stmik-amikom.html' title='Kado buat Kota Tercinta di STMIK Amikom Purwokerto'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TUgZSlaD4RI/AAAAAAAAAoM/pLGwj7jsDMQ/s72-c/poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-5995090239487079668</id><published>2010-12-25T14:34:00.000-08:00</published><updated>2011-01-08T04:49:47.814-08:00</updated><title type='text'>Pelajar Padati Pemutaran Kado buat Kota Tercinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TShcrT2DKnI/AAAAAAAAAnk/1ULSs7Dqqqs/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TShcrT2DKnI/AAAAAAAAAnk/1ULSs7Dqqqs/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559795639119981170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak biasanya rumah salah satu anggota DPR Pusat Bambang Soesatyo yang terletak di sisi barat Pendapa Bupati Purbalingga, Sabtu malam (25/12) dipadati pelajar SMA yang datang dari wilayah Banyumas Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pelajar dan apresian lain itu menghadiri sebuah program acara bertajuk Kado buat Kota Tercinta berupa pemutaran film dan diskusi. Malam itu, rumah berukuran sedang disulap menjadi bioskop. Sekitar 60 lebih penonton memenuhi rumah itu hingga tak mampu menampungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Cinema Lovers Community (CLC) yang memasuki tahun kedua ini dirancang dan dihadirkan sebagai hadiah Hari Jadi Kota Purbalingga yang ke-180.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegiat CLC Nanki Nirmanto mengatakan program ini dibuat sebagai ruang kreatif bagi anak muda Purbalingga untuk belajar berkreasi lewat media film. “Ruang ini bertujuan menampung kegelisahan dan kepekaan anak muda terhadap kondisi miris Purbalingga di tengah-tengah pesatnya pembangunan,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, program berhasil mengumpulkan lima film dokumenter pendek antara lain “Mata Buruh” sutradara Nanda Dian Sari berkisah seputar buruh perempuan pembuat bulu mata palsu yang tidak jelas jaminan kesehatan matanya, “Dewi Dewi” sutradara Bowo Leksono menangkap kondisi ketiadaan infrastruktur berupa jembatan selama bertahun-tahun, “Sang Penakhluk Waktu” sutradara Ayun Endra Yanto menceritakan kehidupan seorang bakul jamu gendong yang tertatih-tatih menghadapi modernitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian film bertajuk “Rumahku Bukan Istanaku” sutradara Nanki Nirmanto berkisah seorang janda miskin bernama Mbok Sumini yang tinggal jauh dari akses Pemerintah Daerah. Ia dan keluarganya berusaha bertahan hidup di gubug reyot tak layak huni, sementara “Jalan Kaki Lima” sutradara Asep Triyatno memotret kondisi trotoar di wilayah Bobotsari yang sangat tidak berpihak kepada para pejalan kaki dan pedagang kaki lima itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memutar film dan berdiskusi, didahului peluncuran media independen Purbalingga Autonomy Review (PAR) yang diterbitkan oleh Institut Negri Perwira. Penanggung jawab PAR Indaru Setyo Nurprojo mengatakan PAR adalah media untuk menyalurkan ide dan gagasan yang kritis, solutif dan inovatif terhadap kondisi sosial, ekonomi, budaya dan politik di Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“PAR hadir untuk mendorong terciptanya kondisi demokratis antara penyelenggara negara, masyarakat sosial, masyarakat ekonomi dan masyarakat politik di Purbalingga,” ungkap dosen Ilmu Politik FISIP Unsoed ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-5995090239487079668?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/5995090239487079668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=5995090239487079668&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/5995090239487079668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/5995090239487079668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/12/pelajar-padati-pemutaran-kado-buat-kota.html' title='Pelajar Padati Pemutaran Kado buat Kota Tercinta'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TShcrT2DKnI/AAAAAAAAAnk/1ULSs7Dqqqs/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-3833672086909273463</id><published>2010-12-25T14:30:00.000-08:00</published><updated>2011-01-08T04:57:20.898-08:00</updated><title type='text'>Film Banyumas Raya Kembali Berjaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TShe8LNRVNI/AAAAAAAAAns/pQsDcHA71Sg/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 245px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TShe8LNRVNI/AAAAAAAAAns/pQsDcHA71Sg/s320/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559798127882491090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di penghujung tahun, film dokumenter “The Water Diviner” (Sang Pawang Air) karya Bowo Leksono kembali menyabet penghargaan. Kali ini menjadi film terbaik di ajang Video and Photo Contest yang diselenggarakan oleh Collaborative Knowledge Network Indonesia (CKNet-INA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penganugerahan Kontes Video dan Foto bertema “Community, Water and Climate Change” ini dilakukan pada acara Knowledge Network for Water Conference di Ballroom Hotel Grand Kemang, Jakarta, beberapa hari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu pula diputar film-film pemenang dan dipamerkan foto-foto pemenang sebagai wujud kampanye perubahan sikap dalam menyikapi krisis air dan dampak perubahan iklim dan untuk kegiatan non-profit jejaring CKNet-INA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film “Sang Pawang Air” dinilai mampu menunjukkan perspektif masyarakat  mengenai air dan perubahan iklim dan menunjukkan bagaimana kehidupan atau komunitas yang telah berubah dan menyesuaikan diri dari waktu ke waktu karena perubahan iklim dan dampaknya pada air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutradara “Sang Pawang Air” Bowo Leksono mengatakan film dokumenter garapannya adalah tentang perjuangan eksistensi sebuah kelompok masyarakat di Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, Banyumas terhadap kebutuhan air bersih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyumas, lanjut Bowo, seperti halnya daerah-daerah lain di Indonesia, tak luput dari bencana krisis air bersih. Namun, masyarakat Desa Singasari telah mampu memberi contoh solusi lokal secara mandiri tanpa campur tangan pemerintah daerah. “Masyarakat Desa Singasari telah mampu maju satu langkah melakukan perubahan perilaku dan mangatasi perubahan iklim yang terjadi,” tuturnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Co-Team Leader CKNet-INA Jan TL Yap mengatakan karya terbaik dipilih untuk membantu menyampaikan pesan kepada pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan di seluruh dunia bahwa kita harus bertindak sedari sekarang untuk menghadapi dampak dari perubahan iklim dan krisis air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karya terbaik akan dipergunakan untuk kegiatan kampanye menghadapi krisis dan pencemaran air dan perubahan iklim baik di kancah nasional maupun internasional sebagai dampak perubahan iklim di berbagai negara,” ungkap Jan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, film “Sang Pawang Air” telah berhasil meraih penghargaan sebagai film terbaik II di ajang Kompetisi Dokumenter FORKAMI 2008 dan Special Mention (Film Pilihan Juri) di South to South Film Festival 2010.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-3833672086909273463?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/3833672086909273463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=3833672086909273463&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3833672086909273463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3833672086909273463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/12/film-banyumas-raya-kembali-berjaya.html' title='Film Banyumas Raya Kembali Berjaya'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TShe8LNRVNI/AAAAAAAAAns/pQsDcHA71Sg/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-7699335664565008748</id><published>2010-12-25T14:09:00.000-08:00</published><updated>2011-01-08T05:03:04.390-08:00</updated><title type='text'>Kado buat Kota Tercinta jilid 2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TShgbJFrZII/AAAAAAAAAn0/c1Ei4kSPCEw/s1600/undangan-fb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TShgbJFrZII/AAAAAAAAAn0/c1Ei4kSPCEw/s320/undangan-fb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559799759401346178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka turut menyemarakkan Hari Jadi Purbalingga ke-180, Cinema Lovers Community (CLC) menggelar pemutaran video dan diskusi. Agenda tahunan yang merupakan program bersama ini menjadi ruang kreatif bagi anak muda Purbalingga yang selama ini masih belum luas ruang geraknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemutaran video dan diskusi bertajuk “Kado buat Kota Tercinta” rencananya digelar pada Sabtu, 25 Desember 2010 pukul 19.30 wib di Posko Bambang Soesatyo Jl. Jambu Karang Kauman (sebelah barat Pendapa Bupati) Purbalingga dan terbuka untuk umum. Pada kesempatan itu akan dilakukan peluncuran perdana media Purbalingga Autonomy Review (PAR).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Officer Kado buat Kota Tercinta Nanki Nirmanto mengatakan program bersama yang memasuki tahun kedua ini berhasil mengumpulkan 5 karya video dokumenter pendek dari para pembuat film Purbalingga. “Program ini merupakan ajang kreatif untuk melatih kepekaan terhadap kondisi lingkungan sosial kemasyarakatan,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima karya video tersebut berjudul “Mata Buruh” sutradara Nanda Dian Sari berkisah seputar buruh perempuan pembuat bulu mata palsu yang tidak jelas jaminan kesehatan matanya, “Dewi Dewi” sutradara Bowo Leksono menangkap kondisi ketiadaan infrastruktur berupa jembatan selama bertahun-tahun, “Sang Penakhluk Waktu” sutradara Ayun Endra Yanto menceritakan kehidupan seorang bakul jamu gendong yang tertatih-tatih menghadapi modernitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian video bertajuk “Rumahku Bukan Istanaku” sutradara Nanki Nirmanto berkisah seorang janda miskin bernama Mbok Sumini yang tinggal jauh dari akses Pemerintah Daerah. Ia dan keluarganya berusaha bertahan hidup di gubug reyot tak layak huni, sementara “Jalan Kaki Lima” sutradara Asep Triyatno memotret kondisi trotoar di wilayah Bobotsari yang sangat tidak berpihak kepada para pejalan kaki dan pedagang kaki lima itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan diputar pula video dokumentasi perseteruan CLC dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Purbalingga pada even Gelar Budaya dalam rangkaian ulang tahun Purbalingga setahun silam saat kepemimpinan Bupati Triyono Budi Sasongko. Video ini belum sempat terpublikasi dan masih menyisakan berbagai persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kritik Sosial&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Seluruh karya video, sesuai dengan program yang sudah disepakati, mengandung kritik sosial, lingkungan, dan kebijakan pembangunan di Purbalingga. Karya seni tidak sekedar mengandung nilai estetika tapi harus mampu menjadi daya kritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kado buat Kota Tercinta menurut Nanki, adalah ajang bagi anak muda untuk berkarya dan mengkritisi lingkungan sekitarnya. “Anak muda tidak boleh hanya melihat pembangunan dari permukaannya saja tapi harus lebih peka terhadap kondisi sekitar dan seniman jangan selalu berkarya yang indah-indah saja tapi harus berpihak pada yang lemah juga,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kado spesial berupa kemasan album kompilasi DVD dan media PAR ini rencananya dibagikan kepada penentu kebijakan di Purbalingga. Harapannya, mereka mempunyai alternatif referensi dan informasi tentang gambaran pembangunan di Purbalingga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-7699335664565008748?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/7699335664565008748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=7699335664565008748&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7699335664565008748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7699335664565008748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/12/kado-buat-kota-tercinta-jilid-2.html' title='Kado buat Kota Tercinta jilid 2'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TShgbJFrZII/AAAAAAAAAn0/c1Ei4kSPCEw/s72-c/undangan-fb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-9173742413130782323</id><published>2010-12-07T08:09:00.000-08:00</published><updated>2010-12-07T08:18:43.871-08:00</updated><title type='text'>Anak Desa Sabet Piala Citra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TP5eBMKtPmI/AAAAAAAAAlo/UAs5TK4WECA/s1600/a.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TP5eBMKtPmI/AAAAAAAAAlo/UAs5TK4WECA/s320/a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547975165506043490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mata kedua anak desa itu berkaca-kaca saat berada di atas panggung megah Penganugerahan Festival Film Indonesia (FFI) 2010, Senin malam (6/12). Betapa tidak, mereka sepanggung bersama para insan perfilman nasional, menerima Piala Citra sebagai lambang supremasi film nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darti dan Yasin, sutradara remaja yang masih duduk di bangku kelas IX dan VII SMP 4 Satu Atap Karangmoncol, Purbalingga lewat film “Pigura” produksi Sawah Artha Film berhasil menyabet Penghargaan Khusus kategori Film Pendek FFI 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Senang, bisa ketemu langsung para pemain film. Membayangkan kelak bisa menyutradarai mereka,” ujar Darti tersenyum usai acara penganugerahan. Tak berbeda dengan Yasin yang juga merasa senang karna bisa berfoto bersama aktor dan aktris untuk ditunjukkan pada teman-teman dan orang-orang di desanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Dewan Juri Film Pendek Agni Ariatama mengatakan alasan memberikan Penghargaan Khusus pada film “Pigura” sebagai apresiasi terhadap semangat, motivasi, dan inisiatif kelompok berbasis komunitas dalam pengembangan kesadaran terhadap bahasa audio-visual ditingkat akar rumput. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan berbagai keterbatasan, mereka mampu menghadirkan karya yang baik seperti struktur cerita, bahasa film, dan pengorganisasian kepada masyarakat, terutama masyarakat lokal yang sebenarnya dapat menjadi basis pengembangan perfilman nasional ke depan,” tutur dosen sinematografi FFTV-IKJ ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain “Pigura”, Penghargaan Khusus diberikan kepada film animasi berjudul “Timun Mas” karya Gatya Pratiniyata. Penghargaan Khusus Dewan Juri diberikan sebagai apresiasi dari pencapaian bahasa sinema. Sementara Film Pendek Terbaik disabet film berjudul “Kelas 5000-an” sutradara Jihad Adjie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Belum Mendapat Tempat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tampaknya, film pendek masih belum mendapat tempat dengan semestinya di Festival Film Indonesia. Buktinya, saat pembacaan pemenang dan pemberian Piala Citra untuk kategori Film Pendek dan Dokumenter tidak disiarkan secara on air di salah satu stasiun televisi swasta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, untuk penyabet Penghargaan Khusus, cuplikan film tidak ditayangkan dan sutradara tidak diberi kesempatan berucap sepatah kata pun di atas panggung. Beruntung, presenter off air Indra Bekti dan Fitri Tropica melihat penting anak-anak desa yang gemar membuat film itu berkata-kata di atas panggung FFI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, mengalirlah dengan terbata-bata ucapan terima kasih dari Darti dan Yasin kepada orang-orang dan pihak yang selama ini membantu proses kreatif mereka dalam membuat film. Tepuk tangan kekaguman pun membahana di gedung Central Park Jakarta, dimana FFI digelar malam itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-9173742413130782323?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/9173742413130782323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=9173742413130782323&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/9173742413130782323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/9173742413130782323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/12/anak-desa-sabet-piala-citra_07.html' title='Anak Desa Sabet Piala Citra'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TP5eBMKtPmI/AAAAAAAAAlo/UAs5TK4WECA/s72-c/a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-5383043479503790023</id><published>2010-11-22T09:13:00.000-08:00</published><updated>2010-11-22T09:49:36.269-08:00</updated><title type='text'>Film Pelajar Banyumas Raya Unjuk Prestasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TOqs3bcr_3I/AAAAAAAAAkw/4QAPuoMGcDs/s1600/Sequence%2B01.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TOqs3bcr_3I/AAAAAAAAAkw/4QAPuoMGcDs/s320/Sequence%2B01.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542432359693680498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Festival Film Remaja Se-Jateng 2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;PURBALINGGA-Film pelajar dari Purbalingga dan Cilacap kembali mengukir prestasi gemilang di Festival Film Remaja (FFR) 2010, yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng, Sabtu (20/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film “Pigura” yang disutradarai siswi kelas IX, Darti (15) dan diproduksi Sawah Arta Film, SMP 4 Satu Atap Karangmoncol Purbalingga, berhasil menjadi juara dalam ajang tersebut. Tidak tanggung-tanggung, empat kategori penghargaan pun diraih, yaitu film terbaik, sutradara terbaik, kameramen terbaik dan editor terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, film berjudul “Kado Suket” garapan siswi SMA 1 Rembang, Purbalingga dan film berjudul “BTe (Bakul Tempe)” garapan siswi SMK 1 Cilacap meraih juara harapan satu dan dua dalam ajang yang digelar di Taman Budaya Surakarta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, film karya pelajar SMK 1 Cilacap lainnya, “Owalah Jiand” menduduki peringkat ke empat pada enam Film Pilihan yang mendapatkan piagam dan uang pembinaan. Sebelum penetapan pemenang, film yang masuk panitia diseleksi menjadi 12 film terbaik dari seluruh karya pelajar se-Jateng. Kemenangan yang diperoleh SMP 4 Satu Atap Karangmoncol, menjadikan sekolah tersebut mempertahankan prestasinya di ajang yang sama. Tahun lalu, SMP 4 Satu Atap Karangmoncol menjuarai ajang yang sama dengan film berjudul “Baju buat Kakek”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Sekolah SMP 4 Satu Atap Karangmoncol, Siswadi, mengaku bangga terhadap prestasi yang diperoleh sekolahnya. Guru SMP 4 Satu Atap, Aris Prasetyo, yang mendampingi siswanya selama pembuatan film tersebut mengatakan, siswanya kembali membuktikan sebagai sekolah berprestasi meski tidak didukung dengan peralatan pembuatan film yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegiat film di Komunitas Sangkanparan Cilacap, Insan Indah Pribadi mengemukakan, kerja keras itu menjadi bagian penting dalam pengembangan film pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara Merdeka, 22 November 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-5383043479503790023?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/5383043479503790023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=5383043479503790023&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/5383043479503790023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/5383043479503790023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/11/film-pelajar-banyumas-raya-unjuk.html' title='Film Pelajar Banyumas Raya Unjuk Prestasi'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TOqs3bcr_3I/AAAAAAAAAkw/4QAPuoMGcDs/s72-c/Sequence%2B01.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-1769216997200851375</id><published>2010-11-01T04:08:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T04:12:14.244-07:00</updated><title type='text'>Putar &amp; Diskusi Film di STIMIK AMIKOM Purwokerto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TM6gdWLiOJI/AAAAAAAAAko/Uwdow7SMxiw/s1600/senyum+lasminah+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TM6gdWLiOJI/AAAAAAAAAko/Uwdow7SMxiw/s320/senyum+lasminah+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534537418115528850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Film Amikom–Kofimik&lt;br /&gt;present&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Putar &amp; Diskusi Film-Film Bowo Leksono&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2 November 2010&lt;br /&gt;Jam 16.00&lt;br /&gt;Aula STIMIK AMIKOM Purwokerto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Senyum Lasminah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Laeli Leksono Film l Fiksi l 20’00” l 2005&lt;br /&gt;Siapa yang akan mempertahankan tradisi, ketika kerlip lampu ibukota menawarkan pesona? Ah Jakarta, memang selalu menggoda.&lt;br /&gt;* Film Terbaik Kedua Festival Video Edukasi 2007&lt;br /&gt;* Boemboe 3 Cities Short Film Festival 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perang Bubar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bochary Film l Fiksi l 18’00” l 2006&lt;br /&gt;Bagaimana anak-anak dengan balutan tradisi saat berhadapan dengan anak-anak modern? Kisah tentang perang antarbudaya. Perang yang diwakili perselisihan antara mesin perang modern dan tradisional. Mereka saling berhadapan, menerjang, saling berjatuhan. Dan saat kegentingan itu, perang pun bubar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Peronika&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Laeli Leksono Film l Fiksi l 13’00” l 2004&lt;br /&gt;Dikisahkan pada suatu ketika muncul masalah dalam keluarga yang melibatkan pihak ketiga. Seseorang bernama Peronika tertuduh sebagai pembawa masalah. Siapakah Peronika itu? Mengapa ia bisa terlibat sebagai tertuduh?&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;* Ide Cerita Terbaik Sulasfifest (Surabaya 13 Film Festival) 2005&lt;br /&gt;* Nominasi Mafviefest (Malang Film Video Festival) 2006&lt;br /&gt;* Film Pembuka Festival Film Pendek Konfiden 2006&lt;br /&gt;* Indonesian Film Festival 2006 Melbourne University Australia&lt;br /&gt;* European Film Festival 2007&lt;br /&gt;* Aktor Mumpuni Ganesha Film Fest (Ganffest) 2008&lt;br /&gt;* Dalang Mumpuni Ganesha Film Fest (Ganffest) 2008&lt;br /&gt;* ASEACC Ateneo &amp; Mag:net Katipunan, Ateneo De Manila University, 22 November 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasukan Kucing Garong&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Multivita Min l Fiksi l 08’15” l 2006&lt;br /&gt;Apakah benar perang disukai anak-anak? Tentu bila perang sungguhan siapapun tak menyukainya. Bahkan anak-anak selalu menjadi korban. Tapi anak-anak akan menyukai sesuatu yang menantang. Bermain perang-perangan adalah salah satunya. Permainan ini sebagai salah satu bentuk penanaman nasionalisme pada diri anak. Begitu mungkin.&lt;br /&gt;* Film Terbaik (kategori fiksi) Mafviefest (Malang Film Video Festival) 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-1769216997200851375?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/1769216997200851375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=1769216997200851375&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/1769216997200851375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/1769216997200851375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/11/putar-diskusi-film-di-stimik-amikom.html' title='Putar &amp; Diskusi Film di STIMIK AMIKOM Purwokerto'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TM6gdWLiOJI/AAAAAAAAAko/Uwdow7SMxiw/s72-c/senyum+lasminah+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-3466128093224190499</id><published>2010-10-31T11:49:00.000-07:00</published><updated>2010-10-31T11:57:41.795-07:00</updated><title type='text'>Persembahan untuk Maestro Wayang Suket</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TM26_r_2DKI/AAAAAAAAAkg/9PO4MTtzgXw/s1600/10.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TM26_r_2DKI/AAAAAAAAAkg/9PO4MTtzgXw/s320/10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534285120413240482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketidaktahuan generasi muda terhadap salah satu seniman pembuat wayang suket (wayang dari rumput) menggelitik siswa ekstrakulikuler SMA Negeri Rembang, Purbalingga mengabadikannya lewat film dokumenter. Dalam perjalanan riset, para siswa itu memutuskan untuk memproduksi film fiksinya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seniman asal Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Purbalingga yang menjadi perhatian siswa pecinta sinema itu bernama Gepuk yang sudah lama meninggal. Gepuk adalah petani tulen, dari tangan petani itulah lahir karya-karya besar namun tidak sebesar pembuatnya. Karena itu, Gepuk yang menurunkan keahliannya pada salah satu cucu kemudian mendapatkan julukan “Maestro wayang suket yang tidak dikenal”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astri Rahma Adisti yang bertindak sebagai produser mengatakan seperti halnya generasi muda lain, selama ini mereka tidak tahu sama sekali bila di tanah kelahiran Panglima Jenderal Sudirman ada seniman wayang suket. “Kami mempunyai keinginan besar untuk mengenang dan memperkenalkan tokoh Gepuk sang pembuat wayang suket kepada anak muda,” ungkap siswi yang masih duduk di bangku kelas X ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagai salah satu sekolah yang jauh dari pusat pemerintahan Purbalingga, SMAN Rembang sangat peduli dengan perkembangan siswa salah satunya membuka ekskul sinematografi. Karena itu, keinginan para siswa dalam memproduksi sebuah karya film mendapat dukungan dari pihak sekolah. “Film perdana kami ini tidak hanya sebagai media belajar tapi juga akan kami kirim ke berbagai festival film remaja,” tutur Astri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kado Terbaik&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Produksi film bertajuk “Kado Suket” ini mengisahkan seorang pemuda desa bernama Sarpin. Kesehariannya adalah sekolah dan membantu orang tua dengan menggembalakan kerbau di ladang. Di sela-sela menggembala kerbau, Sarpin terampil menganyam rumput menjadi bermacam tokoh pewayangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Siti, teman sepermainan Sarpin sejak kecil yang juga menjadi teman satu sekolah hendak merayakan ulang tahun ke tujuhbelas. Namun, Sarpin merasa tidak pantas menghadiri perayaan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan ejekan teman-temannya yang menjadi penyebabnya, karena Sarpin sadar bahwa apa yang dikatakan teman-temannya benar adanya. Ia tak akan mampu membeli kado terbaik buat gadis seayu Siti meskipun Sarpin tetap berpikir dan berusaha keras untuk memberikan hadiah terbaik buat gadis desa itu. “Kado terbaik tentu bukan berisi hadiah termahal. Kado terbaik itu yang disukai apalagi mampu menjadi kenangan tak terlupa,” ujar Puspa Juwita sang sutradara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puspa merasa mendapat tantangan mengasikan menyutradarai film pertamanya. “Banyak yang harus dipersiapkan dalam membuat film dan dibutuhkan kekompakan teman-teman,” ujarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-3466128093224190499?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/3466128093224190499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=3466128093224190499&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3466128093224190499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3466128093224190499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/10/persembahan-untuk-maestro-wayang-suket.html' title='Persembahan untuk Maestro Wayang Suket'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TM26_r_2DKI/AAAAAAAAAkg/9PO4MTtzgXw/s72-c/10.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-3690053671926690273</id><published>2010-10-22T15:15:00.000-07:00</published><updated>2010-10-22T15:22:06.080-07:00</updated><title type='text'>Pemutaran Film Terkait Pangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TMIOb99vT2I/AAAAAAAAAkY/2dvXcWG4zO4/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TMIOb99vT2I/AAAAAAAAAkY/2dvXcWG4zO4/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530999166017163106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 50 penonton mengisi kursi di salah satu ruang gedung F jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Unsoed Purwokerto. Sebagian besar dari mereka tentu mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian ditambah beberapa dosen dan para penggila film di wilayah Purwokerto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak biasanya fakultas eksak itu, Jumat malam, 22 Oktober 2010, menggelar tontonan film dan mendiskusikannya. Rasa penasaran ternyata telah membawa puluhan mahasiswa itu berbondong-bondong menyaksikan beberapa film terkait pangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara pemutaran film dan diskusi ini bertajuk “Mangan Ora Mangan Kumpul” hasil kerjasama Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (Himateta) Universitas Soedirman Purwokerto dengan Cinema Lovers Community Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratih, salah satu pengurus Himateta, mengatakan sudah cukup lama himpunannya berkeinginan mengadakan pemutaran film bertemakan pangan. “Baru kali ini dapat terlaksana. Dan film-film yang diputar sangat menginspirasi kami untuk belajar mendokumentasikan hasil-hasil pangan sebagai media belajar,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gayung Bersambut&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Meskipun waktu persiapan acara pemutaran dan diskusi sangat singkat, tidak mengurangi semangat kerjasama Himateta-CLC. Kebetulan ada karya film dokumenter anyar produksi GoldWater Films bertema pangan terkait produksi gula kristal (semut) di Banyumas. Film bertajuk “Ada Gula Semut” sutradara Bowo Leksono kemudian diputar perdana (premier).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film tersebut bersanding dengan empat film dokumenter lainnya, seperti “Pabrik Dodol” sutradara Ari Rusyadi dari FFTV IKJ, “Lestari Dawet Ayuku” sutradara Dani Dwi Jaka dari JFF SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara, “Ampyang” sutradara Ullinur Rohmah dan “Manco” sutradara Nury Dheniya keduanya dari Fakultas Sastra UMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sesi diskusi, disamping sutradara “Ada Gula Semut” adalah Ir. Mustaufik, MP yang bertindak sebagai narasumber. Keduanya dihadirkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar produksi dan prospek gula kristal di Banyumas dan teknik produksi film.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-3690053671926690273?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/3690053671926690273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=3690053671926690273&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3690053671926690273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3690053671926690273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/10/pemutaran-film-terkait-pangan.html' title='Pemutaran Film Terkait Pangan'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TMIOb99vT2I/AAAAAAAAAkY/2dvXcWG4zO4/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-4506986218095996642</id><published>2010-10-20T20:32:00.000-07:00</published><updated>2010-10-20T20:58:06.403-07:00</updated><title type='text'>Premier "Ada Gula Semut"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TL-4JEakNyI/AAAAAAAAAkQ/iCdAKdjz5lc/s1600/premier3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 219px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TL-4JEakNyI/AAAAAAAAAkQ/iCdAKdjz5lc/s320/premier3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530341333377759010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;HIMATETA mempersembahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemutaran &amp; Diskusi Film&lt;br /&gt;“Mangan Ora Mangan Kumpul”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Premier Film Dokumenter&lt;br /&gt;“Ada Gula Semut”&lt;br /&gt;Sutradara Bowo Leksono&lt;br /&gt;Narasumber Ir. Mustaufik, MP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 22 Oktober 2010&lt;br /&gt;Jam 19.00&lt;br /&gt;Ruang F Kampus Teknologi Pertanian&lt;br /&gt;Universitas Soedirman&lt;br /&gt;Jl. Dr. Soeparno Karangwangkal Purwokerto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada Gula Semut l Bowo Leksono l GoldWater Film l 19’29” l 2010&lt;br /&gt;Pabrik Dodol l Ari Rusyadi l FFTV IKJ l 10’00” l 2009&lt;br /&gt;Lestari Dawet Ayuku l Dani Dwi Jaka l JFF SMAN 1 Sigaluh l 10’10” l 2010&lt;br /&gt;Manco l Nury Dheniya l FS UMP l 03’07” l 2010&lt;br /&gt;Ampyang l Ullinur Rohmah l FS UMP l 03’44” l 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Support by&lt;br /&gt;logo HIMATETA &amp; CLC&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-4506986218095996642?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/4506986218095996642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=4506986218095996642&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4506986218095996642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4506986218095996642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/10/premier-ada-gula-semut.html' title='Premier &quot;Ada Gula Semut&quot;'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TL-4JEakNyI/AAAAAAAAAkQ/iCdAKdjz5lc/s72-c/premier3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-6906651039399311855</id><published>2010-10-19T19:23:00.000-07:00</published><updated>2010-10-20T04:02:53.747-07:00</updated><title type='text'>Memaknai Seniman Besar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TL5TqJTfpPI/AAAAAAAAAkI/CsuE4HVfZKc/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TL5TqJTfpPI/AAAAAAAAAkI/CsuE4HVfZKc/s320/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5529949375974843634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapa Jaka Cahyana? Mungkin bukan siapa-siapa. Tapi dalam kenangan sebagian masyarakat Cilacap, Jaka adalah sosok yang sangat berarti. Dia dikenal sebagai seniman sederhana yang serba bisa; menyanyi, bermain gitar, dan bermain drama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok almarhum yang dikenal dekat dengan anak-anak inilah yang kemudian mengusik rasa ketertarikan Dewi Kusumawati menangkapnya lewat kamera yang kemudian lolos kurasi One Shot Project. Proyek satu shot yang digagas lebih dari satu tahun ini untuk memberikan penghargaan terhadap seniman-seniman besar dari berbagai bidang kesenian yang meninggal dunia paska reformasi tahun 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain film “Ketika Dia Pergi” karya Dewi Kusumawati dari Cilacap adalah “Karya Suzanna Di Warung Kopi” karya Agni Tirta dari Yogyakarta, “Kali Lonthe” karya Surya Adhi Wibowo dari Yogyakarta, dan “Pamflet Elektronik” karya Gelar Agyano Soemantri dari Jakarta, yang malam itu, Selasa 19 Oktober 2010, diputar di Kongkow Cafe Purwokerto dalam rangkaian roadshow ke sembilan kota Jawa dan Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dewi Kusumawati, meskipun konsep film satu shot, ia sempat mengalami kesulitan. “Kemudian saya kembalikan kepada sosok almarhum Pak Jaka sendiri, kesederhanaan. Karena bagi kami, kebesaran seniman Jaka adalah kesederhanaannya itu,” tutur istri pegiat film Cilacap Insan Indah Pribadi saat diskusi usai pemutaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Seniman Besar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kebesaran seorang seniman tidaklah dilihat dari seberapa terkenal dia dimata masyarakat. Tapi seberapa berguna seniman itu bagi masyarakatnya. Karena banyak seniman-seniman lokal pada film-film One Shot ini yang berpengaruh secara personal bagi masyarakatnya. “Seniman besar belum tentu terkenal, dan belum tentu pula seniman terkenal adalah besar di dalam masyarakat tertentu,” ungkap Publisis One Shot Project Bayu Bergas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibuatnya proyek ini menurut pengarah kreatif One Shot Project Ismail Basbeth diilhami dari film pertama yang dibuat di dunia ini dengan pola satu shot. “Kehidupan di dunia ini terjadi sekali bagi setiap manusia dan mahluk hidup. Hidup ini adalah one shot,” tutur pegiat film pendek yang baru menelorkan karya bertajuk “Harry Van Yogya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemutaran dengan fasilitator Cinema Lovers Community Purbalingga berlangsung bersama lebih dari 30 penonton. Diskusi berjalan cukup ramai namun sayang berada di tempat yang tidak representatif. Suara kendaraan di luar dan benturan acara musik karena ketidakprofesionalan pemilik cafe. Jadwal yang sudah diplot untuk pemutaran film masih dilanggar untuk acara lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-6906651039399311855?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/6906651039399311855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=6906651039399311855&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6906651039399311855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6906651039399311855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/10/memaknai-seniman-besar.html' title='Memaknai Seniman Besar'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TL5TqJTfpPI/AAAAAAAAAkI/CsuE4HVfZKc/s72-c/3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-7015218834124307096</id><published>2010-10-11T07:18:00.002-07:00</published><updated>2010-10-11T07:29:44.612-07:00</updated><title type='text'>Pemutaran &amp; Diskusi ONE SHOT Project di PURWOKERTO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TLMfIgUtMcI/AAAAAAAAAkA/MqJWtgyngTw/s1600/oneshot+fb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 221px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TLMfIgUtMcI/AAAAAAAAAkA/MqJWtgyngTw/s320/oneshot+fb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526795398689927618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;One Shot Project digagas untuk memberikan penghargaan terhadap seniman-seniman besar dari berbagai bidang kesenian (seni rupa, seni musik, seni tari, film, teater, sastra) yang meninggal dunia paska reformasi tahun 1998, yang telah memberikan sumbangan besar pada perkembangan bidang seni masing-masing dan meninggalkan berbagai macam karya seni yang inovatif, menginspirasi, atau berpengaruh pada pergerakan anak muda, atau berpengaruh pada kondisi sosial ekonomi politik di Indonesia dan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap film yang terlibat di proyek ini memiliki satu syarat atau ciri khusus, yaitu hanya terdiri dari satu shot utuh (one take one shot), tanpa pengulangan waktu (flashback, non linear), tanpa teknik zoom dan tracking dalam kamera, tanpa teknik cutting dalam editing (cut to), serta teknik apapun dalam film yang tidak dapat dilakukan dalam kehidupan yang sebenarnya. Ini diilhami dari pola kehidupan pada umumnya yang hanya terjadi sekali bagi setiap manusia dan mahluk hidup. Tentunya dalam kehidupan nyata tidak terjadi potongan atau sambungan pandangan seperti dalam teknik editing (cut to), dan mata tidak mempunyai kemampuan bergerak seperti zoom dan tracking seperti dalam teknik kamera. Dan juga dalam kehidupan nyata waktu selalu berjalan maju (linear), tidak ada pengulangan yang tipikal (flashback, non linear) seperti dalam sebuah karya film pada umumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Karya Suzanna Di Warung Kopi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Karya yang secara sederhana dikemas dengan cara pendekatan perekaman yang amatir mengenai kegiatan sehari-hari/percakapan sehari-hari tentang para tokoh. Adanya obrolan-obrolan tentang Fidel Castro, Warkop, dan Suzanna menjadi penguat dalam karya ini untuk konsisten terhadap tema.&lt;br /&gt;Agni Tirta | Yogyakarta&lt;br /&gt;Lelaki kelahiran 23 Nopember 1985 ini, tercatat telah memproduksi beberapa film pendek di kampusnya dan sempat menjadi karyawan sebuah rental VCD ternama di Yogyakarta. Sekarang aktif bekerja di bidang multimedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kali Lonthe&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Perasaan menyenangkan timbul saat mendengarkan cerita-cerita unik seniman melalui kenangan seorang sopir yang terekam dengan cara sederhana dalam suatu perjalanan. Mengingatkan pada film Jalan Raya Pos yang memiliki cara yang alternative untuk sebuah film dokumenter. Karya ini merekam dari orang yang memiliki “tribute” atau semacam kenangan yang kemudian seperti menjadi obrolan nostalgia.&lt;br /&gt;Surya Adhi Wibowo | Yogyakarta&lt;br /&gt;Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini dikenal sebagai penata kamera di beberapa produksi film pendek. Saat ini sedang berusaha mengembangkan production house bersama rekannya serta menyelesaikan film dokumenter yang sempat tertunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pamflet Elektronik&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Selain menggunakan pendekatan perekaman mengenai kegiatan sehari-hari, di dalam karya ini dapat dilihat bagaimana si pembuat beraktifitas, seperti menggunakan internet dan menonton televisi. Karya ini juga mempunyai gaya tersendiri dalam menyampaikan informasi.&lt;br /&gt;Gelar Agyano Soemantri | Jakarta&lt;br /&gt;Pemuda kelahiran Cianjur 24 tahun yang lalu ini, tercatat telah memproduksi beberapa video yang telah diputar di berbagai festival termasuk Rotterdam International Film Festival. Hingga kini aktif di Forum Lenteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketika Dia Pergi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Karya ini dikemas secara sederhana dan kreatif tetapi sangat unggul dibanding karya-karya yang lain karena bisa menyentuh perasaan meskipun kita sama sekali tidak mengenal tokoh tersebut. Punya pilihan cara yang berbeda dalam menyampaikan informasi.&lt;br /&gt;Dewi Kusumawati | Cilacap&lt;br /&gt;Perempuan kelahiran Wonogiri pada 18 Maret 1980 ini sekarang sibuk menjadi ibu rumah tangga dan membesarkan anak semata wayangnya serta mengembangkan komunitas Sangkanparan bersama suami tercintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JADWAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CILACAP. 16 Oktober 2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kelurahan Lomanis, Jl. Thamrin, Cilacap. Kontak: Insan Indah Pribadi 08121563110&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;YOGYAKARTA. 16 Oktober 2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dreamlight, Jl. Ketandan No. 4, Yogyakarta. Kontak: Suryo Adhi Wibowo: 08562961180&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JAKARTA. 16 Oktober 2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Forum Lenteng, Jl. Raya Lenteng Agung No. 34 Lenteng Agung, Jakarta. Kontak: Andang Kelana: 021 78840373&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SOLO. 17 Oktober 2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Gedung Kesenian Solo, Jl. Slamet Riyadi, Solo. Kontak: Joko Narimo 087836676268&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PURWOKERTO. 19 Oktober 2010. JAM 19.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kongkow Café, Jl. Prof Dr Bunyamin Ruko B-C, Purwokerto. Kontak: Bowo Leksono 08128062020&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEMARANG. 20 Oktober 2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Green Cafe, Jl. Banjarsari Selatan Tembalang, Semarang. Kontak: Laura Simatupang 085225277460&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MALANG. 20 Oktober 2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Galeri Foto MAMIPO, Jl. Kediri 4, Malang. Kontak: Arief Ahmad Yani 085655501643&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SURABAYA. 23 Oktober 2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Cirkel Café @CCCL, Jl Darmokali 10, Surabaya. Kontak: Dedy 085648425110&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BALI. 26 Oktober 2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Griya Musik Irama Indah, Jl. Diponegoro 114, Denpasar. Kontak: Lindia 08814625096&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Website:&lt;br /&gt;www.oneshotproject.in&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-7015218834124307096?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/7015218834124307096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=7015218834124307096&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7015218834124307096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7015218834124307096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/10/pemutaran-diskusi-one-shot-project-di.html' title='Pemutaran &amp; Diskusi ONE SHOT Project di PURWOKERTO'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TLMfIgUtMcI/AAAAAAAAAkA/MqJWtgyngTw/s72-c/oneshot+fb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-38178618696084428</id><published>2010-10-10T05:51:00.001-07:00</published><updated>2010-10-10T05:57:16.526-07:00</updated><title type='text'>Layar Tancap Masa Kini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TLG3hAeNFpI/AAAAAAAAAj4/b1hM79RCwe4/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TLG3hAeNFpI/AAAAAAAAAj4/b1hM79RCwe4/s320/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526399995450562194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, cuaca sangat berpihak. Hujan sepanjang tahun yang biasanya turun siang malam, tidak dengan malam itu. Bahkan bintang gemintang pun tanpa malu-malu saling bermunculan, menghias angkasa raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layar putih sudah terbentang sejak sorenya. Beberapa mahasiswa dan pemuda karang taruna bahu-membahu membentangkan layar. Tak lama, pengeras suara pun tiba disusul alat proyektor. Selepas waktu isya, penonton dari berbagai penjuru mulai berbondong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tontonan lawas yang kini jarang ditemukan, layar tancap. Malam itu, Sabtu, 9 Oktober 2010, di Lapangan Kelurahan Grendeng, kompleks kampus Unsoed Purwokerto digelar. Penggagas acara tersebut adalah HMI Komisariat Fisip Unsoed kerja bersama Karang Taruna “Satria Muda” Kelurahan Grendeng, Purwokerto dan Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Inyong wis lawas pisan ora menangi tontonan kaya kiye. Dadi kelingan jaman semono, rasane semanger pisan,” (Saya sudah lama sekali tidak menjumpai tontonan seperti ini. Jadi ingat jaman itu, rasanya menyenangkan sekali) tutur Sardi (45 tahun). Warga Kelurahan Grendeng ini menonton dengan mengajak anak dan istrinya sembari membawa tikar untuk alas duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sembilan film pendek yang disuguhkan. “Culoboyo Juniol” sutradara Mohammad Solikin dari Surabaya, “Lastri, Apa Sing Kowe Goleti?” sutradara BW Purba Negara dari Yogyakarta, “Superheru” sutradara Gatot Artanto dari Purwokerto, “Perang Bubar”, “Endhog”, “Sandal Jepit”, “Nyarutang”, “Sekitar Midnight”, dan “Gajian” masing-masing dari Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengalihkan Perhatian Warga&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Panitia sempat menyangsikan akan datangnya penonton. Tidak sekedar soal cuaca, Purwokerto adalah wilayah perkotaan yang warganya memiliki beragam tontonan alternatif. Tapi buktinya, sekitar seribu lebih warga termasuk mahasiswa Unsoed larut dalam tontonan Layar Tanjleb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penonton mewakili golongan tua, tontonan layar tancap adalah sebuah klangenan karna sudah sejak belasan tahun tidak menemukan kembali tontonan semacam ini. Sementara bagi anak-anak atau bahkan anak muda, layar tancap adalah media rakyat baru. Lebih dari itu, layar tancap yang dulunya memutar film-film komersil, kali ini menyuguhkan film-film pendek lokal yang tak kalah segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun, ini satu perjuangan anak-anak muda Banyumas Raya meski hanya hitungan jam, mengalihkan perhatian warga untuk meninggalkan layar kaca, meninggalkan sinetron kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-38178618696084428?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/38178618696084428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=38178618696084428&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/38178618696084428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/38178618696084428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/10/layar-tancap-masa-kini.html' title='Layar Tancap Masa Kini'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TLG3hAeNFpI/AAAAAAAAAj4/b1hM79RCwe4/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-4135554869670288532</id><published>2010-10-04T11:05:00.000-07:00</published><updated>2010-10-04T11:10:43.536-07:00</updated><title type='text'>Layar Tanjleb Grendeng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TKoYgewEsTI/AAAAAAAAAjw/26Wjr_QmzZE/s1600/fb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TKoYgewEsTI/AAAAAAAAAjw/26Wjr_QmzZE/s320/fb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524254839212912946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;9 Oktober 2010 l Jam 19.30 l Lapangan Grendeng Universitas Soedirman Purwokerto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Culoboyo Juniol&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Mohammad Solikin l Gathotkaca Studio l 07:00 l 2010&lt;br /&gt;Dua tokoh khas Kota Surabaya yang masih balita. Culo Cudilo mengajak bermain bola sahabatnya Boyo Ditdoyo. Namun Boyo sedang sibuk mengerjakan PR. Sebuah film yang bercerita tentang anak Jawa Timur dengan pendekatan dialog bahasa anak, bahasa cadel (belum pandai berbicara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perang Bubar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Agus Darmawan &amp; Bowo Leksono l Bochary Film l 18:30 l 2006&lt;br /&gt;Bagaimana anak-anak dengan balutan tradisi saat berhadapan dengan anak-anak modern? Kisah tentang perang antarbudaya. Perang yang diwakili perselisihan antara mesin perang modern dan tradisional. Mereka saling berhadapan, menerjang, saling berjatuhan. Dan saat kegentingan itu, perang pun bubar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Superheru&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Gatot Artanto l La Cimplung l 28:48 l 2004&lt;br /&gt;Superheru, pahlawan Banyumas tak mudah menyerah meraih citanya, meskipun cinta tak memihaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Endhog&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Padmashita Kalpika l Brankas Film l 15:12 l 2010&lt;br /&gt;Kisah eksperimen untuk membuktikan antara melahirkan dan bertelur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sandal Jepit&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bani Dwi K l Masih Timur Film l 15:15 l 2009&lt;br /&gt;Seorang anak yang selalu kehilangan sandal jepitnya dan selalu menggantinya dengan membeli yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nyarutang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Asep Triatno l Bozz Community l 09:31 l 2009&lt;br /&gt;Jono yang menemukan dompet Adel secara tidak sengaja kemudian Jono berusaha membayar hutang atas uang yang dipakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sekitar Midnight&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Felix &amp; Pito l Teater Brankas l 15:44 l 2009&lt;br /&gt;Malam Jumat Kliwon bagi orang desa masih dianggap misteri. Apa jadinya kalau itu terjadi dan nyata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lastri Apa Sing Kowe Goleti?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;BW. Purba Negara l Limaenam Films l 15:25 l 2008&lt;br /&gt;Saat aku berusaha mencuri bibirmu, ternyata bibirku justru telah kamu curi. Apapun yang kita bicarakan, kamu selalu berada di seberang yang lain, bahkan sampai kamu benar-benar pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gajian&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bowo Leksono l Laeli Leksono Film l 28:09 l 2004&lt;br /&gt;Sebuah film tentang kesabaran, kesetiaan perempuan, dan tanggung jawab lelaki dalam membagi gajian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HMI Komisariat Fisip Unsoed l Karangtaruna Kelurahan Grendeng l CLC Purbalingga&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-4135554869670288532?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/4135554869670288532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=4135554869670288532&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4135554869670288532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4135554869670288532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/10/layar-tanjleb-grendeng.html' title='Layar Tanjleb Grendeng'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TKoYgewEsTI/AAAAAAAAAjw/26Wjr_QmzZE/s72-c/fb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-3327922242731920038</id><published>2010-09-04T11:57:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T12:19:46.220-07:00</updated><title type='text'>Tawarkan Senyum pada Anak Panti</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TIKZRtQ3ChI/AAAAAAAAAjg/9Zh2VD6Fcrk/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TIKZRtQ3ChI/AAAAAAAAAjg/9Zh2VD6Fcrk/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513137423342045714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ilham (10 tahun) dan puluhan teman-teman sebaya duduk manis semanis saat mereka menerima pelajaran di sekolah. Sesekali cengar-cengir bahkan tertawa menatap layar putih di depannya yang sedang memutar sebuah film kartun karya anak negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau nonton tivi, saya suka nonton “Upin dan Ipin”. Film yang tadi juga lucu, saya juga suka. Ada lanjutannya ngga Mas?” tutur ilham seusai pemutaran sembari berharap film berjudul “Culoboyo Juniol” berseri seperti di tivi-tivi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, Sabtu, 4 September 2010, Sesarengan Mahasiswa Purbalingga (Serangga) kerja bersama Cinema Lovers Community (CLC) mengadakan bakti sosial di Panti Asuhan Yusufiyah Desa Cipawon, Kecamatan Bukateja, Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara bertajuk “Peduli Sebuah Senyuman” itu dirangkai dalam kegiatan penyerahan bantuan dari berbagai donatur, kerja bakti, pemutaran film, pengajian, games, dan buka bersama. Sekitar 30 anak panti bersama belasan mahasiswa menikmati hari yang cerah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat film dari berbagai kota yang diputar. Mulai dari Surabaya “Culoboyo Juniol” sutradara Mohammad Solikin, Purbalingga “Baju Buat Kakek”sutradara Misyatun dan “Pasukan Kucing Garong” sutradara Bowo Leksono, serta Yogyakarta “Cheng Cheng Po” sutradara BW. Purbanegara. Diputar pula profil sederhana panti asuhan yang semakin menghangatkan suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Filmnya bagus-bagus. Kami tidak pernah menonton film-film seperti ini,”ujar Agasi dari Serangga. Beberapa tamu yang kebetulan sore itu datang ke panti pun menyempatkan diri menengok acara pemutaran film. Ikut tertawa dan merespon apa yang ditonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Serangga Hanggas Wirapradeksa mengatakan, membuat kegiatan sosial karena ia dan teman-temannya menilai seperti itu yang seharusnya dilakukan mahasiswa sekarang. “Ke depan, kami berencana membuat kegiatan sosial membantu warga miskin ke desa-desa pelosok. Semoga ada donatur yang bersedia membantu,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak panti itu membutuhkan kedatangan saudara-saudaranya dari luar. Membawa hiburan, membawa kebahagiaan, merasakan kebersamaan. Meski hanya beberapa jam menawarkan senyuman pada anak-anak panti, namun akan berguna sampai nanti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-3327922242731920038?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/3327922242731920038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=3327922242731920038&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3327922242731920038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3327922242731920038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/09/tawarkan-senyum-pada-anak-panti.html' title='Tawarkan Senyum pada Anak Panti'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TIKZRtQ3ChI/AAAAAAAAAjg/9Zh2VD6Fcrk/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-3409955783902716631</id><published>2010-09-01T08:56:00.000-07:00</published><updated>2010-09-01T11:30:11.059-07:00</updated><title type='text'>Putar Film di Panti Asuhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TH54Sc1ps_I/AAAAAAAAAjY/v-Uxrt8VTjQ/s1600/fb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TH54Sc1ps_I/AAAAAAAAAjY/v-Uxrt8VTjQ/s320/fb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511975252322268146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cinema Lovers Community (CLC) kerja bersama Sesarengan Mahasiswa Purbalingga (Serangga) dan Bozz Community (alumni SMAN Bobotsari) hendak menggelar pemutaran film di panti asuhan Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Sabtu, 4 September 2010, jam 14.00 WIB pemutaran di Panti Asuhan Yusufiyah, Desa Cipawon, Kecamatan Bukateja, Purbalingga dan Minggu, 5 September 2010, jam 16.00 WIB di Panti Asuhan Mandhanasiwi, Timbang, Penambongan, Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun film-film yang akan diputar antara lain “Culoboyo Juniol” sutradara Mohammad Solikin, “Baju Buat Kakek” sutradara Misyatun, “Pasukan Kucing Garong” sutradara Bowo Leksono, dan “Cheng Cheng Po” sutradara BW. Purbanegara. Akan diputar pula profil sederhana tentang masing-masing panti asuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu pula diadakan penyerahan bantuan yang dikumpulkan oleh Serangga dan Bozz Community dari berbagai donatur. Bantuan berupa uang, pakaian pantas pakai, buku-buku, sembako, dan lain-lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-3409955783902716631?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/3409955783902716631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=3409955783902716631&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3409955783902716631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3409955783902716631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/09/putar-film-di-panti-asuhan.html' title='Putar Film di Panti Asuhan'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TH54Sc1ps_I/AAAAAAAAAjY/v-Uxrt8VTjQ/s72-c/fb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-4619542554139585618</id><published>2010-08-01T08:28:00.000-07:00</published><updated>2010-08-01T08:41:26.645-07:00</updated><title type='text'>Membaca Peluang Bisnis Rumah Produksi dan Televisi Lokal di Banyumas Raya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TFWVh2UgweI/AAAAAAAAAjQ/xhePFm3Y9h8/s1600/blog+clc.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 216px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TFWVh2UgweI/AAAAAAAAAjQ/xhePFm3Y9h8/s320/blog+clc.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500466928652698082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: *Bowo Leksono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir tahun 80-an tepatnya sejak berdirinya televisi swasta pertama di Indonesia yaitu Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) pada tahun 1989, bisnis industri televisi terlihat sebagai bisnis yang selalu moncer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sebelumnya kita hanya mampu menikmati satu channel televisi milik pemerintah, yaitu Televisi Republik Indonesia (TVRI), kini belasan stasiun televisi nasional yang menawarkan ragam acara nan serupa, hadir di rumah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, imbas dari diterapkannya sistem otonomi daerah, tumbuh dan berkembanglah stasiun televisi lokal yang menembus angka lebih dari 60 stasiun televisi lokal dan seringkali jauh lebih menarik dibanding isi tayangan tv-tv nasional. Konten kelokalan menjadi nilai tersendiri bagi pemirsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi dunia penyiaran yang masih terus dimonopoli stasiun-stasiun televisi di Jakarta juga turut mendorong berdirinya stasiun-stasiun televisi lokal. Pengaruh besar terjadi di luar Jawa yang jauh dari sistem monopoli namun paling merasakan akibat dari sistem tesebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Banyumas dan sekitarnya (Banyumas Raya)? Wilayah yang berada di pulau Jawa dengan keragaman budaya yang khas ini belum memiliki sistem penyiaran (baca: televisi lokal) yang mampu menjadi media eksistensi budaya lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TV Lokal dan Sumber Dayanya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kenyataannya, budaya menonton masih menjadi milik bangsa Indonesia sekarang ini. Mengapa kemudian, di Banyumas Raya ini, pihak-pihak yang semestinya mempunyai tanggung jawab untuk itu tidak bersegera membaca dan membangun peluang yang ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada satu artikel di surat kabar memberitakan, para anggota DPRD Kabupaten Banyumas menolak pembangunan media pemerintah (stasiun televisi dan radio lokal) dengan alasan pemborosan anggaran. Ditambah penilaian bahwa kemampuan SDM yang belum memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, para wakil rakyat itu mengusulkan menjalin hubungan kerja sama kontrak dengan media elektronik (televisi, radio) maupun cetak (surat kabar) yang selama ini menjadi informasi warga Banyumas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun dan mengembangkan stasiun televisi lokal sebagai media edukasi, informasi, dan hiburan, seharusnya tidak sekedar melihatnya dari sisi fisik bahwa media itu dibangun dengan biaya yang sangat mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyelamatkan budaya dan generasi memang butuh biaya mahal. Namun, akan lebih mahal mana, bila yang terjadi kemudian budaya yang semakin tenggelam dan generasi yang tanpa arah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian bahwa belum tersedianya kemampuan SDM karena pemerintah daerah sendiri tidak proaktif dan tidak memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan kemampuannya. Selama ini, masyarakat sendiri dengan kesadaran sendiri mengasah kemampuan hingga menjadi SDM yang tangguh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kabupaten Banyumas sendiri, sudah setahun silam, dan saat ini memasuki tahun kedua,  berdiri jurusan broadcast (penyiaran) tepatnya di SMKN 3 Banyumas (SMKI). Jurusan ini diharapkan mampu melahirkan tenaga-tenaga penyiaran yang handal dan mampu mengembangkan dunia pertelevisian di wilayah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, dalam mempersiapkan SDM lewat lembaga pendidikan (sekolah) sudah seharusnya difasilitasi lapangan kerjanya. Jangan lagi-lagi dibiarkan rakyat yang liar mencari sendiri. Sadarkah pemerintah daerah bahwa sebenarnya banyak SDM lokal di bidang ini yang sukses dan eksis di lain daerah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkah kita akan strategi Presiden Soeharto memanggil Habibie yang berdomisili di Jerman saat itu untuk pulang ke tanah air dan mengembangkan teknologi pesawat di Indonesia? Meskipun kemudian gagal karena terjebak karier politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Konten Lokal&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Membaca tema pada seminar ini "Peluang Bisnis PH Lokal dan Potensi Konten Lokal pada Masa Depan Industri TV Indonesia", menyasar pada tiga hal; bisnis rumah produksi (production house/PH) lokal, konten lokal, dan industri televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah produksi yang banyak berdiri di wilayah Banyumas Raya masih bersifat amatir. Rumah-rumah produksi tersebut muncul dari ruang-ruang kreatif anak muda yang belajar secara otodidak dan kemudian banyak menggarap video mantenan. Dengan kondisi yang kembang kempis, kerja-kerja kreatif mereka masih jauh sebagai topangan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berkembangnya industri kreatif ini salah satu faktor karena belum adanya industri televisi lokal yang bisa diandalkan. Banyumas TV (BMS TV) masih jauh dari harapan masyarakat, dari segala aspek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, kreativitas anak muda tidak bisa dibendung. Rumah-rumah produksi itu kemudian banyak menghasilkan karya film pendek. Soal konten tidak usah diragukan lagi. Warna lokal begitu kentara. Bahkan berdasarkan data Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga, 95 persen dari 85 karya film pendek Purbalingga bernapaskan lokal Banyumasan. Belum lagi puluhan film pendek lain di luar Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, karya-karya film pendek tersebut baru didistribusikan ke berbagai festival film dan ruang-ruang pemutaran di luar Banyumas Raya, banyak diantaranya menyabet penghargaan. Sementara distribusi lokal justru masih sangat terbatas. Masihkah kita mempersoalkan konten dan SDM Banyumas Raya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*direktur Festival Film Purbalingga&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Catatan ini ditulis untuk Seminar Sehari "Peluang Bisnis PH Lokal dan Potensi Konten Lokal pada Masa Depan Industri TV Indonesia". Banyumas, 3 Agustus 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-4619542554139585618?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/4619542554139585618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=4619542554139585618&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4619542554139585618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4619542554139585618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/08/membaca-peluang-bisnis-rumah-produksi.html' title='Membaca Peluang Bisnis Rumah Produksi dan Televisi Lokal di Banyumas Raya'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TFWVh2UgweI/AAAAAAAAAjQ/xhePFm3Y9h8/s72-c/blog+clc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-5106337069907934218</id><published>2010-07-30T03:44:00.001-07:00</published><updated>2010-07-30T04:04:53.049-07:00</updated><title type='text'>SEMINAR SEHARI "Peluang Bisnis PH Lokal &amp; Potensi Konten Lokal pada Masa Depan Industri TV Indonesia"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TFKxlhiCnvI/AAAAAAAAAjI/SZvxWB9E5Rg/s1600/undangan+seminar+sehari2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TFKxlhiCnvI/AAAAAAAAAjI/SZvxWB9E5Rg/s320/undangan+seminar+sehari2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499653353187221234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan Jaringan Kerja Film Banyumas&lt;br /&gt;Mempersembahkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEMINAR SEHARI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;"Peluang Bisnis PH Lokal &amp; Potensi Konten Lokal pada Masa Depan Industri TV Indonesia"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SELAYANG PANDANG&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dunia Penyiaran Indonesia yang dimonopoli televisi yang berpusat di Jakarta mengakibatkan munculnya shock culture, dan bahkan ketimpangan kebudayaan. Penyiaran Indonesia menjadi memiliki kecenderungan untuk memberi ruang eksis hanya bagi kultur perkotaan (Jakartacentris), dan menyisihkan kekayaan serta keragaman kultur lokal di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat tahun terakhir, muncul televisi lokal, termasuk pula televisi komunitas dan televisi publik dalam skala lokal. Sementara pada saat bersamaan, muncul pula kebutuhan kebudayaan lokal untuk menampilkan dirinya, salah satunya melalui media audio visual dalam gerakan film pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari pro kontra, RUU Penyiaran sedang digodok untuk menyiapkan regulasi yang mendukung perkembangan dunia penyiaran ke arah yang lebih ideal. Satu diantaranya, mengharuskan content lokal sebanyak 20 persen dari keseluruhan program penayangan pada televisi yang beroperasi di suatu wilayah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kecenderungan semacam itu, telah menciptakan peluang bagi tumbuhnya rumah produksi lokal untuk mengeksplorasi kekayaan nilai lokal menjadi produk tayangan dengan content lokal. Melihat hal tersebut, muncul pertanyaantentang sejauhmana peluang bisnis Production House di lokal yang memiliki stasiun TV. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah platform bisnis PH, SDM, hingga infrastruktur siap untuk menjawab tantangan tersebut? Adakah pula rumah produksi lokal bisa mewadahi nilai lokal untuk eksis dalam tayangan budaya massa, dan jika bisa, adakah pengelola tv akan benar-benar bisa memberi ruang eksis pada produk dari PH di daerah? Sejumlah pertanyaan lain perlu diukur dalam sebuah dialog interaktif antar para pihak yang berkompeten dengan mereka yang memiliki kepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PEMBICARA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;1. Chrys Kelana (Corporate Service Director PT Sun Televisi Network)&lt;br /&gt;2. Tri Adi Nugroho, M.Si (Sekjur Ilmu Komunikasi Fisip Unsoed Purwokerto)&lt;br /&gt;3. Agus Nur Hadie, S.Sos., M.Hum (Kabag Humas dan Protokol Setda Banyumas)&lt;br /&gt;4. Bowo Leksono (Direktur Festival Film Purbalingga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MODERATOR&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sigit Harsanto (Kabiro Suara Merdeka Banyumas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 3 Agustus 2010&lt;br /&gt;Jam 08.00-16.00 WIB&lt;br /&gt;Hotel Ardi Kencana&lt;br /&gt;Jl. Pariwisata Baturraden Purwokerto&lt;br /&gt;Telp. (0281) 681991, 681591 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;GRATIS !&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Info Pendaftaran:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Nanda 085726181100&lt;br /&gt;Nanki 085227872252&lt;br /&gt;Rulia 08156620092&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Email:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;kepadajkfb@gmail.com&lt;br /&gt;ssibabbi005@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sekretariat: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB)&lt;br /&gt;Kedai Telapak Purwokerto&lt;br /&gt;Jalan Raya Baturraden KM 1 No. 188&lt;br /&gt;Pabuaran Purwokerto&lt;br /&gt;Telp. (0281) 5797627&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-5106337069907934218?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/5106337069907934218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=5106337069907934218&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/5106337069907934218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/5106337069907934218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/07/seminar-sehari-peluang-bisnis-ph-lokal.html' title='SEMINAR SEHARI &quot;Peluang Bisnis PH Lokal &amp; Potensi Konten Lokal pada Masa Depan Industri TV Indonesia&quot;'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TFKxlhiCnvI/AAAAAAAAAjI/SZvxWB9E5Rg/s72-c/undangan+seminar+sehari2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-6837538757635967095</id><published>2010-07-25T09:18:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T09:25:16.850-07:00</updated><title type='text'>Roadshow Film “Purnama di Pesisir” di Purwokerto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TExlS1ytYPI/AAAAAAAAAjA/kqp-aWHJi8Q/s1600/41582_84040594628_4403_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 315px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TExlS1ytYPI/AAAAAAAAAjA/kqp-aWHJi8Q/s320/41582_84040594628_4403_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497880619464351986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Purnama di Pesisir"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sutradara Chairun Nissa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purnama di sebagian makna menjadi kiasan yang indah dg kesempurnaan. Namun hal ini berbeda dengan kesempurnaan yang di alami Nirma. Anak sebatang kara yang harus membela haknya agar rumahnya tidak di bongkar untuk di jadikkan tanggul. Mengambil tempat di cilincing, daerah pesisir jakarta utara, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-official selection FILM FESTIVAL INDONESIA 2010&lt;br /&gt;-official selection ROTTERDAM INTER FILM FESTIVAL 39th (2010)&lt;br /&gt;-official selection SOUTH to SOUTH film fest 3rd (2010)&lt;br /&gt;-official selection 3Cities Film Festival (2010)&lt;br /&gt;-Special Jury Mention Award RIFF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Sharing pengalaman festival international dan filmmaker perempuan&lt;br /&gt;* Film pembuka Kompilasi 2nd V Film Festival&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, 26 Juli 2010&lt;br /&gt;Jam 19.00 WIB-selesai&lt;br /&gt;Cafe Angkriman (Angkringan Jajan Seniman)&lt;br /&gt;Jl. HR Bunyamin (belakang Buaran Market-depan POM Bensin) Pabuaran, Purwokerto Utara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opening; Kompilasi Film ‘Short and Young’ dari V film Festival 2010:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dear Girl&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Yanyan, Alma, Rina, Nunu, Husni, Jeni, Ivan, Panji, Maya l 2’ l SOCA l Tasikmalaya l 2009&lt;br /&gt;Lebih cantik, lebih sehat, menjadi terkneal dan masuk TV, apakah itu memang &lt;br /&gt;keinginan mu hei remaja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dunia Bisa Gue Pegang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Nopi, Preti, Susan, Efri, Intan, Vinty, Rio, Kurnia, D’Acil l 2’52” l Video Diary l Jakarta l 2009&lt;br /&gt;Remaja perempuan membutuhkan restu orang tuanya dalam kesehariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Baju Buat Kakek&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Misyatun l 14’59” l Sawah Artha Film l SMP 4 Satu Atap Karangmoncol, Purbalingga l 2009&lt;br /&gt;Perjuangan seorang cucu untuk mendapatkan baju baru buat kakeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Na..na… &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Diana, Maria, Risa, Dewi l 3’37” l Video Diary l SMP Bhinneka Tunggal Ika Yogyakarta l 2006&lt;br /&gt;Siswa perempuan yang sulit mendapatkan sebuah benda yang menjadi kebutuhan mereka setiap bulannya. Mereka menginginkan ada koperasi yang menyediakan benda ini. Biasanya benda ini mereka sebut na..na…na… karena alasan kesopanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bumi Masih Berputar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sheila Ardilla l 14’35” l Smadha Pictures l SMAN 2 Purwokerto l 2009&lt;br /&gt;Cerita ini menggambarkan segala cara yang dilakukan demi mendapatkan pujaan hati. Ketika cinta pergi, semangat akan terus ada karena bumi masih berputar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-6837538757635967095?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/6837538757635967095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=6837538757635967095&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6837538757635967095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6837538757635967095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/07/roadshow-film-purnama-di-pesisir-di.html' title='Roadshow Film “Purnama di Pesisir” di Purwokerto'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TExlS1ytYPI/AAAAAAAAAjA/kqp-aWHJi8Q/s72-c/41582_84040594628_4403_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-1237081547196119513</id><published>2010-07-20T15:02:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T15:15:08.232-07:00</updated><title type='text'>CLC Hadir di JOGJA; "Jagongan Media Rakyat 2010"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TEYfH16pMbI/AAAAAAAAAi4/b7MOLu3sJR8/s1600/Jagonan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TEYfH16pMbI/AAAAAAAAAi4/b7MOLu3sJR8/s320/Jagonan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496114614844862898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Jagongan Media Rakyat 2010” &lt;br /&gt;22-25 Juli 2010&lt;br /&gt;Jogja National Museum&lt;br /&gt;Jl. Amri Yahya No. 1 Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PAMERAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;22-25 Juli 2010&lt;br /&gt;Jam 09.00-21.30 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PEMUTARAN FILM &amp; DISKUSI I&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kamis, 22 Juli 2010&lt;br /&gt;Jam 19.30-21.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dokumentasi Workshop SMP 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Cinema Lovers Community I 12’12” l 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Becak di Tengah Deru Kendaraan Modern&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Elma Sulistia l Dark Community l Dokumenter l 07’31” l 2009&lt;br /&gt;Becak tetap bertahan di tengah pesatnya kendaraan bermotor yang semakin bertambah jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Candu Playstation dan Gameonline&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pranedya Atria l Fridax Production l Dokumenter l 06’39” l 2009&lt;br /&gt;Anak lebih memilih bermain playstation dan gameonline daripada belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Graffiti di Purbalingga&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Rendra l Rendraji Production l Dokumenter l 06’12” l 2009&lt;br /&gt;Graffiti merupakan coretan yang dianggap karya seni yang buruk namun ada juga yang menganggap baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasar Tradisional vs Ritel&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Vidi Vandri Hermandra l Duo Empat Production l Dokumenter l 07’37” l 2009&lt;br /&gt;Ritel mulai mengalahkan pasar tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PEMUTARAN FILM &amp; DISKUSI II&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sabtu, 24 Juli 2010&lt;br /&gt;Jam 18.00-20.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dokumentasi FFP 2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Cinema Lovers Community l 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Musibah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Nanki Nirmanto &amp; Wahyu SB l Bozz Community l Fiksi l 13’00” l 2008&lt;br /&gt;Kisah anak bernama Kurim yang sedari kecil menanggung bermacam cobaan hidup termasuk menjadi anak yatim. Beranjak remaja, nasib baik tetep berpihak padanya termasuk saat mendekati wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ling-Lung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Amrizal Faturrohman l Bozz Community l Fiksi l 09’00 l 2010&lt;br /&gt;Seorang pelajar SMA yang pelupa berkendaraan motor vespa. Dalam setiap langkah lakunya selalu aneh dan benar-benar menggambarkan kalau dia memang pelupa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;* Film Fiksi Pilahan Juri (JKFB Award) Festival Film Purbalingga 22010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nyarutang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Asep Triyatno l Bozz Community l Fiksi l 10’00” l 2009&lt;br /&gt;Jono yang menemukan dompet Adel secara tidak sengaja kemudian Jono berusaha membayar hutang atas uang yang dipakainya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;* Film Perhatian Khusus Juri (JKFB Award)&lt;br /&gt;* Boemboe Forum 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Endhog&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Padmashita Kalpika l Brankas Film l 14’47” l 2010&lt;br /&gt;Kisah eksperimen untuk membuktukan antara melahirkan dan bertelur.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;* Film Fiksi Terbaik Festival Film Purbalingga 2010&lt;br /&gt;* Film Fiksi Favorit Penonton (CLC Award) Festival Film Purbalingga 2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;http://jagongan2010.combine.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-1237081547196119513?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/1237081547196119513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=1237081547196119513&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/1237081547196119513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/1237081547196119513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/07/clc-hadir-di-jogja-jagongan-media.html' title='CLC Hadir di JOGJA; &quot;Jagongan Media Rakyat 2010&quot;'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TEYfH16pMbI/AAAAAAAAAi4/b7MOLu3sJR8/s72-c/Jagonan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-2058710839339807972</id><published>2010-07-13T12:44:00.000-07:00</published><updated>2010-07-13T13:08:12.016-07:00</updated><title type='text'>Bioskop Kita Lagi Sedih di Pusat Kebudayaan Prancis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TDzEvRULbpI/AAAAAAAAAiw/7O7T_rij57M/s1600/41778_136387009715395_7236_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TDzEvRULbpI/AAAAAAAAAiw/7O7T_rij57M/s320/41778_136387009715395_7236_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493481961866096274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film Dokumenter dari Purbalingga “Bioskop Kita Lagi Sedih” yang sempat menyabet penghargaan Film Dokumenter Terbaik di ajang Festival Film Dokumenter (FFD) 2006 hendak diputar di à courts d’écran #35 CCF (Pusat Kebudayaan Prancis) di Jakarta, Jalan Salemba Raya no. 25 Jakarta Pusat, Sabtu 17 Juli 2010, jam 15.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang disutradarai Bowo Leksono dan Heru C. Wibowo berdurasi 30 menit ini tentang kisah perlawanan sebuah komunitas film di Purbalingga ketika dilarang oleh pemerintah setempat untuk melanjutkan program pemutaran film rutinnya di gedung yang katanya milik rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema pemutaran adalah “Perang”. Tanpa kita sadari, perang menjadi bagian keseharian kita, baik dalam bentuk yang paling verbal hingga yang hadir dalam spektrum terkecil. Program à courts d’écran kali ini menghadirkan dua film dokumenter yang menyajikan peperangan dalam ragam bentuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bioskop Kita Lagi Sedih yang dibuat tahun 2006 hendak bersanding dengan film dari Prancis berjudul Ça sera beau. From Beyrouth with love sutradara Waël Noureddine. Film dokumenter yang diproduksi tahun 2005 ini merupakan sebuah film diary tentang konflik di Libanon. Kita akan belajar mengenai sisi getir negri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;à courts d'écran adalah program CCF Jakarta untuk pemutaran film pendek Indonesia-Prancis, tiap sabtu-minggu kedua tiap bulan. Visi dari program ini untuk mendukung serta memfasilitasi pembuat film muda Indonesia, membuat ruang temu antara pembuat dengan penonton, serta ruang dialog antara Indonesia-Prancis melalui medium film pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program pemutaran disertai dengan diskusi yang mengundang salah satu pembuat film yang karyanya diputar. Program ini terbuka untuk umum dan gratis. Pembuat film pendek Indonesia dapat mengirimkan karya mereka ke CCF Jakarta dalam bentuk DVD atau VHS yang kemudian akan melalui proses kurasi untuk ditampilkan dalam satu program pemutaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-2058710839339807972?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/2058710839339807972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=2058710839339807972&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/2058710839339807972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/2058710839339807972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/07/bioskop-kita-lagi-sedih-di-pusat.html' title='Bioskop Kita Lagi Sedih di Pusat Kebudayaan Prancis'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TDzEvRULbpI/AAAAAAAAAiw/7O7T_rij57M/s72-c/41778_136387009715395_7236_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-2784490762810144165</id><published>2010-07-02T23:35:00.001-07:00</published><updated>2010-07-02T23:46:00.532-07:00</updated><title type='text'>Kado buat Kota Tercinta jilid 2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TC7cdKEwdxI/AAAAAAAAAio/7dGLWa4FIxA/s1600/kado+2-fb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TC7cdKEwdxI/AAAAAAAAAio/7dGLWa4FIxA/s320/kado+2-fb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489567389289838354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Program Bersama&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Cinema Lovers Community Purbalingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kado buat Kota Tercinta jilid 2&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mukadimah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Jalan mulus mengantarkan Program Bersama Kado Buat Kota Tercinta pada 2009 dengan output sebuah Kompilasi DVD berisi 6 (enam) film dokumenter. Keenam film ini pun sempat diputar dan diapresiasi bersama pameran foto dalam satu tema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program bersama ini tak hanya diikuti para pembuat film dokumenter berpengalaman namun juga beberapa diantaranya para pembuat film pemula. Demikian yang terjadi pada karya-karya foto yang dipamerkan. Tidak hanya datang dari tukang potret handal tapi pemotret yang bahkan tidak trampil menggunakan alat sederhana sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program bersama berupa media kritik baru di kota kecil ini dirasa penting minimal bagi para pengkarya sebagai media pembelajaran. Tepat rasanya, program bersama ini dirancang dan dihadirkan setiap tahun sebagai kado buat kota tercinta; Purbalingga. Dan tahun 2010 ini, Purbalingga memasuki usia 180 tahun, yang menurut versi Pemkab Purbalingga jatuh pada 18 Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal itu, jelas belum genap benar setahun usia rezim baru Pemerintah Kabupaten Purbalingga, namun bukan hal haram tentunya untuk tetap melontarkan kritik pedas sekalipun terhadap kondisi kota yang ada. Apalagi, rezim baru dengan tegas menyatakan hendak melanjutkan pola kebijakan pembangunan dari rezim lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemuda aseli Purbalingga wajib menyadari, bahwa tidak ada satu pun pembangunan di segala bidang yang tidak merugikan rakyatnya. Dibalik gemerlap pembangunan; ada kesengsaraan, kemirisan, ironi, ketidakberdayaan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerap kali sisi lain dari pembangunan itu tidak ter-cover dan relatif terlewatkan. Bahkan oleh pihak-pihak yang seharusnya berada di garda depan dalam mengkritisi sisi lain itu. Dan anak muda tidak boleh tinggal diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi demikianlah yang mari kita kritisi dan kita angkat kembali secara bersama-sama dalam sebuah media (visual dan audiovisual), media yang selama ini kita tekuni, dalam bentuk karya film dokumenter dan karya foto untuk kemudian kita hadiahkan sebagai Kado buat Kota Kita Tercinta; PURBALINGGA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tujuan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;- Memperingati Hari Ulang Tahun Kota Purbalingga Tercinta dengan cara berbeda.&lt;br /&gt;- Membuat media kritik baru bagi kawula muda Purbalingga.&lt;br /&gt;- Mengabarkan kepada khalayak terkait kondisi Purbalingga yang belum terungkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bentuk Kegiatan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;- Produksi film dokumenter dan karya foto&lt;br /&gt;- Pemutaran film dokumenter dan pameran foto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Peserta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Anak muda Purbalingga atau yang merasa muda dan peduli dengan kotanya. Pengerjaan karya boleh atas nama personal maupun komunitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Waktu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;- Juli-Desember 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Film Dokumenter&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Karya film dokumenter berupa dokumenter pendek sederhana:&lt;br /&gt;- Panjang durasi; 7-15 menit sudah termasuk credit title&lt;br /&gt;- Karya yang diserahkan dalam bentuk file DVD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Foto&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Karya foto berupa foto tunggal yang bercerita dengan dilengkapi narasi sepantasnya.&lt;br /&gt;- Boleh ditampilkan warna (colour) maupun hitamputih (BW)&lt;br /&gt;- Karya yang deserahkan dalam bentuk cetak dengan ukuran 10R&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penjadwalan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;- Sosialisasi program  : Juli-Agustus 2010&lt;br /&gt;- Pengajuan ide  : September 2010&lt;br /&gt;- Pengerjaan karya  : Oktober-November 2010&lt;br /&gt;- Pengumpulan karya terakhir  : 1 Desember 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;* Ide dituangkan dalam bentuk tulisan cukup setengah halaman dan kirim ke &lt;br /&gt;laleks_film@yahoo.com&lt;br /&gt;Paling lambat 30 September 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Karya diserahkan ke Nanki Nirmanto, hp 0852.2787.2252&lt;br /&gt;Paling lambat 1 Desember 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-2784490762810144165?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/2784490762810144165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=2784490762810144165&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/2784490762810144165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/2784490762810144165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/07/kado-buat-kota-tercinta-jilid-2.html' title='Kado buat Kota Tercinta jilid 2'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TC7cdKEwdxI/AAAAAAAAAio/7dGLWa4FIxA/s72-c/kado+2-fb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-7670065231520727032</id><published>2010-07-01T05:34:00.000-07:00</published><updated>2010-07-01T05:39:20.538-07:00</updated><title type='text'>Hujan tak Kunjung Reda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TCyMTB568SI/AAAAAAAAAig/hpL9gplJQN4/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TCyMTB568SI/AAAAAAAAAig/hpL9gplJQN4/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488916304414568738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hujan tak kunjung reda dari sore hingga malam. Kondisi inilah yang menjadi sebab banyak pecinta film di wilayah Banyumas Raya urung hadir di acara Pemutaran Film dan Diskusi official selection Festival Film Purbalingga 2010 di Cafe Angkriman Purwokerto, Rabu, 30 Juni 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, kursi kursi yang ada tetap penuh hingga di bagian luar. Sudah lama Purwokerto sebagai ibukota Banyumas kehilangan ruang bagi para pecinta film. Mungkin karna inilah antusiasme pengunjung masih bisa diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, diputar enam film pendek fiksi dari delapan film official selection (hasil seleksi) Kompetisi Film Pendek Fiksi SMA se-Banyumas Raya FFP 2010. Dua diantara enam film tersebut telah merebut penghargaan sebagai film fiksi terbaik, film pilihan juri, dan film favorit penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam film pendek tersebut adalah “Bunyi” sutradara Puput Piranti dari SMK Bakti Purwokerto, “Aku Bukan Malinkundang” sutradara Dewi Prahesti dari SMK N 1 Purbalingga, “Ling Lung” sutradara Amrizal Faturrohman dari SMA N 1 Bobotsari, Purbalingga, “Menuju Titik Terang” sutradara Elma Sulistia dari SMA N 1 Purbalingga, “Endhog” sutradara Padmashita Kalpika dari SMA N 2 Purbalingga, serta “Lupa” sutradara Annisa Nur Dzakiyah dari SMK N 1 Purwokerto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Harapan pada para Sutradara Muda&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Usai pemutaran, empat sutradara yang hadir didaulat ke depan untuk berdiskusi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan pentonton. Karya adalah satu pertanggungjawaban bagi pengkarya. Dan dengan diskusi atau sekedar berbincang adalah satu cara seorang pengkarya mempertanggungjawabkan karyanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang menarik ketika para sutradara muda yang masih duduk di bangku SMA itu menerangkan apa yang hendak dilakukan setelah mereka berkarya. Bisa ditebak, mereka dengan bersemangat menjawab akan terus berkarya. Namun, siapa yang bisa menjamin? Terlebih bila para pembuat film itu hijrah untuk menempuh kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi malam itu cukup hangat. Dan ternyata malam itu adalah pemutaran film dan diskusi yang terakhir di Angkriman. Tak ada lagi kehangatan di pekan berikutnya. Pemilik kafe memutuskan mengganti dengan acara lain setelah lebih dari tiga bulan tempat itu untuk pemutaran film tiap pekannya. Syukurlah, diakhir diskusi ada pihak yang menawarkan ruang bagi pecinta film di Banyumas Raya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-7670065231520727032?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/7670065231520727032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=7670065231520727032&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7670065231520727032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7670065231520727032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/07/hujan-tak-kunjung-reda.html' title='Hujan tak Kunjung Reda'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TCyMTB568SI/AAAAAAAAAig/hpL9gplJQN4/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-3487731745454608784</id><published>2010-06-23T21:26:00.000-07:00</published><updated>2010-06-23T21:30:32.865-07:00</updated><title type='text'>Pemutaran Film Kompetisi FFP 2010 di Angkriman Purwokerto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TCLfQQ0LssI/AAAAAAAAAiY/_vCmdcVqZsw/s1600/poster+fb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TCLfQQ0LssI/AAAAAAAAAiY/_vCmdcVqZsw/s320/poster+fb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486192766575424194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemutaran Film dan Diskusi&lt;br /&gt;Official Selection FFP 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 30 juni 2010 - jam 19.30 WIB&lt;br /&gt;ANGKRIMAN (Angkringan Jajan Seniman)&lt;br /&gt;Jl. H.R. Bunyamin, belakang Buaran Market, depan pom bensin Pabuaran, Purwokerto Utara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemutaran film dan diskusi 6 dari 8 film yang masuk seleksi (official selection) kompetisi film pendek fiksi pelajar SMA se-Banyumas Raya Festival Film Purbalingga 2010 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bunyi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Puput Piranti|SMK Bakti Purwokerto&lt;br /&gt;Fiksi|15’00”|Satoe Production|2010&lt;br /&gt;Radit yang hobi fotografi rajin dalam sekolahnya tetapi dia terlalu cuek dalam cinta, sampai akhirnya ditinggal orang yang dekat dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aku Bukan Malinkundang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dewi Prahesti|SMK N 1 Purbalingga&lt;br /&gt;Fiksi|06’10”|Smega Film|2010&lt;br /&gt;Seorang gadis yang terjebak dalam kehidupan nyata dan kehidupan panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ling Lung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Amrizal Faturrohman|SMA N 1 Bobotsari, Purbalingga&lt;br /&gt;Fiksi|09’00”|Bozz Community|2010&lt;br /&gt;Seorang pelajar SMA yang pelupa berkendara motor vespa. Dalam setiap tingkah lakunya selalu aneh dan benar-benar menggambarkan kalau memang pelupa.&lt;br /&gt;* Film Pilihan Juri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menuju Titik Terang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Elma Sulistia|SMA N 1 Purbalingga&lt;br /&gt;Fiksi|12’47”|Masih Timur Film|2010&lt;br /&gt;Terkadang apa yang kita pikirkan tak seburuk apa yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Endhog&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Padmashita Kalpika |SMA N 2 Purbalingga&lt;br /&gt;Fiksi|14’47”|Brankas Production|2010&lt;br /&gt;Kisah eksperimen untuk membuktikan antara melahirkan dan bertelur.&lt;br /&gt;* Film Fiksi Terbaik&lt;br /&gt;* Film Fiksi Favorit Penonton&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lupa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Annisa Nur Dzakiyah|SMK N 1 Purwokerto&lt;br /&gt;Fiksi|07’00”|Multimedia Community|2010&lt;br /&gt;Dua anak yang berangkat sekolah dan ternyata sekolahnya libur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-3487731745454608784?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/3487731745454608784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=3487731745454608784&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3487731745454608784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3487731745454608784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/06/pemutaran-film-kompetisi-ffp-2010-di.html' title='Pemutaran Film Kompetisi FFP 2010 di Angkriman Purwokerto'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TCLfQQ0LssI/AAAAAAAAAiY/_vCmdcVqZsw/s72-c/poster+fb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-5469631957546996126</id><published>2010-06-13T01:46:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T02:11:12.058-07:00</updated><title type='text'>Workshop Film SMA Negeri 2 Purwokerto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TBSb-1Cm6DI/AAAAAAAAAiQ/etCvUD7cwhY/s1600/fb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 203px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TBSb-1Cm6DI/AAAAAAAAAiQ/etCvUD7cwhY/s320/fb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482178150108948530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah jalan tanjakan di wilayah obyek wisata Baturraden, Purwokerto, sekelompok anak muda yang sedang melakukan kegiatan kreatif berupa proses pengambilan gambar dalam satu produksi film sempat mencuri perhatian setiap pengendara yang melintas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini untuk mengisi waktu luang usai Ulangan Kenaikan Kelas (UKK). Adalah anak-anak ekskul broadcast SMA Negeri 2 Purwokerto yang menggelar workshop film selama dua hari, 12-13 Juni 2010 di Baturraden. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop yang ditujukan bagi pelajar kelas X untuk lebih mendalami bidang multimedia. Dengan pendampingan tim dari Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga dan Cengloe Purwokerto (komunitas yang bergerak di dunia penulisan kreatif), para peserta workshop bersemangat mengikuti tahapan workshop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada workshop singkat kali ini, disampaikan dan dipraktikkan berbagai materi proses produksi film, mulai dari pengertian film, manajemen produksi, pengembangan ide dan penulisan skenario, tata kamera, editing, hingga praktik pengambilan gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Melatih Penggalian Ide&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Menurut salah satu peserta workshop, Maulida Nurul Innayah, yang baru pertama mengikuti workshop film merasa penting dengan adanya kegiatan ini. “Meskipun waktunya singkat, namun mampu membuat kami sedikit banyak mengerti seluk-beluk produksi film pendek,” tutur Nana, panggilan akrab siswi kelas X ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada materi penggalian ide cerita, masing-masing perserta mengeksplorasi baik secara personal maupun kelompok. Hasilnya, peserta belum memberikan ragam tema dan ide cerita bahkan mereka cenderung gagap dalam mengungkapkan gagasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Cengloe Bangkit Wismoyo mengungkapkan ide cerita untuk kemudian menulisnya merupakan kebiasaan yang terlatih. “Sementara peserta workshop yang terdiri dari pelajar SMA tidak terbiasa menulis. Budaya literer hampir tidak dikenal di kalangan anak muda sekarang,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kebiasaan menulis belum terlatih dikalangan pelajar, memaksa untuk berlatih menulis adalah salah satu strateginya. Dengan workshop film ini, materi penggalian ide cerita dan menuliskannya adalah bagian dari tahapan workshop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada workhsop ini diperoleh satu ide cerita film pendek fiksi dan film dokumenter. Untuk ide film fiksi pendek proses menulis sampai tahapan pengembangan treatment, untuk kemudian dilanjutkan usai workshop. Sementara ide film dokumenter akan dilanjutkan dengan tahapan riset terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator workshop Cendana Kurniawati mengatakan, workshop yang baru pertama kali ini direncanakan akan menjadi agenda tahunan dalam rangka melatih dan mencari bibit penghobi film di SMA Negeri 2 Purwokerto. “Berharap denyut proses produksi film ada di sekolah kami seperti halnya di sekolah-sekolah lain di wilayah Banyumas Raya,” tutur siswi kelas XI ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-5469631957546996126?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/5469631957546996126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=5469631957546996126&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/5469631957546996126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/5469631957546996126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/06/workshop-film-sma-negeri-2-purwokerto.html' title='Workshop Film SMA Negeri 2 Purwokerto'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TBSb-1Cm6DI/AAAAAAAAAiQ/etCvUD7cwhY/s72-c/fb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-8310109189282828120</id><published>2010-05-30T00:22:00.000-07:00</published><updated>2010-05-30T00:43:14.333-07:00</updated><title type='text'>SMA N 2 Purbalingga Borong Penghargaan FFP 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TAIWTz80tbI/AAAAAAAAAiI/2_lwyQcNvUM/s1600/blog+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 215px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TAIWTz80tbI/AAAAAAAAAiI/2_lwyQcNvUM/s320/blog+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476964626454590898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SMA N 2 Purbalingga memborong tiga penghargaan sekaligus diajang Festival Film Purbalingga 2010. Penghargaan itu adalah Film Fiksi Terbaik, Film Fiksi Favorit Penonton lewat film “Endhog” dan Film Dokumenter Favorit Pentonton lewat film “Di Sini Panglima Besar Dilahirkan”. Kedua film tersebut besutan sutradara Padmashita Kalpika Anindyajati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk Film Dokumenter Terbaik disabet SMK Tamansiswa Banjarnegara dari film berdujul “Oh Lengger Gumelemku” karya Sugino. Satu penghargaan berupa Film Pilihan Juri diraih film bertajuk “Ling-Lung” dari SMA N Bobotsari, Purbalingga yang disutradarai Amrizal Faturrohman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diajang Kompetisi Video Mantenan yang baru digelar tahun ini dimenangkan oleh video yang dibuat Nanki Nirmanto. Nanki meraih Video Mantenan Terbaik lewat video berjudul “Perjalanan Cinta Anggi dan Deni”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutradara film “Endhog”dan “Di Sini Panglima Besar Dilahirkan” Padmashita Kalpika merasa senang dengan keberhasilan kelompoknya Brankas Film menyabet tiga penghargaan ini. “Tahun lalu film kakak-kakak kelas kami gagal menyabet penghargaan festival ini. Itu yang memacu kami untuk berkarya lebih baik dari tahun lalu,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Memacu Karya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Malam penghargaan yang digelar Sabtu, 29 Mei 2010 di aula Hotel Kencana berlangsung meriah yang sebagian besar dihadiri para pembuat film muda dari berbagai SMA di Banyumas Raya. Turut memeriahkan malam itu, tampil pagelaran Wayang Artefak pimpinan Adi Purwanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Festival Film Purbalingga Bowo Leksono mengatakan peserta kompetisi SMA se-Banyumas Raya tahun ini secara kuantitas meningkat tajam, ditambah kehadiran program baru yaitu kompetisi dokumenter dan kompetisi video manten. “Namun secara kualitas masih terus harus ditingkatkan. Ini tugas Cinema Lovers Community dan komunitas-komunitas di setiap kabupaten untuk turut memacu pelajar SMA dalam berkarya,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bowo melanjutkan, proses panjang festival film purbalingga selama empat tahun ini baru dirasa dibutuhkan oleh kalangan pelajar SMA Banyumas Raya, meskipun kebutuhan ini belum secara merata. “Sayangnya, para pelajar di Banyumas Raya masih merasa bahwa festival ini sebagai ajang beradu semata. Bila sudah kalah di babak pertama, mengabaikan sama sekali tujuan festival itu sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh Bowo beranggapan bahwa festival ini bukan satu-satunya tempat untuk menguji karya dengan hadirnya program kompetisi. “Jauh lebih penting dari itu, festival adalah ruang untuk berinteraksi, antara pengkarya dengan karya-karya yang lain, serta antara karya dan pengkarya dengan publik penontonnya. Dengan harapan, festival ini terus mamacu pegiatnya menjadikan film sebagai media edukasi secara luas,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama empat hari penyelenggaraan festival, 26-29 Mei 2010, berbagai program digelar gratis untuk umum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-8310109189282828120?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/8310109189282828120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=8310109189282828120&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/8310109189282828120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/8310109189282828120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/05/sma-n-2-purbalingga-borong-penghargaan.html' title='SMA N 2 Purbalingga Borong Penghargaan FFP 2010'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TAIWTz80tbI/AAAAAAAAAiI/2_lwyQcNvUM/s72-c/blog+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-7886360033941380100</id><published>2010-05-29T13:25:00.000-07:00</published><updated>2010-05-29T13:47:38.836-07:00</updated><title type='text'>Pidato Penutupan Festival Film Purbalingga 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TAF9Hs2LUTI/AAAAAAAAAiA/SFJcTDboO1c/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 215px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TAF9Hs2LUTI/AAAAAAAAAiA/SFJcTDboO1c/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476796193110184242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selama empat hari penyelenggaraan festival, program demi program telah dihantarkan dengan selamat. Banyak hal kemudian yang perlu dievaluasi dan diperbaiki di masa mendatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa program dalam festival kali ini adalah program baru yang berusaha ditawarkan pada publik Banyumas Raya. Respon positif luar biasa, namun masih berhenti pada tahapan respon. Untuk itu, kampanye film sebagai media edukasi dalam pengertian luas, masih butuh jalan yang panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara riil, proses panjang festival film purbalingga selama empat tahun ini baru dirasa dibutuhkan oleh kalangan pelajar SMA Banyumas Raya. Meskipun kebutuhan ini belum secara merata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, para pelajar di Banyumas Raya masih merasa bahwa festival ini sebagai ajang beradu semata. Bila sudah kalah di babak pertama, mengabaikan sama sekali tujuan festival itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun yang dialami para pembuat film yang karyanya berhasil masuk tahap seleksi. Para pembuatnya hanya mengapresiasi program dimana filmnya ada. Sementara program non-kompetisi yang menawarkan film-film di luar Banyumas Raya sebagai referensi, justru minim peminat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak sedang menjadikan festival ini satu-satunya tempat untuk menguji karya dengan hadirnya program kompetisi. Jauh lebih penting dari itu, festival adalah ruang untuk berinteraksi, antara pengkarya dengan karya-karya yang lain, serta antara karya dan pengkarya dengan publik penontonnya. Dengan harapan, festival ini terus mamacu pegiatnya menjadikan film sebagai media edukasi secara luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak ruang tentunya yang bisa dijadiakan acuan dan pilihan bagi kawan-kawan dalam mendistribusikan karya untuk memberi kesempatan lebih banyak agar karya kita terapresiasi. Bila perlu, ruang-ruang tersebut kita ciptakan sendiri meskipun dalam skup yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini festival film purbalingga menghadirkan total 31 satu karya film yang diputar selama empat hari. 20 diantaranya adalah karya kompetisi; fiksi dan dokumenter pelajar serta kompetisi video mantenan se-Banyumas Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 film fiksi dan 12 film dokumenter berhasil terkumpul. Sementara untuk video mantenan terkumpul 9 video. 8 film fiksi, 5 film dokumenter terseleksi. Untuk video mantenan 5 video terseleksi. Dan malam ini, dewan juri hendak mengumumkan apa saja judul film dan video terbaik dan film favorit penonton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kawan-kawan SMA yang filmnya belum berhasil lolos, percayalah bahwa Kompetisi yang sesungguhnya adalah ketika kalian mampu melewati proses dalam membuat film. Festival bukan segalanya, festival sekedar menjadi tempat untuk kita bersemuka dan berbagi. Mari, jadikan festival untuk kembali bersemangat berkreativitas dan berkarya; untuk Banyumas Raya, untuk Endonesa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih pada pihak-pihak yang telah mendukung. Terima kasih tak terhingga pada kawan-kawan kota tetangga, Banyumas, Cilacap dan Banjarnegara. Ini festival kita bersama. Terima kasih pada para pelajar SMA, kalian generasi yang akan menorehkan sejarah baru. Terima kasih pada kawan-kawan luar kota, jangan pernah bingung bahwa Purbalingga adalah bagian dari Endonesa. Terima kasih tak terhingga pada masyarakat Banyumas Raya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai jumpa di festival berikutnya !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-7886360033941380100?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/7886360033941380100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=7886360033941380100&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7886360033941380100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7886360033941380100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/05/pidato-penutupan-festival-film.html' title='Pidato Penutupan Festival Film Purbalingga 2010'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/TAF9Hs2LUTI/AAAAAAAAAiA/SFJcTDboO1c/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-1995328371406804901</id><published>2010-05-26T16:06:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T16:15:26.850-07:00</updated><title type='text'>Pidato Pembuka Festival Film Purbalingga 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S_2qvnC824I/AAAAAAAAAh4/ffMPd4MIrzg/s1600/bowo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S_2qvnC824I/AAAAAAAAAh4/ffMPd4MIrzg/s320/bowo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475720456864324482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pertama, saya memohon maaf, kepada Saudara-Saudara sekalian karna hingga 4 kali penyelenggaraan festival, penonton masih belum merasa nyaman. Sumuk, namun mudah-mudahan hawa panas ini tidak menyurutkan Saudara-Saudara sekalian yang telah dan akan hadir di festival film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiadaan ruang berekspresi bagi kaum muda di Purbalingga khususnya menuntut kami untuk berpikir dan bertindak super kreatif. Menyesali nasib apalagi menuntut, kami pikir bukanlah tindakan bijak. Maka dari itu, lakukanlah sesuatu! Action!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon kabarnya, di Purbalingga telah berdiri sebuah gedung megah di lahan eks pasar Purbalingga yang di kompleksnya terdapat bangunan amphitheatre dan entertaint centre. Konon ceritanya infrastruktur ini dibangun untuk memfasilitasi para pegiat seni di Purbalingga. Namun, entahah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pemerintah daerah yang mempunyai kewajiban untuk itu tidak pernah melibatkan kalangan seniman. Mana bisa tahu kebutuhan para seniman? Jadi, apalah guna? Semoga kita akan selalu kreatif dan melakukan sesuatu untuk masyarakat. Percayalah, suatu saat, apa yang kita citakan akan menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara soal kreatifitas, pada tataran film, disadari Banyumas Raya banyak dibicarakan di luar sana. Namun, sadarkah kita bahwa kekurangan dan kekurangan masih menumpuk. Kekurangan inilah yang bila tidak disadari dan segera diperbaiki, akan berpengaruh pada kualitas karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya-karya film anak muda Banyumas Raya yang dalam beberapa tahun terakhir ini didominasi para pelajar SMA. Kegairahan mereka terus membuncah. Terasa aneh? Mungkin, bayangkan saja, dari puluhan pelajar yang belajar membuat film pendek, sama sekali tidak pernah melihat apalagi masuk ke gedung bioskop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, dari mana mereka mendapatkan materi film yang baik untuk referensi? Sementara tayangan televisi menjadi konsumsi satu-satunya yang tidak terbantahkan. Seperti tidak ada kesempatan dan bahkan kemampuan untuk memilah tontonan. Semua dilahap habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi kemudian, karya-karya anak-anak pelajar ini, banyak terpengaruh dari tayangan-tayangan televisi itu. Yang dinilai serba instan, dan cenderung mengabaikan logika. Belum lagi berbicara terkait teknisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi dipertanyakan rasa peka pada lingkungan sekitar, yang biasanya terkait hal remeh-temeh namun tanpa disadari hal-hal semacam itu selalu menarik untuk ditangkap dan dihadirkan ke permukaan. Kekurangpekaan ini menjadi daya pengaruh besar terhadap kualitas karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas, sekolah seperti tidak pernah mendekatkan siswanya untuk bagaimana lingkungan adalah bagian penting dalam hidup dan kehidupan. Sekolah selalu membuat siswanya pusing karena sistem memaksa mereka melakukan sesuatu yang tidak disuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita harus berpikir jauh bila banyak hal dekat bahkan di depan pelupuk mata yang menarik? Apapun, pengharapan terletak pada semangat yang timbul pada diri anak-anak muda yang bertindak cerdas, cekatan, dan tanpa kompromi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih pada pihak-pihak yang telah mendukung. Terima kasih pada kawan-kawan kota tetangga, Banyumas, Cilacap dan Banjarnegara. Terima kasih pada kalian pelajar SMA, karna kalian, festival ini ada. Terima kasih pada kawan-kawan luar kota, bermesra-mesraan lah kalian dengan kota kecil tercinta, Purbalingga. Terima kasih tak terhingga pada masyarakat Banyumas Raya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Berfestival !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Festival&lt;br /&gt;Bowo Leksono&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-1995328371406804901?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/1995328371406804901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=1995328371406804901&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/1995328371406804901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/1995328371406804901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/05/pidato-pembuka-festival-film.html' title='Pidato Pembuka Festival Film Purbalingga 2010'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S_2qvnC824I/AAAAAAAAAh4/ffMPd4MIrzg/s72-c/bowo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-6695371125499143219</id><published>2010-05-22T12:52:00.001-07:00</published><updated>2010-05-22T13:07:22.424-07:00</updated><title type='text'>Menjadikan Festival Milik Bersama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S_g3k5YY8KI/AAAAAAAAAhw/QUiNwCDeolM/s1600/bowo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S_g3k5YY8KI/AAAAAAAAAhw/QUiNwCDeolM/s320/bowo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474186454086774946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengantar Festival Film Purbalingga 2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya kerja festival adalah kerja tahunan, kerja yang bukan sekedar mempersiapkan seremonial semata. Kualitas festival ditentukan oleh proses panjang para penggagas dan pengusung festival itu sendiri. Kerja-kerja seperti ini yang belum dirasa kesadarannya. Masih banyak anggapan bahwa festival adalah sekedar acara yang akan kembali merepotkan di tahun berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hal yang mutlak salah. Bagimana tidak, Purbalingga atau kabupaten lain di wilayah Banyumas Raya, tidak tersedia infrastruktur yang lumayan sebagai pendukung perkembangan kesenian. Alhasil, kalau bukan para pegiat dan senimannya sendiri yang rela repot, siapa lagi? Namun, dari kondisi seperti inilah, kita jadi banyak belajar. Belajar dari kekurangan, belajar dari ketidakberdayaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah menjadikan even festival sebagai kerja tahunan. Karna bila yang terjadi adalah instan, siapa yang akan menjamin keberlanjutannya?. Sementara menjadikan festival sebagai kebutuhan masyarakat adalah perjuangan tersendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival, seperti halnya sebuah terminal persinggahan bagi para pelakunya. Berproses kemudian berjumpa pada satu titik. Saling berinteraksi, berapresiasi, dan berdiskusi untuk kemudian kembali berproses pada komunitasnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival Film Purbalingga untuk kali keempat ini seperti mulai terasa kelelahannya. Hanya karena sisa semangat yang kemudian membuat festival ini terus ada. Di sisi lain, pergerakan pembuat film muda yang masih duduk di bangku SMA, tidak terbendung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kemudian muncul kondisi seperti itu? Apalagi kalau bukan, salah satu faktor karena para pendahulunya yang menanamkan pengaruh, baik langsung maupun tidak. Mereka tidak bisa dibiarkan liar untuk kemudian menemukan karakter dan jati dirinya. Tapi bagaimana keliaran mereka menjadi kekuatan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan untuk menjadikan festival ini milik masyarakat dan menjadi kebutuhan bersama, tampaknya masih perlu jalan panjang. Masih perlu stamina kuat untuk terus dan terus menjalankannya. Menyatukan visi bagaimana film sebagai media menyampaikan pesan edukasi pada masyarakat bahkan pada elit politik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pun, festival ini bukan milik pribadi, bukan milik segelintir orang, bukan milik satu kelompok. Tapi milik bersama, masyarakat Banyumas Raya, dan bangsa ini mungkin. Karena bagaimana pun, festival ini dibangun dengan semangat kebersamaan, untuk bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, kita tanpa henti melihat dan merasakan sekeliling kita. Bercermin dengan cara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Merayakan Festival!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bowo Leksono&lt;br /&gt;Direktur Festival&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-6695371125499143219?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/6695371125499143219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=6695371125499143219&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6695371125499143219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6695371125499143219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/05/menjadikan-festival-milik-bersama.html' title='Menjadikan Festival Milik Bersama'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S_g3k5YY8KI/AAAAAAAAAhw/QUiNwCDeolM/s72-c/bowo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-3560253400536533603</id><published>2010-05-21T14:20:00.000-07:00</published><updated>2010-05-21T14:36:55.741-07:00</updated><title type='text'>Melihat Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S_b8tJNCVLI/AAAAAAAAAho/jTxNG0mMVnA/s1600/dimas.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S_b8tJNCVLI/AAAAAAAAAho/jTxNG0mMVnA/s320/dimas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473840249610327218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengantar Festival Film Purbalingga 2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah tahun keempat penyelenggaraan Festival Film Purbalingga. Sebagai sebuah festival film kecil, di kota kecil, bukan suatu usaha kecil-kecilan untuk terus bisa menjaga semangat agar festival terus berjalan, terlebih menyemangati generasi muda Banyumas untuk terlibat dalam bentuk apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Melihat Kita’ adalah sebuah ajakan untuk melihat dan menilai kembali kejadian-kejadian disekitar kita dalam aspek sosial dan budaya. Kejadian-kejadian ini bisa jadi merupakan narasi kecil keseharian di sekeliling kita, maupun dalam konteks yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema ini akan merangkai program film yang akan disajikan dalam Festival Film Purbalingga 2010, ditambah dengan beberapa program khusus seperti presentasi, pameran, dst, yang merupakan satu rangkaian utuh Festival Film Purbalingga 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 film pendek fiksi, 12 film pendek dokumenter, karya siswa SMA dari penjuru Banyumas Raya terdaftar dalam seleksi kompetisi Festival Film Purbalingga 2010. Catatan dihasilkan dari kehadiran film-film kompetisi film pendek fiksi dan dokumenter SMA se-Banyumas Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi tampaknya masih (harus) menjadi musuh bersama (dan utama). Dari sekian karya fiksi dan dokumenter yang masuk, jelas terlihat bagaimana logika tayangan televisi mendominasi cara berpikir para pembuatnya. Cara berpikir yang fatalistik, instan, serta penyederhanaan persoalan tanpa runut logika yang matang, belum lagi ditambah dengan kekakuan serta kebakuan bentuk, adalah hal-hal yang jelas terlihat dari karya-karya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila festival ini menjadi salah satu ruang pembelajaran, maka ini (pasti) akan menjadi proses pembelajaran yang amat panjang, dan bisa jadi melelahkan. Disinilah tantangan para penggagas festival untuk meramu strategi yang efektif untuk merombak paradigma-paradigma usang dalam bekarya. Bukan tugas yang mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tahun ini Festival Film Purbalingga menghadirkan satu sesi kompetisi spesial; video mantenan. Dokumentasi pernikahan, yang kemudian kita biasa sebut sebagai “video mantenan”, dapat kita lihat lebih dari sekedar dokumentasi acara pernikahan, namun juga dalam konteks sosiologis serta antropologis, dan tentu saja dari tinjauan artistik. Kompetisi ini dibuat untuk melihat bagaimana fenomena video berlaku di masyarakat, setidaknya masyarakat Banyumas yang notabene sudah lama akrab dengan video mantenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi ‘proses’ masih menjadi kata kunci utama. Bukan hasil jadi yang dicari dalam hal ini. Maka untuk itu keterlibatan khalayak seluas-luasnya untuk memberikan kontribusi dalam proses ini amatlah dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berfestival.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimas Jayasrana&lt;br /&gt;Programer Festival&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-3560253400536533603?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/3560253400536533603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=3560253400536533603&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3560253400536533603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3560253400536533603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/05/melihat-kita.html' title='Melihat Kita'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S_b8tJNCVLI/AAAAAAAAAho/jTxNG0mMVnA/s72-c/dimas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-3262201709080113679</id><published>2010-04-30T00:33:00.000-07:00</published><updated>2010-04-30T00:35:24.534-07:00</updated><title type='text'>Gumelem di Mataku (premiere)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S9qIIVtBUVI/AAAAAAAAAhY/2iGYOSAWjRg/s1600/fb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S9qIIVtBUVI/AAAAAAAAAhY/2iGYOSAWjRg/s320/fb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465830774613823826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Generasi penerus dengan beragam latar belakang, semestinya cerdik bagaimana “nguri-uri” peninggalan nenek moyang. Tentu, bila bukan generasi muda, siapa lagi? Namun justru di tangan generasi muda inilah sejatinya nasib peninggalan tradisi berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak muda Banjarnegara yang dimotori pegiat perfilmannya berusaha dengan caranya dalam melestarikan budaya. Dengan mata kamera mereka menangkap realita peninggalan budaya yang tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sejak awal tahun hingga memasuki bulan April 2010, beberapa pegiat perfilman di Banjarnegara sepakat melakukan riset di Gumelem, wilayah yang masuk Kecamatan Susukan. Gumelem sendiri adalah daerah yang terbagi menjadi dua desa; yaitu Desa Gumelem Kulon dan Desa Gumelem Wetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gumelem adalah daerah yang menyimpan tumpukan “harta” yang belum banyak tersentuh. Harta peninggalan nenek moyang yang masih sangat mungkin untuk digali, diangkat, dan disejajarkan di zaman modern ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Enam Film Dokumenter&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Eksotisme Gumelem yang lebih dikenal sebagai desa batik sangat menarik untuk diangkat dalam sebuah media film. Terlebih, terkait pelestarian peninggalan budaya. Realita ini menjadi daya tarik yang kemudian diabadikan dalam film dokumenter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari keinginan Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga yang kemudian mengajak serta pegiat film Banjarnegara untuk memfilmkan batik Gumelem. Hasil dari riset ada sekitar 11 tema terkait eksotisme Gumelem dengan peninggalan-peninggalan budaya dan tradisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalannya dibuatlah program bersama pegiat film Banjarnegara yang tergabung dalam Forum Komunitas Film Banjarnegara kerja bersama CLC dengan mengajak pembuat film muda yang masih duduk di bangku SMA se-Banjarnegara. Program itu berupa produksi film bersama dari tema-tema hasil riset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 11 tema yang ada, digarap oleh 12 kelompok produksi. Hingga akhir program, terkumpul enam karya film dokumenter. Empat karya dari pelajar SMA dan dua karya pegiat film Banjarnegara lainnya. Karya-karya siap tonton itu akan diputar perdana pada Sabtu, 1 Mei 2010 di Pendapa Bupati Banjarnegara, pukul 19.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film-film tersebut adalah “Mengintip Jejak Mataram” sutradara Dani Dwijaka Sudrajat produksi Jurnalistik Film Fotografi-Ekskul (JFF) SMA N 1 Sigaluh, “Pendekar Besi” sutradara Anggi Setya Prayoga produksi Pamover Production (SMK N 1 Bawang), “Kisah Keluarga Kerajaan” sutradara M. Khirul Anwar produksi Panchavieker Production (SMK N 1 Bawang), “Lengger Gumelem” sutradara Sugino produksi Komunitas Film Tamsis (SMK Tamansiswa), “Pudarnya Malam di Gumelem” sutradara Rulia Iva Dhalina produksi Baracinema Production, dan “Goresan Anak-Anak Gumelem” sutradara Bowo Leksono produksi GoldWater.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-3262201709080113679?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/3262201709080113679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=3262201709080113679&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3262201709080113679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3262201709080113679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/04/gumelem-di-mataku-premiere.html' title='Gumelem di Mataku (premiere)'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S9qIIVtBUVI/AAAAAAAAAhY/2iGYOSAWjRg/s72-c/fb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-6923893089269949834</id><published>2010-04-28T13:51:00.000-07:00</published><updated>2010-04-28T13:53:36.016-07:00</updated><title type='text'>Menengok Kegiatan Perfilman di Banyumas Raya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S9igKxsjcDI/AAAAAAAAAhQ/zLEA5joCDcI/s1600/sm.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S9igKxsjcDI/AAAAAAAAAhQ/zLEA5joCDcI/s320/sm.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465294254813442098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kalangan menilai perkembangan dunia perfilman Indonesia saat ini jauh dari karakter bangsa. Banyak produk film yang mulai menjauh dari kualitas khususnya pada ide cerita dan penceritaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan pola industri (mainstream) yang berusaha mengeruk keuntungan sebesar-besarnya tanpa mengindahkan nilai-nilai edukasi sehingga terasa sulit mengidentifikasi seperti apa sebenarnya wajah perfilman Indonesia. Atau memang seperti itu wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas film atau para pegiat perfilman berbasis komunitas yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia yang berdiri di wilayah sidestream sejatinya turut menyokong perkembangan perfilman di Indonesia. Dari ide-ide cerita maupun kemasan memberi banyak pilihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai-nilai lokalitas yang diangkat ke dalam film oleh komunitas-komunitas film itu memberi warna tersendiri. Bisa jadi, industri perfilman di Indonesia semestinya berkaca pada karya film yang dihasilkan para penggiat komunitas film untuk menemukan kembali jatidirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kegiatan Pelajar Banyumas&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Fenomena tersebut menggelitik pihak TV One, salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia untuk merekam kegiatan perfilman berbasis komunitas di wilayah Banyumas Raya dalam kemasan program dokudrama. Bagaimana para penggiat perfilmannya menjunjung konsistensi lokalitas dalam berkarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyumas Raya, yang terdiri dari empat kabupaten, memiliki kesejarahan dalam turut serta membangun perfilman nasional. Dimotori anak muda, sejak 1999 gerakan perfilman berbasis komunitas di Banyumas telah berdenyut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purwokerto yang menjadi ibukota Banyumas mengawali denyut itu yang kemudian merambah wilayah lain seperti Purbalingga, Cilacap, dan terakhir Banjarnegara. Mulai dari mahasiswa hingga pemuda kampung kemudian mempengaruhi para pelajarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, semangat para pelajar menjadi basis kekuatan perfilman di Banyumas Raya. Ini pula yang menjadi bidikan stasiun televisi swasta itu dalam menjadikan para pelajar Banyumas sebagai subyek utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tim TV One menyambangi Banyumas, para pelajar SMA di Purbalingga dan Cilacap sedang memasuki tahap produksi film sebagai rangkaian program workshop film yang digelar rutin oleh Cinema Lovers Community dan Sangkanparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pelajar itu, seperti halnya yang dilakukan generasi sebelumnya, menggarap film berlatar lokal Banyumasan. Dari mulai dialek hingga persoalan kehidupan masyarakatnya. Film-film seperti ini yang kemudian menjadi ciri khas film Banyumasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film-film Banyumasan yang ada, telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di luar dan di Banyumas sendiri. Apakah produk film Banyumasan yang berusaha konsisten dalam mengangkat nilai-nilai lokal juga akan mampu menjadi dasar karakter film Nasional? Semoga!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-6923893089269949834?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/6923893089269949834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=6923893089269949834&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6923893089269949834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6923893089269949834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/04/menengok-kegiatan-perfilman-di-banyumas.html' title='Menengok Kegiatan Perfilman di Banyumas Raya'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S9igKxsjcDI/AAAAAAAAAhQ/zLEA5joCDcI/s72-c/sm.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-7680684757459063408</id><published>2010-04-25T07:45:00.000-07:00</published><updated>2010-04-25T07:49:04.695-07:00</updated><title type='text'>Penyutradaraan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S9RWU70obnI/AAAAAAAAAhI/FsjgTC9S4Do/s1600/workshop+cilacap.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S9RWU70obnI/AAAAAAAAAhI/FsjgTC9S4Do/s320/workshop+cilacap.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464087165563072114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa itu sutradara? Definisi atau arti yang mudah bagi seorang sutradara adalah dalang. Apa tugasnya? Tugas sutradara adalah mengatur atau mengarahkan. Apa yang diarahkan/diatur? Bila dalam pertunjukan wayang, dalang tidak hanya bertugas mengatur wayang namun juga bertanggung jawab terhadap keseluruhan pertunjukan wayang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula sutradara pada pembuatan atau produksi sebuah film. Sutradara film tidak hanya bertugas mengatur pemain (untuk film dokumenter disebut subyek atau narasumber) tapi juga bertanggung jawab terhadap keberlangsungan dan keberhasilan produksi film tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Membagi Tim Kerja (Manajemen Produksi)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sebenarnya tugas dalam pembagian tim kerja atau tim produksi bukan semata tanggung jawab seorang sutradara, karena ada posisi selain sutradara yaitu Produser. Dan produser ini lebih bertanggung jawab terhadap tim produksi dari film dokumenter itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena produser lah yang memiliki fungsi dan tugas manajerial, mengatur segala hal terkait manajemen produksi. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan seorang sutradara juga merangkap sebagai seorang produser atau jabatan-jabatan lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim produksi film dokumenter tidaklah serumit pada produksi film fiksi atau cerita. Artinya secara kuantitas atau jumlah juga tidak sebanyak film fiksi. Tim produksi ini sebagai penggerak sebuah produksi film. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rencana Kerja&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Secara garis besar, terdapat tiga kegiatan utama dalam memproduksi sebuah film yaitu tahap pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Pra produksi adalah kegiatan-kegiatan awal sebelum masuk produksi atau pengambilan gambar. Sementara pasca produksi adalah tahap kegiatan setelah pengambilan gambar seperti editing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kegiatan atau tahapan kerja produksi yang kemudian diterapkan dalam jawal kegiatan dipimpin oleh seorang produser dengan kesepakatan seluruh anggota tim produksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Persiapan Peralatan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Apa saja peralatan yang dibutuhkan dalam membuat/memproduksi film dokumenter? 1. alat tulis; 2. alat perekam suara; 3. kamera foto; 4. kamera video; 5. Tripod; 6. clip on/wireless atau mic (bila ada); 7. lampu (bila dibutuhkan); 8. komputer editing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Teknis Lapangan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Karena dalam hal ini yang kita bicarakan adalah penyutradaraan dalam film dokumenter, maka salah satu tugas penting seorang sutradara film dokumenter adalah Mengarahkan Wawancara. Mengapa penting? Karena ternyata wawancara menjadi inti dari sebuah film dokumenter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian wawancara di sini adalah dalam arti luas. Tidak sekedar mengobrol (formal) dengan subyek yang kemudian direkam. Namun juga menyangkut keahlian melakukan pendekatan kepada subyek secara mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, seorang sutradara dokumenter harus mempunyai mental, keberanian, dan keahlian dalam mendekati dan menguasai subyek. Sementara sebagai modal awal dari keberanian itu adalah pengetahuan cukup yang kita peroleh dari hasil riset terhadap subyek film yang akan dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hal-hal tersebut di atas, diharapkan bahkan diharuskan akan memunculkan rasa saling percaya antara pembuat film dengan subyeknya. Karena itulah wawancara menjadi pondasi dalam sebuah film dokumenter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh Bowo Leksono l Disampaikan saat Workshop Video Kampung l Cilacap, 21 April 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-7680684757459063408?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/7680684757459063408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=7680684757459063408&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7680684757459063408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7680684757459063408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/04/penyutradaraan.html' title='Penyutradaraan'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S9RWU70obnI/AAAAAAAAAhI/FsjgTC9S4Do/s72-c/workshop+cilacap.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-8569234298270471307</id><published>2010-04-19T00:59:00.001-07:00</published><updated>2010-04-19T01:09:39.826-07:00</updated><title type='text'>SMA Negeri 1 Purbalingga Garap “Menuju Titik Terang”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S8wPBtZVIII/AAAAAAAAAhA/Bs8gG3AwUVk/s1600/a.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S8wPBtZVIII/AAAAAAAAAhA/Bs8gG3AwUVk/s320/a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461756970133692546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keinginan anak acapkali tidak berbanding lurus dengan orang tua. Apa yang dicitakan oleh anak, bukan apa yang diidamkan orang tuanya. Begitu seterusnya. Sehingga apapun yang dilakukan anak, selalu tidak tepat dan selalu salah. Mental mengekang orang tua, meski di jaman modern yang serba keterbukaan dan bebas pilihan ini, masih ditemukan sisa-sisanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tema film pendek fiksi yang tengah digarap anak-anak film SMA Negeri 1 Purbalingga. Selama tiga hari pengambilan gambar dengan jeda sepekan untuk menjalankan rutinitas ulangan tengah semester, mereka tetap bersemangat menyelesaikan karya berjudul “Menuju Titik Terang” hingga produksi usai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Syuting dilakukan setiap akhir pekan hingga larut malam. Capek tapi mengasikkan,” ujar Desi pemeran Ave di film tersebut. Tidak hanya pemain, yang juga melibatkan bapak dan ibu guru mereka, kru yang keseluruhan masih duduk di bangku kelas X pun tetap bersemangat meski hari-hari pengambilan gambar diwarnai hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah bendera Masih Timur Film, pembuat film muda ini melanjutkan tradisi membuat film generasi sebelumnya. Setiap generasi mempunyai karakter dan gaya tersendiri dalam menghasilkan karya film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kegelisahan Penulis&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Skenario “Menuju Titik Terang” ini ditulis oleh Elma Sulistiya Ningrum yang sekaligus menyutradarainya. Skenario film pendek ini berangkat dari salah satu cerita pendek (cerpen) yang sudah cukup lama ditulis Elma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selain cerpen, cerita ini saya tulis juga dalam bentuk naskah drama. Namun, belum sempat dipentaskan, baru berhasil difilmkan. Kami bingung, karna di Purbalingga ruang untuk seni drama tidak seluas film,” ungkap Elma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah karya adalah kegelisahan sang penulisnya, seperti halnya Elma, yang merasa gelisah dengan orang tua yang selalu memaksakan kehendak pada anak-anaknya. Ia mengartikan orang tua tidak dalam arti yang sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang tua dalam cerita saya tidak terbatas yang ada di rumah. Tapi juga di sekolah. Kami kerap merasa terkekang dengan aturan-aturan sekolah tanpa kami bisa berbuat apa-apa. Dengan sekolah yang menuntut semua bidang bisa saja sudah satu wujud pengekangan,” tutur Elma.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elma adalah salah satu contoh dari banyak contoh anak-anak sekolah di Indonesia yang merasa pemaksaan kehendak dari pihak orang tua. Apakah orang tua di rumah, sekolah, atau di lingkungan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak muda yang progresif tentu sensitifitas terhadap apa yang terjadi di lingkungannya akan ditangkap dengan berbagai cara. Dan berkarya dalam bentuk apapun adalah salah satunya. Berkarya adalah cara bijak anak muda sebagai wujud pelampiasan dibanding cara lain yang negatif dan cenderung merugikan orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-8569234298270471307?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/8569234298270471307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=8569234298270471307&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/8569234298270471307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/8569234298270471307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/04/sma-negeri-1-purbalingga-garap-menuju.html' title='SMA Negeri 1 Purbalingga Garap “Menuju Titik Terang”'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S8wPBtZVIII/AAAAAAAAAhA/Bs8gG3AwUVk/s72-c/a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-479512441675945868</id><published>2010-04-11T11:16:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T11:21:01.671-07:00</updated><title type='text'>Pelajar SMK Negeri 1 Purbalingga Syuting Film “Aku Bukan Malinkundang”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S8IS8GdTgaI/AAAAAAAAAg4/PuTBYMlSZzY/s1600/blog.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S8IS8GdTgaI/AAAAAAAAAg4/PuTBYMlSZzY/s320/blog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458946522061439394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Para pelajar yang didominasi perempuan itu asik berkumpul di sebuah panggung di pelataran SMP Negeri 3 Purbalingga. Ya, mereka sedang mempersiapkan sebuah pementasan drama. Lebih dari itu, pementasan drama bertajuk “Malinkundang” adalah bagian dari satu adegan produksi film pendek fiksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah SMK Negeri 1 Purbalingga yang sedang memproduksi sebuah film pendek berjudul “Aku Bukan Malinkundang”. Syuting film dilakukan selama dua hari, Sabtu-Minggu, 10-11 April 2010 dengan mengambil tiga titik lokasi, yaitu Jl. Jend. Sudirman, Jl. Arsantaka, dan pelataran SMP Negeri 3 Purbalingga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, SMK Negeri 1 Purbalingga berharap lahir karya film pendek dari siswa-siswinya. “Seusai workshop bersama CLC, kami mempersiapkan praproduksi sekitar satu bulan,” tutur Dewi Prahesti, sang sutrdara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi dan teman-teman satu kelompok berharap, setelah karya film mereka jadi, akan memancing teman-teman lain dan generasi di bawahnya berkarya dan berkarya. “Semoga karya kami juga memancing pihak sekolah untuk mengadakan ekskul film, syukur membuka jurusan broadcast,” harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Terjemahan Bebas&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Skenario film ditulis Alfy Aulia yang sudah duduk di kelas XII. Sang penulis menerjemahkan secara bebas cerita rakyat Malinkundang. Malin yang diperankan oleh Yuliana adalah tokoh utama dalam cerita film itu. Ia memiliki hobi bermain drama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam skenario itu, Malin sedang mempersiapkan sebuah drama yang berkisah seorang anak durhaka pada orang tuanya. Kisah ini, oleh sang penulis, dibenturkan dengan kehidupan nyata si pemeran utama bahwa Malin pun mengalami hal serupa. Malin juga bertindak durhaka pada orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sudah mempersiapkan cerita ini hampir setahun. Saya merasa bahagia, di hari-hari terakhir sekolah, bisa mempersembahkan yang terbaik buat sekolah saya,” ungkap Aulia. Aulia mempunyai harapan, adik-adik kelasnya akan tumbuh generasi penulis cerita yang mampu diapresiasi banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bersitegang dengan Pihak Sekolah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pada hari pertama syuting, anak-anak film itu sempat bersitegang dengan pihak sekolah. Lantaran, mereka tidak berhasil memegang kamera sekolah. Padahal, proposal dan surat peminjaman sudah mendapat persetujuan kepala sekolah dan guru pembina OSIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami sangat kecewa. Ini kejadian yang kedua kali. Pertama saat kami menggelar workshop beberapa bulan lalu,” tutur Agus Purnomo, salah satu pegiat film di SMK itu. Rasa kecewa hinggap pada anak-anak yang baru pertama kali mau memproduksi karya film pendek itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun masuk hari kedua anak-anak itu berhasil memboyong kamera sekolah, namun tidak dilengkapai peralatan lain seperti tripod dan lampu untuk berproduksi. Akhirnya, kelengkapan alat difasilitasi Cinema Lovers Community. “Bisa saja dari awal kami memfasilitasi anak-anak itu. Tapi kami ingin memberdayakan peralatan sekolah agar kelak, generasi pembuat film di SMK itu tidak repot dalam mengakses peralatan yang ada,” tutur pegiat CLC Nanki Nirmanto. @laeli&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-479512441675945868?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/479512441675945868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=479512441675945868&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/479512441675945868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/479512441675945868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/04/pelajar-smk-negeri-1-purbalingga.html' title='Pelajar SMK Negeri 1 Purbalingga Syuting Film “Aku Bukan Malinkundang”'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S8IS8GdTgaI/AAAAAAAAAg4/PuTBYMlSZzY/s72-c/blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-6297043319990937991</id><published>2010-03-14T13:29:00.000-07:00</published><updated>2010-03-14T13:31:07.925-07:00</updated><title type='text'>Belajar Sejarah Dunia Lewat Film</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S51Hdjb4PUI/AAAAAAAAAgw/pEq2eNr55do/s1600-h/fb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S51Hdjb4PUI/AAAAAAAAAgw/pEq2eNr55do/s320/fb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448589697242119490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang menganggap bahwa mata uang yang sudah tidak berlaku sebagai alat tukar tidak memiliki daya tarik. Meskipun mata uang-mata uang tersebut diletakkan dan dirawat secara khusus dalam sebuah museum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebenarnya, dibalik benda-benda mati tersebut tersimpan unsur edukasi yang sangat kental. Karena dari sanalah kita dapat belajar berbagai sejarah dunia lewat mata uang logam dan kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dua hari, 13-14 Maret 2010, Daffodil Film, sebuah komunitas film dari SMA Negeri Bobotsari, Purbalingga menggarap film dokumenter terkait Museum Uang Purbalingga yang terletak di Sanggaruli (Sanggar Luru Ilmu) Ecucation Park, Jl. Raya Kutasari Purbalingga, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum yang baru diresmikan pada 18 Desember 2008 oleh Pimpinan Bank Indonesia Purwokerto Unang Hartiwan ini memiliki koleksi ribuan jenis mata uang dari 184 negara di dunia. Mulai dari mata uang di masa kerajaan hingga jaman modern disamping benda-benda lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Anisah Nur Adinah, sutradara yang biasa dipanggil Nesya, membuat film dokumenter museum uang tidak sekedar belajar membuat film. “Kami sekaligus belajar sejarah dunia karena lebih dari sebulan kami melakukan riset,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Media Sosialisasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Museum Uang Purbalingga dibangun di atas tanah perbukitan sehingga mempunyai landscape yang memesona. Bangunan arsitek dan lingkungan sekeliling sangat elok dipandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum dengan arsitektur unik ini sangat diuntungkan karena berada satu kompleks dengan berbagai wahana wisata di Sanggaruli meski tidak signifikan bagi pengunjung kalangan anak muda. Karena itu, perlu sosialisasi sebagai salah satu strateginya dengan media audiovisual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami mempunyai harapan bahwa film dokumenter ini nantinya mampu menjadi ajang sosialisasi Museum Uang Purbalingga bagi kalangan anak muda dan masyarakat luas di luar Purbalingga,” tutur Nesya yang juga masih duduk di kelas XI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan film dokumenter ini merupakan bagian dari program workshop film yang difasilitasi Cinema Lovers Community (CLC) menjelang Festival Film Purbalingga (FFP) pada Mei 2010 nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegiat CLC Nanki Nirmanto menjelaskan, film ini nantinya tidak hanya diikutkan pada FFP tapi juga dikirim ke Festival Film Dokumenter bertema Museum dalam rangka Tahun Kunjungan Museum Nusantara 2010.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-6297043319990937991?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/6297043319990937991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=6297043319990937991&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6297043319990937991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6297043319990937991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/03/belajar-sejarah-dunia-lewat-film.html' title='Belajar Sejarah Dunia Lewat Film'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S51Hdjb4PUI/AAAAAAAAAgw/pEq2eNr55do/s72-c/fb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-4150534112533428272</id><published>2010-03-06T23:02:00.000-08:00</published><updated>2010-03-06T23:05:01.999-08:00</updated><title type='text'>Mendokumenterkan Tempat Lahir Sang Panglima Besar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S5NP410cAiI/AAAAAAAAAgo/yuHecqkd2Mc/s1600-h/d.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S5NP410cAiI/AAAAAAAAAgo/yuHecqkd2Mc/s320/d.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445784212359348770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Para remaja itu belajar mencintai museum dengan cara berbeda. Membuat film dokumenter adalah cara mereka. Selama tiga hari, 5-7 Maret 2010, para pelajar SMA Negeri 2 Purbalingga yang tergabung dalam Brankas Film memproduksi film dokumenter Monumen Tempat Lahir (MTL) Jenderal Soedirman setelah hampir sebulan melakukan riset dan persiapan produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari terakhir produksi dimanfaatkan untuk mengambil gambar di lokasi monumen yang terletak di Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga. Mereka sampai menginap di lokasi tidak sekedar untuk mendekatkan pada tempat lahir Sang Panglima Besar tapi juga untuk mendapatkan gambar lengkap dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pembuat film yang juga menjabat sebagai sutradara Kalpika Anindyajati mengatakan membuat film dokumenter adalah pengalaman pertama yang luar biasa. “Sebelumnya meskipun kami pernah beberapa kali ke monumen tersebut tapi baru merasa mengenal dan mencintai setelah mendokumenterkannya,” ungkap pelajar yang masih duduk di kelas XI ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monumen Tempat Lahir Jenderal Soedirman yang diresmikan pada 21 Maret 1977 ini sudah masuk dalam kategori museum merujuk pada International Council of Museum (ICOM). Karena itu, museum bersejarah tersebut harus dipelihara dan dilestarikan. Tidak hanya itu, sosialisasi adalah kebutuhan utama agar MTL Jenderal Soedirman lebih dikenal di luar Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tahun Mencintai Museum Nusantara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Siapa tidak mengenal Jenderal Soedirman? Nama tokoh yang sangat dikenal dengan strategi perang gerilya di masa revolusi ini diabadikan sebagai nama jalan-jalan protokol di seluruh kota di Indonesia. Nama gedung, kampus, dan penamaan-penamaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, nasib museum tempat lahir sosok yang dikenal sederhana ini sungguh memprihatinkan. Lokasi wisata sejarah ini sangat sepi pengunjung tidak hanya karena letaknya yang cukup jauh dari pusat kota Purbalingga yaitu sekitar 35 KM, tapi juga karena Pemkab Purbalingga lebih berkonstrasi pada tempat-tempat wisata imitasi yang lebih menjanjikan. “Sayang bila generasi penerus bangsa tidak tahu bagaimana sejarah tokoh yang satu ini dilahirkan,” ujar Kalpika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi film dokumenter bertema museum adalah dalam rangka Tahun Mencintai Museum Nusantara di tahun 2010 ini yang hendak dikirim ke Festival Film Dokumenter bertema museum yang digelar Departemen Kebudayaan dan Pariwisata serta Departemen Komunikasi dan Informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pegiat Cinema Lovers Community (CLC) Mochammad Zakky mengatakan film dokumenter ini akan diikutsertakan pada Festival Film Purbalingga pada Mei 2010 mendatang. “Produksi film dokumenter para pelajar SMA Negeri 2 Purbalingga ini merupakan bagian dari workshop produksi film dari CLC,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki tahun 2010, CLC dengan strategi bergerilya menjalankan workshop ke berbagai SMA sebagai rangkaian Festival Film Purbalingga. Melalui produksi film dokumenter diharapkan para pelajar mampu lebih dekat mengenal dan mencintai lingkungan sekitar. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;laeli&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-4150534112533428272?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/4150534112533428272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=4150534112533428272&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4150534112533428272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4150534112533428272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/03/mendokumenterkan-tempat-lahir-sang.html' title='Mendokumenterkan Tempat Lahir Sang Panglima Besar'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S5NP410cAiI/AAAAAAAAAgo/yuHecqkd2Mc/s72-c/d.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-4578373707858831070</id><published>2010-03-02T21:39:00.001-08:00</published><updated>2010-03-02T21:44:22.800-08:00</updated><title type='text'>Film dan Politik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S4326PxV1-I/AAAAAAAAAgg/qN5J58N97g4/s1600-h/blog.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S4326PxV1-I/AAAAAAAAAgg/qN5J58N97g4/s320/blog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444279005087127522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, semua jenis dan genre film berbicara soal hidup dan kehidupan. Dan ketika film itu berbicara terkait kehidupan manusia (human) akan mengangkat beragam bidang kehidupan, tak terkecuali politik. Meskipun pada kenyataannya tak banyak film politik, khususnya genre dokumenter, yang dibuat masyarakat Indonesia. Apalagi dokumenter menyangkut pemilihan umum (Pemilu) yang benar-benar mampu memberi referensi edukatif masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya mampu menyaksikan dokumenter, atau lebih tepat disebut sebagai dokumentasi, berupa visual pesta demokrasi hasil tangkapan kamera jurnalis televisi sebagai tuntutan pemberitaan. Sisanya, genre film lain yang lebih mengarah pada propaganda atau kebutuhan golongan tertentu. Atau sekedar narasi-narasi kecil yang tidak terpublikasi dan terdistribusi dengan baik. Kenyataannya, sudah sekian kali sejak Pemilu pertama tahun 1955, pesta rakyat yang satu ini digelar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan media selain film, dalam hal ini tulisan dan foto, yang dengan mudah dan murah ditemukan sebagai sumber referensi edukasi. Padahal pada kenyataannya budaya menonton adalah milik bangsa Indonesia dibanding membaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah, mata kuliah Perilaku Politik ini didesain turun ke lapangan dengan mengangkat tema besar “Film dan Politik” pada lingkup Pemilukada Purbalingga. Dengan harapan mahasiswa mampu memotret lingkup perilaku politik pada pesta demokrasi tingkat lokal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada praktiknya, mahasiswa secara berkelompok, dengan media kamera merekam perilaku politik yang secara spesifik terkait persepsi dan sikap pemilih. Spesifikasi ini adalah sub-sub tema untuk kemudian diolah menjadi kemasan film dokumenter. Sub tema tersebut antara lain; Tim Sukses Calon, Pemilih Pemula, Pemilih Perempuan, Pemilih kelompok marjinal seperti Etnis Tionghoa, Petani, Pedagang, Buruh, Birokrasi, Seniman, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode partisipatif ini menarik dan bisa dibilang langka. Menggunakan film sebagai media pembelajaran saja sangatlah jarang. Terlebih para pelaku teori politik, yaitu mahasiswa, dengan teori yang selama ini diperoleh di kelas dan dari berbagai referensi kemudian diterapkan dan mengemasnya dalam medium film.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Harapan lebih jauh, mahasiswa dapat lebih memahami antara konsep teoritik dengan relitas politik di lapangan. Kemudian, film-film dokumenter yang dihasilkan mampu menjadi laboratorium untuk memahami perilaku politik dan dinamikanya dalam konteks lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Film Dokumenter&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Mengapa kemudian film dokumenter menjadi media pilihan mata kuliah ini? Film dokumenter itu sendiri adalah sebuah genre film yang dibuat untuk mendokumentasikan sebuah realitas. Media film diakui memiliki kekuatan lebih dan kemungkinan yang tak terbatas dibandingkan media lain dalam melakukan representasi terhadap kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa film dokumenter menampilkan narasi (voice over) untuk lebih menjelaskan gambar, namun ada juga gambar itu sendiri yang ‘berbicara’. Biasanya film dokumenter menampilkan wawancara dengan orang-orang yang berhubungan dengan film dan memang dibutuhkan dalam film dokumenter itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film dokumenter itu sendiri mempunyai elemen yang kompleks. Tidak sekedar menyangkut gambar dan suara (visual dan audio) tapi juga sosial budaya, riset, teknis, teknologi, manajemen, kreatifitas, kerjasama tim, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila elemen-elemen tersebut tergarap dengan apik, menjadikan tontonan yang variatif, edukatif, sekaligus menghibur, tidak menutup kemungkinan film dokumenter tersebut memiliki kekuatan besar yang mampu membawa perubahan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, terdapat tiga kegiatan utama dalam memproduksi sebuah film yaitu tahap pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Pra produksi adalah kegiatan-kegiatan awal sebelum masuk produksi atau pengambilan gambar. Sementara pasca produksi adalah tahap kegiatan setelah pengambilan gambar seperti editing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bowo Leksono&lt;br /&gt;Disampaikan pada kuliah “Perilaku Politik” Fisip Unsoed, 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-4578373707858831070?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/4578373707858831070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=4578373707858831070&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4578373707858831070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4578373707858831070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/03/film-dan-politik.html' title='Film dan Politik'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S4326PxV1-I/AAAAAAAAAgg/qN5J58N97g4/s72-c/blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-799095649472653330</id><published>2010-02-26T03:13:00.001-08:00</published><updated>2010-02-26T03:16:01.876-08:00</updated><title type='text'>Workshop Film Pendek SMK N 1 Purbalingga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S4etXN2ZDII/AAAAAAAAAgY/0H7HVimWDFY/s1600-h/kompas.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S4etXN2ZDII/AAAAAAAAAgY/0H7HVimWDFY/s320/kompas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442509289066925186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di bawah sebuah pohon rindang di lingkungan sekolah, belasan pelajar asik mengutak-atik sebuah kamera handycam. Mereka belajar bagaimana menggunakan dan memanfaatkan kamera untuk membuat film pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku senang bisa mengoperasikan kamera video, meskipun sekolah mempunyai fasilitas kamera tapi selama ini tidak pernah berkesempatan memakainya,” tutur Devinta, siswi kelas X SMK Negeri 1 Purbalingga saat workshop film pendek, di sekolah mereka, Jumat (26/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pelajar tersebut sedang mengikuti workshop film pendek selama dua hari, 25-26 Februari 2010, yang digelar Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga sebagai rangkaian Festival Film Purbalingga 2010. Kegiatan ini memanfaatkan liburan sehingga cukup waktu untuk menyampaikan materi film pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sekolah kejuruan yang cukup tua, SMK N 1 Purbalingga belum memiliki jurusan film atau broadcast, sementara peminat di bidang ini tergolong banyak. Semoga workshop ini menjadi pemantik sekolah membuka jurusan yang mampu melahirkan kreator-kreator muda di bidang audiovisual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dasar-Dasar Film Pendek&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Berbagai materi dasar-dasar produksi film pendek dokumenter dan fiksi disampaikan dan diajarkan pada para pelajar yang sebelumnya mereka mengapresiasi dengan menonton berbagai film pendek dokumenter dan fiksi. Setelah itu mereka mendiskusikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi dasar produksi berupa manajemen produksi, dasar-dasar kamera, dasar-dasar editing, riset, dan penulisan ide cerita disampaikan dan dipelajari para pelajar. Para pelajar tersebut kemudian berkutat dalam pengembangan ide cerita untuk siap melakukan riset dan mengembangkan menjadi cerita film pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pegiat CLC Nanki Nirmanto mengatakan para peserta workshop tersebut juga berkesempatan melakukan praktik menggunakan kamera dan mengoperasikan komputer editing. “Sayang, meskipun sekolah mendukung kegiatan workshop ini, namun belum memberi kebebasan kepada para siswa untuk memanfaatkan fasilitas yang dimiliki sekolah berupa kamera,” keluhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu dua hari tidaklah cukup untuk menyampaikan materi dan bagaimana pelajar mengembangkan materi yang mereka peroleh. Namun dengan waktu yang tidak lama tersebut mencoba dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membuahkan hasil yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CLC menjelang hajatan akbar tahunan berupa Festival Film Purbalingga (FFP) yang hendak digelar 26-29 Mei 2010, melakukan gerilya ke berbagai sekolah SMA/SMK/MA di wilayah Kabupaten Purbalingga dengan menggelar workshop produksi film pendek. Workshop ini diharapkan menghasilkan karya film pendek dokumenter dan fiksi untuk diikutkan pada Program Kompetisi SMA se-Banyumas Raya di FFP mendatang. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;laeli&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-799095649472653330?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/799095649472653330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=799095649472653330&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/799095649472653330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/799095649472653330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/02/workshop-film-pendek-smk-n-1.html' title='Workshop Film Pendek SMK N 1 Purbalingga'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S4etXN2ZDII/AAAAAAAAAgY/0H7HVimWDFY/s72-c/kompas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-995081357163863395</id><published>2010-02-21T04:23:00.001-08:00</published><updated>2010-02-21T04:27:50.961-08:00</updated><title type='text'>Sawah Artha Film Nominator Ide Film Pendek Ganffest 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S4Emn2WepQI/AAAAAAAAAgQ/ej0jvXqg3Wk/s1600-h/radar.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S4Emn2WepQI/AAAAAAAAAgQ/ej0jvXqg3Wk/s320/radar.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440672290886821122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PURBALINGGA – Setelah masuk dalam 15 besar film terseleksi Ganesha Film Festival (Ganffest) 2010, Sawah Artha film yang merupakan tim produksi dari SMP N Satu Atap Tunjungmuli Karangmoncol, juga berhasil masuk dalam nominasi lima ide film pendek terbaik dalam kompetisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepastian tersebut diungkapkan salah satu guru yang juga Pembina ekstrakurikuler film, Aris Prasetyo. Dalam festival tersebut, dia mengatakan semua tim produksi yang berhasil lolos dalam 15 tim official selection diberi kesempatan untuk membuat ide film pendek baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide film baru tersebut, kemudian dijurikan pada kompetisi tahap kedua. Setelah melalui proses penjurian, lanjutnya, didapat lima ide terbaik. “Nantinya setiap ide tersebut akan dipresentasikan dalam Ganffest. Ide yang terbaik akan dibuatkan filmnya dengan didampingi komunitas Kineruku dan Sembilan Matahari dari Bandung,” katanya, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga mengungkapkan ide film pendek terbaik yang diproduksi akan dibiayai sekitar Rp 20 juta. Ide cerita yang dikirim dalam festival tersebut, jelasnya, menceritakan tentang kisah kerendahan hati seorang anak sekolah dalam sebuah keluarga sederhana. “Ide cerita yang masuk dalam nominasi tersebut sebenarnya bertemakan ‘beauty’,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Workshop&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Selain itu, tim dari SMP N 4 Satu Atap Tunjungmuli berencana akan menghadiri festival tersebut dengan mengirimkan dua perwakilan dan dua guru pembimbing. Dalam kesempatan tersebut, mereka dijadwalkan akan mengikuti workshop penulisan ide dan penyutradaraan. “Kami mendapat bantuan dari JKFB (Jaringan Kerja Film Banyumas-red) dan pemkab untuk menghadiri kegiatan festival,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pegiat di Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB) Bowo Leksono, bantuan tersebut merupakan salah satu usaha JKFB dalam mengakomodasi kepentingan perkembangan film di Banyumas Raya. “Bantuan yang kami berikan tidak seberapa, namun ini menjadi salah satu usaha kami untuk teman-teman supaya bisa merasakan film mereka diapresiasi di luar sana. Sebab selama ini mereka hanya tahu dari berita media,” ungkapnya, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dari ajang V Film Festival yang akan berlangsung April 2010, empat film karya sutradara dari Banyumas Raya, “Bumi Masih Berputar”, “Tasmini”, “Baju Buat Kakek”, dan “Kopdar”, dipastikan diputar dalam kegiatan tersebut. Kepastian tersebut menurut Bowo, sudah 100 persen. “Akan tetapi, film-film tersebut harus dilengkapi dulu dengan subtitle berbahasa Inggris,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival yang memasuki tahun kedua ini, jelasnya, akan menampilkan berbagai film perempuan internasional. Dalam ajang tersebut, masyarakat luas dapat menikmati karya sineas perempuan dari seluruh dunia, yang bertutur dan bercerita tentang dan untuk perempuan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;*Chandra Iswinarno, Suara Merdeka, 19 Februari 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-995081357163863395?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/995081357163863395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=995081357163863395&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/995081357163863395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/995081357163863395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/02/sawah-artha-film-nominator-ide-film.html' title='Sawah Artha Film Nominator Ide Film Pendek Ganffest 2010'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S4Emn2WepQI/AAAAAAAAAgQ/ej0jvXqg3Wk/s72-c/radar.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-538520996551670452</id><published>2010-02-15T23:30:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T23:34:36.143-08:00</updated><title type='text'>SMA Negeri Rembang Gelar Apresiasi Film Pendek</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S3pKfy9i_FI/AAAAAAAAAgI/5H1SVGfW9Kw/s1600-h/bobi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S3pKfy9i_FI/AAAAAAAAAgI/5H1SVGfW9Kw/s320/bobi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438741410119613522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Bila saya berkesempatan membuat film, saya akan membuat film bertema remaja yang mampu membangkitkan semangat pelajar untuk berprestasi,” ungkap Pramika, siswi SMA Negeri Rembang, Purbalingga usai pemutaran film di acara Apresiasi Film Pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara tersebut digelar OSIS SMA Negeri Rembang kerja bersama Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga, di Balai Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Purbalingga, Selasa (16/2). Kegiatan berupa pemutaran dan diskusi film itu digelar selama dua hari, 16-17 Februari 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 200 pelajar cukup antusias menyimak lima film yang diputar hasil karya pelajar dari berbagai sekolah di Banyumas Raya. Film-film yang diputar sebagian besar telah berprestasi dengan menembus berbagai even festival film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak film “Lelaki Pesolek” hasil besutan duo sutradara Niken Sarasvati Devi dan Atik Rindarsih. Film dokumenter tentang kebiasaan pelajar laki-laki dalam bersolek ini sempat masuk Nominator Malang Film Video Festival 2007. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilanjut “Bumi Masih Berputar” karya Shela Ardilla dari SMA Negeri 2 Purwokerto yang pernah merebut Terbaik II diajang Purbalingga Film Festival 2009. Film soal cinta segitiga dan fenomena pasangan sejenis ini juga berhasil masuk di V Film Festival yang hendak digelar April 2010 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian film “Nyarutang” dari Asep Triyatno siswa SMA Negeri Bobotsari yang menjadi Film Pilihan Juri (JKFB Award) di Purbalingga Film Festival 2009 dan Boemboe Forum 2009. Kemudian “Sandal Jepit” sutradara Bani Dwi K yang menjadi film Terbaik I Purbalingga Film Festival 2009 dari SMA Negeri 1 Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film terakhir yang diputar adalah “Sekitar Midnight” dari SMA Negeri 2 Purbalingga hasil besutan sutradara Felix dan Pito. Film komedi horor ini mampu menyabet prestasi di tingkat Nasional yaitu sebagai Film Fiksi Terbaik dan Film Favorit Penonton di ajang Tawuran! Festival Film Pendek Pelajar 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertanyaan Beragam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Seusai pemutaran kelima film, dilanjut diskusi. Beragam pertanyaan dan pernyataan datang dari pelajar yang hari itu dipenuhi pelajar kelas X. Mulai dari persoalan teknis dan bagaimana memunculkan dan mengemas ide yang baik untuk dijadikan skenario film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cukup tentunya waktu untuk berdiskusi dan menjawab keingintahuan pelajar terkait produksi film. Paling tidak, ‘virus’ film pendek telah merebak di kalangan pelajar SMA Negeri Rembang. Berharap setelah acara apresiasi ini akan muncul bibit-bibit pembuat film muda di tanah kelahiran Panglima Besar Jenderal Sudirman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang guru yang juga koordinator acara apresiasi Puji Rahayuning Pratiwi mengatakan pihak sekolah siap memfasilitasi siswa yang mempunyai keinginan dan berniat belajar membuat film. “Dengan bimbingan para pegiat film yang tergabung dalam CLC, SMA Negeri Rembang siap meramaikan film pendek di Purbalingga,” harapnya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;laeli&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-538520996551670452?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/538520996551670452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=538520996551670452&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/538520996551670452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/538520996551670452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/02/sma-negeri-rembang-gelar-apresiasi-film.html' title='SMA Negeri Rembang Gelar Apresiasi Film Pendek'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S3pKfy9i_FI/AAAAAAAAAgI/5H1SVGfW9Kw/s72-c/bobi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-9071923331590220877</id><published>2010-02-02T06:55:00.000-08:00</published><updated>2010-02-02T07:02:33.559-08:00</updated><title type='text'>“Sang Patriot” Masuk Official Selection Ganffest 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S2g-QU6Pu_I/AAAAAAAAAgA/P2oYp2CvOts/s1600-h/sang+patriot.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S2g-QU6Pu_I/AAAAAAAAAgA/P2oYp2CvOts/s320/sang+patriot.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433661400634342386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film pendek “Sang Patriot” dari Purbalingga masuk Official Selection Ganesha Film Festival (Ganffest) 2010. Film fiksi dengan sutradara perempuan yaitu Darti yang masih duduk di bangku SMP ini menjadi satu-satunya film dari Jawa Tengah yang masuk seleksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 15 film pendek yang berhasil terseleksi di festival yang diselenggarakan Lembaga Film Mahasiswa (LFM) Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, antara lain berasal dari Jakarta, Bandung, Medan, Makassar, Sumedang, dan Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film-film yang masuk seleksi ini akan diapresiasi dan dinilai juri pada festival film bertaraf nasional tersebut. Dan malam penganugerahan rencananya digelar pada 28 Februari 2010 dan diambil delapan kategori terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke 15 film terseleksi tersebut juga berhak mengirim ide cerita baru untuk kemudian diseleksi menjadi 5 ide cerita terbaik dan berkesempatan mengikuti workshop penulisan dan penyutradaraan. Dari 5 ide cerita yang sudah dikembangkan tersebut kemudian dipilih satu terbaik untuk mendapatkan pembiayaan dalam produksinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Film Kejujuran&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Film “Sang Patriot” yang berdurasi 11 menit ini berkisah seorang ibu yang menginginkan anak laki-laki satu-satunya menjadi tentara seperti bapaknya dulu. Namun, keinginan ibu tersebut tak menjadi kenyataan karena si anak tak lulus ujian masuk tentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sebenarnya kesempatan itu ada karena sang bapak adalah pensiunan tentara yang dulu, di jaman peperangan, mempunyai anak buah yang sudah menjadi seorang komandan. Kesempatan itu tak dimanfaatkan sang bapak untuk meloloskan anaknya menjadi tentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembuat film yang tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler film di sebuah sekolah di pelosok desa yaitu SMP Negeri 4 Satu Atap Kecamatan Karangmoncol, Purbalingga ini berusaha mengungkap kejujuran yang di jaman ini semakin mahal harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banyak orang tua dengan kekuasaan dan berbagai cara memaksa anak untuk bisa bekerja. Ini awal dari potensi korupsi di Indonesia,” ujar Darti, sang sutradara dengan cerdas. Menurut Darti, untuk mengabdi kepada negara tidak harus menjadi seorang tentara. Menjadi apapun, sepanjang dikerjakan dengan ikhlas dan untuk kepentingan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru kesenian yang juga pembimbing ekstrakurikuler film di SMP Negeri 4 Satu Atap, Aris Prasetyo, merasa bangga karya murid-muridnya mampu masuk seleksi festival dua tahunan itu. “Ini juga menjadi kebanggaan Purbalingga, kota kecil yang mampu berbicara di tingkat Nasional melalui karya film pendek,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, “Sang Patriot”, film yang diproduksi tahun 2009 ini sempat menyabet Juara Harapan III pada Festival Film Remaja (FFR) 2009. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;laeli&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-9071923331590220877?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/9071923331590220877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=9071923331590220877&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/9071923331590220877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/9071923331590220877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/02/sang-patriot-masuk-official-selection.html' title='“Sang Patriot” Masuk Official Selection Ganffest 2010'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S2g-QU6Pu_I/AAAAAAAAAgA/P2oYp2CvOts/s72-c/sang+patriot.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-6088851087957594902</id><published>2010-01-25T05:25:00.000-08:00</published><updated>2010-01-25T05:29:35.883-08:00</updated><title type='text'>“Sang Pawang Air” Special Mention Stos Film Festival 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S12cr3RRNcI/AAAAAAAAAf4/DRJDkKOMdjw/s1600-h/blog.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S12cr3RRNcI/AAAAAAAAAf4/DRJDkKOMdjw/s320/blog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430669003063375298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Sang Pawang Air”, film dokumenter dari Banyumas berhasil menyabet penghargaan Special Mention atau Film Pilihan Juri di ajang South to South Film Festival 2010. Film yang dibesut sutradara Bowo Leksono ini adalah salah satu film dari Jawa Tengah yang mampu menembus nominasi di ajang festival bertaraf nasional terkait social lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara penghargaan The Best Film diraih “Satu Harapan” karya Yuli Andari dan Most Favorite Film diraih film berjudul “Mata Air Mata” sutradara Aditya Wardhana. Malam penganugerahan Stos Film Festival digelar Minggu (24/1) di GoetheHause, Pusat Kebudayaan Jerman di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mampu Menginspirasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Film “Sang Pawang Air” menjadi pilihan juri karena dinilai mampu menginspirasi masyarakatnya. Film dokumenter berdurasi 18 menit ini tak hanya berbicara persoalan lingkungan namun mengungkap kisah inspiratif yang diinisiasi oleh individu lewat tokoh Mujamil tanpa keterlibatan negara di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujamil bukanlah seorang insinyur apalagi profesor. Ia hanya seorang guru agama di sebuah SMP satu atap di wilayah Kabupaten Banyumas. Namun kepedulian pada masyarakat mampu mendorongnya menciptakan alat pembagi air bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, sampai saat ini belum ada satu pun pemerintah daerah di Banyumas Raya yang mengadopsi teknologi sederhana yang diciptakan Mujamil. Padahal setiap tahun puluhan desa di Banyumas mengalami kekeringan disaat musim kemarau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah daerah tampaknya masih senang berkutat pada penyelesaian masalah air bersih dalam jangka pendek dengan cara memberi bantuan air bersih melalui PDAM. Belum berpikir bahwa solusi jangka panjang lebih efektif karena meminimalisir biaya dan tidak semakin membuat masyarakat sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Roadshow Hasil Festival&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Festival dua tahunan yang masuk penyelenggaraan ketiga sejak 2006 ini digelar sejak 22-24 Januari 2010 yang memutar sekitar 23 film dari berbagai negara. Tidak hanya kompetisi film yang disajikan, tapi juga kompetisi blog, fotonovela serta pesta ekspresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stos mengeksplorasi berbagai media visual untuk mengajak semuanya peduli seperti tema festival kali ini, “We Care”. Festival tidak hanya berhenti pada perayaannya, namun berencana melakukan roadshow hasil Stos ke 19 sekolah di Jabodetabek. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Laeli&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-6088851087957594902?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/6088851087957594902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=6088851087957594902&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6088851087957594902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6088851087957594902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/01/sang-pawang-air-special-mention-stos.html' title='“Sang Pawang Air” Special Mention Stos Film Festival 2010'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S12cr3RRNcI/AAAAAAAAAf4/DRJDkKOMdjw/s72-c/blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-2031309345723311152</id><published>2010-01-12T01:12:00.000-08:00</published><updated>2010-01-12T01:14:50.744-08:00</updated><title type='text'>Dua Film Dokumenter Banyumas Raya Nominasi StoS Film Festival 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S0w9f4TapNI/AAAAAAAAAfw/OxafHgi4NJ8/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S0w9f4TapNI/AAAAAAAAAfw/OxafHgi4NJ8/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425779268973667538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengawali kiprah di tahun 2010, dua film dokumenter karya sineas Banyumas Raya yaitu “Diujung Kehancuran” sutradara Insan Indah Pribadi dari Cilacap dan “Sang Pawang Air” sutradara Bowo Leksono dari Purbalingga terseleksi sebagai nominasi Kompetisi Film Dokumenter South to South (StoS) Film Festival 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 69 judul film dokumenter yang terkumpul dan masuk meja panitia dari berbagai daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, Lombok, Medan, Jawa Tengah, Bali, dan Samarinda, terpilih 6 judul film yang masuk memenuhi kriteria seperti yang ditetapkan panitia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diujung Kehancuran”, film yang diproduksi Sangkanparan ini tentang kiprah Mbah Munarjo, seorang perintis penanaman Mangrove di Desa Tritih Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap. Film yang sempat menjadi nominator di ajang Festival Film Dokumenter The Bodyshop 2007 ini, kata Insan, sempat mempengaruhi pejabat daerah terkait kebijakan hutan Mangrove. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara “Sang Pawang Air” produksi Goldwater mengisahkan seorang guru agama pada sebuah sekolah dasar bernama Mujamil yang dengan tekun dan kemampuan sederhananya menyelamatkan kebutuhan air bersih warga Desa Singasari Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. “Film ini pernah menyabet Film Terbaik II di Kompetisi Film Dokumenter Forkami Departemen Kesehatan RI tahun 2008,” ujar Bowo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gerakan Penyadaran&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;StoS Film Festival yang ketiga kalinya ini merupakan gerakan penyadaran dan penggalangan solidaritas dengan menggunakan film dan media visual, termasuk festival film yang berbicara mengenai isu lingkungan hidup serta keadilan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi kepada pembuat film dokumenter dengan cara menyediakan ruang untuk menyuarakan kepeduliannya terhadap isu keadilan ekologi, gender, dan HAM dalam bentuk media visual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dua film dari Banyumas Raya, film lain adalah “Satu Harapan” karya Yuli Andari, “The Last One: Hutan Bakau Satu-satunya di Jakarta”, “Mata Air Mata” karya Aditya Wardhana, dan “Tanah Negara-Not For Sale” karya Gede Sugiarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penayangan program kompetisi akan diselenggarakan di Goethe Institut Jakarta dan Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) Jakarta pada 22-24 Januari 2010 selain juga memutar film-film dari berbagai Negara Selatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pemutaran film ini diharapkan publik dapat dengan mudah memahami persoalan dan perjuangan masyarakat. Keenam film dokumenter tersebut akan memperebutkan “South to South Festival Award” dan “Most Favorite Film”. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;@laeli&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-2031309345723311152?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/2031309345723311152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=2031309345723311152&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/2031309345723311152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/2031309345723311152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/01/dua-film-dokumenter-banyumas-raya.html' title='Dua Film Dokumenter Banyumas Raya Nominasi StoS Film Festival 2010'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S0w9f4TapNI/AAAAAAAAAfw/OxafHgi4NJ8/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-8921037477170641550</id><published>2010-01-04T23:01:00.000-08:00</published><updated>2010-01-04T23:04:28.480-08:00</updated><title type='text'>Film, Media Alternatif Memotret Lingkungan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S0LkbOPxzII/AAAAAAAAAfo/TfBL_NzOvAY/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S0LkbOPxzII/AAAAAAAAAfo/TfBL_NzOvAY/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423148057639373954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PURWOKETO-Film diharapkan dapat menjadi media alternatif untuk memotret kondisi lingkungan social yang belum pernah terekspos media koran atau televisi. Karena pada kenyataannya, selama ini, media yang ada dinilai kurang kritis dalam menyoroti fenomena sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat tersebut dikemukakan salah satu pegiat Beranda Budaya, Teguh Trianton yang menghadiri kegiatan pemutaran film di Kedai Telapak, Sabtu (2/1). Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangkaian open house kedai tersebut dan bekerja sama dengan Komunitas Peduli Slamet (Kompleet), Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB) dan Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga, mencoba memotret kondisi alam dan lingkungan dari perspektif pegiat kreatif yang ada di eks Karesidenan Banyumas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan, dua film yang diputar dalam perhelatan tersebut, belum seberapa dalam memotret kondisi pembangunan, yang sedang giat digemborkan pemkab di eks Karesidenan Banyumas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur CLC Purbalingga, Bowo Leksono mengatakan, selama ini, kesulitan teman-teman kreatif dalam melihat permasalahan disebabkan karena kurang pekanya mereka terhadap kondisi sosial lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengemukakan, sudah selayaknya permasalahan di lingkungan sekitar bisa diangkat ke dalam bentuk karya yang melihat dari sudut pandang berbeda. “Karena itu, merupakan salah satu bentuk kecintaan juga terhadap kota dengan melihatnya daru sudut pandang kritis”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kegiatan tersebut, diputar dua film dari program “Kado buat Kota Tercinta” yang digagas CLC, beberapa waktu lalu. Dua judul film, “Curug oh Curug” dan “Trima Hidup Apa Adanya”, menjadin pemantik diskusi yang diikuti beberapa pegiat kreatif di tempat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu aktifis Kompleet, Jalu mengatakan, beberapa kasus yang terjadi dalam pembangunan sebuah kota dan beberapa tempat hiburan yang ada selama ini, kurang memperhatikan kondisi alam dan penduduk sekitar. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;*Chandra Iswinarno-Suara Merdeka-Selasa, 5 Januari 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-8921037477170641550?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/8921037477170641550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=8921037477170641550&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/8921037477170641550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/8921037477170641550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/01/film-media-alternatif-memotret.html' title='Film, Media Alternatif Memotret Lingkungan'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/S0LkbOPxzII/AAAAAAAAAfo/TfBL_NzOvAY/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-3723524129625133653</id><published>2010-01-01T05:42:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T05:44:02.721-08:00</updated><title type='text'>Pemutaran Film ‘Open House Kompleet’ Kedai Telapak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/Sz38EwYuc5I/AAAAAAAAAfg/3ZP7na2aa9A/s1600-h/curug+%26+trima-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 106px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/Sz38EwYuc5I/AAAAAAAAAfg/3ZP7na2aa9A/s320/curug+%26+trima-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421766685062230930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dua film dokumenter pendek dari Purbalingga yaitu “Curug oh Curug” sutradara Elma Sulistiya Ningrum dan “Trima Hidup Apa Adanya” sutradara Bowo Leksono akan diputar dalam rangkaian acara ‘Open House Kompleet’ Kedai Telapak, Jl Raya Baturraden KM 1 No 188 Pabuaran Purwokerto, Sabtu malam, 2 Januari 2010, pukul 19.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemutaran film yang dipandegani Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB) dalam rangka turut meramaikan Open House Kompleet Kedai Telapak yang berlangsung 30 Desember 2009 hingga 6 Januari 2010. Rangkaian acara tersebut berupa pameran foto, pemutaran film, dan diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film “Curug oh Curug” bercerita tentang salah satu curug (air terjun) di Purbalingga bernama Curug Ciputut yang terletak di Desa Serayu Larangan Kecamatan Mrebet sebagai salah satu potensi wisata alam yang cenderung terabaikan. Sementara Pemerintah Daerah sangat hobi membangun wahana wisata buatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sang sutradara, Elma Sulistiya Ningrum, banyak curug yang tersebar di wilayah Kabupaten Purbalingga yang tidak terurus. “Masyarakat sekitar curug menginginkan Pemkab memperhatikan tanpa harus merusak alam,” kata sutradara yang masih duduk di bangku kelas X SMA Negeri 1 Purbalingga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara film “Trima Hidup Apa Adanya” mengisahkan aktifitas seorang buruh wig (rambut palsu) di salah satu pabrik di Purbalingga dalam sehari, dari ia bangun tidur hingga pulang kerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutradara Bowo Leksono mengatakan dengan berdirinya puluhan pabrik di Purbalingga akibat kebijakan Pemkab terkait kelonggaran aturan investasi tidak kemudian menyelesaikan persoalan. “Dari 50 ribu tenaga kerja yang mampu terserap, 85 persen diantaranya perempuan. Pemerintah Daerah tidak pernah berpikir bagaimana pendidikan anak-anak ketika ibu mereka setiap hari berada di pabrik hingga larut malam karena kewajiban lembur,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua film dokumenter pendek ini sempat diputar di Purbalingga dalam rangkaian acara “Kado buat Kota Tercinta” dalam rangka Hari Jadi Kota Purbalingga yang ke-179 bersama empat film dokumenter lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film-film dokumenter pendek tersebut dijadikan dalam satu kompilasi yang dipersembahkan kepada para pengambil kebijakan di Kabupaten Purbalingga. Kompilasi film dokumenter tersebut adalah sikap kritis para pembuat film muda Purbalingga terhadap pembangunan dalam satu dasawarsa ini. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;laeli&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-3723524129625133653?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/3723524129625133653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=3723524129625133653&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3723524129625133653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3723524129625133653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2010/01/pemutaran-film-open-house-kompleet.html' title='Pemutaran Film ‘Open House Kompleet’ Kedai Telapak'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/Sz38EwYuc5I/AAAAAAAAAfg/3ZP7na2aa9A/s72-c/curug+%26+trima-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-3259404261933678971</id><published>2009-12-31T01:25:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T01:29:06.210-08:00</updated><title type='text'>Aksi 10 Sutradara Muda Dihadang Polisi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SzxuzlyEbiI/AAAAAAAAAfY/DZS1Agl5mU8/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SzxuzlyEbiI/AAAAAAAAAfY/DZS1Agl5mU8/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421329884041735714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 10 sutradara muda dan beberapa crew film yang tergabung dalam Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga menggelar aksi tutup mulut dengan menenteng kamera. Aksi ini digelar pada Rabu malam, 30 Desember 2009, di depan Graha Adiguna (operational room) komplek pendapa Kabupaten Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi untuk menolak pemutaran film di even Gelar Budaya dan Pariwisata Purbalingga 2009 dalam rangka Hari Jadi Purbalingga yang ke-179 ini dihadang belasan anggota kepolisian dari Polres Purbalingga. Aksi yang mulai bergerak dari halaman kantor Pos dan Giro Purbalingga ini merupakan aksi lanjutan dari seruan boikot terhadap pemutaran film-film pendek oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator lapangan (korlap) aksi Heru C. Wibowo mengatakan aksi ini untuk menolak tindakan panitia even Gelar Budaya dalam hal ini Disbudparpora yang telah menentukan sendiri judul film, tanggal, dan tempat pemutaran film-film dari pembuat film yang tergabung dalam CLC. “Tanpa persetujuan CLC, dinas juga telah menyebarkan publikasi soal pemutaran film-film pendek tersebut,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling penting, lanjut Heru, Pemkab Purbalingga dalam hal ini Disbudparpora tidak konsisten dengan pelarangan pemutaran film di Graha Adiguna. “Tiga tahun lalu, pernah turun surat dari Pemkab bahwa gedung itu tidak diperuntukkan untuk pemutaran film. Nyatanya, mereka sendiri memutar film di gedung rakyat itu. Mana keadilan bagi kami?,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aksi Boikot Setengah Berhasil&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pada akhirnya panitia Gelar Budaya dalam hal ini Disbudparpora tidak berani memutar keseluruhan karya CLC seperti yang terpampang diberbagai publikasi. Meskipun pemutaran tetap di gedung yang seharusnya bukan untuk pemutaran film tersebut.&lt;br /&gt;Menurut pencermatan, para penonton yang datang adalah dari jajaran dinas yaitu para guru dan murid yang mendapat instruksi langsung dari kepala Disbudparpora untuk menyaksikan pemutaran di malam itu. Para pejabat teras pun tak tampak, hanya kepala Disbudparpora yang datang terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat tertangkap kamera, Bupati Purbalingga Triyono Budi Sasongko keluar dari kediamannya namun hanya bertemu dengan Komandan Satpol PP. Bupati tampaknya tidak berani menemui para sutradara muda apalagi mengajak berdialog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut informasi dari kalangan pers, bupati sudah menginstruksikan pada jajarannya untuk melakukan pendekatan dan mengajak berdialog kepada para pembuat film yang tergabung dalam CLC. Namun tampaknya tidak ada keseriusan dalam menjalankan instruksi tersebut. Atau mungkin karena jajaran Pemkab Purbalingga yang berkepentingan dalam hal ini, tidak tahu cara merangkul anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi pun berjalan lancar, terkendali, aman dan damai. Meskipun sempat membuat bingung penonton karna berharap film-film yang diputar merupakan karya dari para pembuat film yang tergabung dalam Cinema Lovers Communtiy seperti yang tersebar pada publikasi. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;laeli&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-3259404261933678971?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/3259404261933678971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=3259404261933678971&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3259404261933678971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/3259404261933678971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2009/12/aksi-10-sutradara-muda-dihadang-polisi.html' title='Aksi 10 Sutradara Muda Dihadang Polisi'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SzxuzlyEbiI/AAAAAAAAAfY/DZS1Agl5mU8/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-2860109834027943060</id><published>2009-12-28T04:12:00.000-08:00</published><updated>2009-12-28T04:15:36.024-08:00</updated><title type='text'>BOIKOT !!! Pemutaran Film Pendek di Gelar Budaya dan Pariwisata</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SzihWR2BftI/AAAAAAAAAfQ/tPrStTZwm2w/s1600-h/Bioskop+Kita+Lagi+Sedih.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SzihWR2BftI/AAAAAAAAAfQ/tPrStTZwm2w/s320/Bioskop+Kita+Lagi+Sedih.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420259555659579090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;BOIKOT! Pemutaran film-film pendek di even Gelar Budaya &amp; Pariwisata dalam rangka Hari Jadi Purbalingga ke-179 di Graha Adiguna (operational room) komplek Pendapa Kabupaten Purbalingga, 30 Desember 2009, jam 19.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena:&lt;br /&gt;1. Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purbalingga sebagai panitia even Gelar Budaya dan Pariwisata sebelum ada persetujuan dari Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga telah menentukan sendiri judul film, tanggal, dan tempat pemutaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Telah menyebarkan publikasi tanpa diketahui CLC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menentukan Graha Adiguna sebagai tempat pemutaran. Padahal sejak tiga tahun silam, CLC adalah komunitas yang dilarang dalam menggunakan gedung itu berdasarkan surat resmi yang dikeluarkan Pemkab Purbalingga. Artinya, Pemkab harus mencabut surat itu dan menerbitkan surat baru yang berisi diperbolehkannya CLC memanfaatkan gedung milik rakyat tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-2860109834027943060?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/2860109834027943060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=2860109834027943060&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/2860109834027943060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/2860109834027943060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2009/12/boikot-pemutaran-film-pendek-di-gelar.html' title='BOIKOT !!! Pemutaran Film Pendek di Gelar Budaya dan Pariwisata'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SzihWR2BftI/AAAAAAAAAfQ/tPrStTZwm2w/s72-c/Bioskop+Kita+Lagi+Sedih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-1719789851557244292</id><published>2009-12-27T04:57:00.001-08:00</published><updated>2009-12-27T05:00:28.925-08:00</updated><title type='text'>Mengkritisi Kota Perwira</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SzdaVi0I55I/AAAAAAAAAfI/h8d8vGgQn0M/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SzdaVi0I55I/AAAAAAAAAfI/h8d8vGgQn0M/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419900002732926866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selama ini kemajuan sebuah kota selalu diidentikan dengan keberhasilan pembangunan secara fisik dan peningkatan pendapatan daerah yang diterima. Namun, di sisi lain pembangunan seperti itu mempunyai dampak dan konsekuensi yang harus diterima warga kota tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi itu, coba dipotret Cinema Lovers Community (CLC) dalam meramaikan Hari Jadi Kabupaten Purbalingga yang menginjak usia 179 tahun. Dengan mengumpulkan pegiat kreatif muda, baik dari luar maupun dalam kabupaten, mereka bersepakat menampilkan sisi lain kota perwira dengan cara yang kritis lewat program “Kado buat Kota Tercinta”. Dalam bentuk karya visual dan audiovisual, 9 pengkarya menunjukkan hasil kerja mereka sejak dua bulan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam karya fotografi Sasno, S.Pd, misalnya, digambarkan satu potret permasalahan pendidikan di Purbalingga yang masih terlihat di pelosok kabupaten. “Dalam karya tersebut, saya ingin menampilkan potret buram sekolah yang selama ini sepertinya tidak diperhatikan Pemkab. Semoga ada suatu perubahan yang berarti di sana”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping karya fotografi, diputar pula beberapa buah film karya pegiat film dari siswa SMP sampai masyarakat umum. Dalam pemutaran tersebut, film “Trima Hidup Apa Adanya” mencoba mengangkat keseharian buruh pabrik wig di Purbalingga. Dalam kisah yang digarap dalam genre dokumenter tersebut, film besutan Bowo Leksono itu mengangkat kisah Trima, yang harus rela digaji di bawah upah minimum kabupaten (UMK). Namuin, dia hidup bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Trima menjadi salah satu contoh dari sekitar 50.000 buruh di Purbalingga yang ada saat ini,” ujarnya, saat presentasi film berlangsung. Program officer acara ini, Nanki Nirmanto mengatakan, berbagai tanggapan memang datang dari forum yang dibuka Kamis malam (24/12). Kebanyakan dari penikmat karya yang hadir, menanyakan kenapa sepertinya berlainan dari sisi kemajuan yang selama ini selalu digembar-gemborkan di luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya, kondisi yang seperti ini banyak ditemui di Purbalingga. Namun, sepertinya ketidakberimbangan antara pembangunan yang pesat dan ketimpangannya tidak terlihat,” jelas pemuda asli Purbalingga itu. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;*Chandra Iswinarno, 26 Desember 2009, Suara Merdeka&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-1719789851557244292?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/1719789851557244292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=1719789851557244292&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/1719789851557244292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/1719789851557244292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2009/12/mengkritisi-kota-perwira.html' title='Mengkritisi Kota Perwira'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SzdaVi0I55I/AAAAAAAAAfI/h8d8vGgQn0M/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-8288645984604641272</id><published>2009-12-21T08:01:00.001-08:00</published><updated>2009-12-21T08:06:09.208-08:00</updated><title type='text'>CLC Gelar Pemutaran Film dan Pameran Foto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/Sy-c4rJqduI/AAAAAAAAAfA/PDZWWdBfHWM/s1600-h/trima-4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/Sy-c4rJqduI/AAAAAAAAAfA/PDZWWdBfHWM/s320/trima-4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417721374219859682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menyemarakkan Hari Jadi Purbalingga ke-179&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka turut menyemarakkan Hari Jadi Purbalingga ke-179, Cinema Lovers Community menggelar pemutaran film dan pameran foto. Kegiatan yang merupakan program bersama ini menjadi ruang kreatif bagi anak muda Purbalingga yang selama ini belum luas ruang geraknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemutaran film dan pembukaan pameran foto bertajuk “Kado buat Kota Tercinta” rencananya digelar pada Kamis, 24 Desember 2009 pukul 19.00 wib di Rumah Makan Asa Kita, Jl. AW Soemarmo No 35A Purbalingga dan terbuka untuk umum. Seusai pembukaan dan pemutaran akan dilanjutkan dengan diskusi. Sementara untuk pameran foto akan berlangsung dari 24 Desember 2009 hingga 2 Januari 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Officer Kado buat Kota Tercinta Nanki Nirmanto mengatakan program bersama yang sudah dipersiapkan sejak awal November 2009 lalu telah terkumpul sebanyak 6 karya film dokumenter pendek dan 10 foto feature. “Para peserta mulai dari siswa SMP, SMA, mahasiswa dan umum. Untuk peserta umum, mulai dari pembuat film, guru, dan wartawan,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanki melanjutkan, karya tidak hanya berasal dari anak muda Purbalingga, tapi juga Purwokerto, khususnya untuk karya foto. “Melibatkan para penghobi foto dari kota lain bertujuan sebagai pemantik kegairahan dunia fotografi di Purbalingga,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kritik Sosial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seluruh karya film dan foto, sesuai dengan program yang sudah disepakati, mengandung kritik sosial, lingkungan, dan pembangunan di Purbalingga. Karya seni tidak sekedar mengandung nilai estetika tapi harus mampu menjadi daya kritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam karya film dokumenter pendek berjudul “Daging yang tak Laku” sutradara Shinta tentang keresahan para pedagang daging yang tidak laku sejak pasar pindah, “Curug oh Curug” sutradara Elma Sulistiya Ningrum tentang potensi pariwisata alam Purbalingga yang tidak terurus, “Aku Ingin Sekolah” sutradara Aris Prasetyo tentang kondisi miris pendidikan di Purbalingga, “Uwis Sesek” sutradara Anargya Uswan tentang kondisi carut-marut lalulintas di Kota Purbalingga, “Segamas” sutradara Nanki Nirmanto tentang keadaan pasar baru Segamas, “Trima Hidup Apa Adanya” karya Bowo Leksono berkisah tentang kehidupan seorang buruh salah satu pabrik di Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara karya foto feature masing-masing berjudul “Anak Buruh”, “Menyongsong Hari Esok” karya Isro Adi Hasro, “Sang Pelestari”, “Dua Generasi”, “Prawan Pabrik”, “Ngeduk Klawing” karya Agung Pambudhy, “Hati-Hati Belum Lunas”, “Potret Buram Gedung Sekolah” karya Sasno, “Gundul”, “Krisis Air Bersih” karya Bowo Leksono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kado buat Kota Tercinta, tambah Nanki, adalah ajang bagi anak muda untuk berkarya dan mengkritisi lingkungan sekitarnya. “Anak muda tidak boleh hanya melihat secara kasat mata tapi harus peka terhadap kondisi sekitar”. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;*bolex&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-8288645984604641272?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/8288645984604641272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=8288645984604641272&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/8288645984604641272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/8288645984604641272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2009/12/clc-gelar-pemutaran-film-dan-pameran.html' title='CLC Gelar Pemutaran Film dan Pameran Foto'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/Sy-c4rJqduI/AAAAAAAAAfA/PDZWWdBfHWM/s72-c/trima-4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-8148339634141870468</id><published>2009-12-14T23:46:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T23:49:12.563-08:00</updated><title type='text'>Pemkab Purbalingga Kembali Berulah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/Syc_ajwv4hI/AAAAAAAAAe4/lLAqFurU4hg/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/Syc_ajwv4hI/AAAAAAAAAe4/lLAqFurU4hg/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415366802445165074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di penghujung tahun, Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui dinas baru yaitu Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga kembali berulah. Pemkab seperti tak habis-habisnya menguji kesabaran para pecinta film yang tergabung dalam wadah Cinema Lovers Community (CLC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, ulah dinas adalah terkait penyelenggaraan Gelar Budaya, Pariwisata, dan Expo 2009 dalam rangka Hari Jadi Purbalingga yang ke-179. Sudah sejak even ini dihembuskan beberapa bulan silam, tanpa ada permintaan secara formal, dinas mengklaim akan memutar film-film pendek dari CLC. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, waktu, tempat dan materi film apa yang hendak diputar pun telah ditentukan sendiri oleh pihak dinas dan publikasi pun telah tersebar kemana-mana. Hanya beberapa kali saja dinas meminta secara lisan soal keterlibatan CLC dalam even gelar budaya tersebut. Dan kami selalu menjawab dengan meminta surat resmi soal keterlibatan itu. Namun pihak dinas tak pernah menggubrisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Even Gelar Budaya, Pariwisata, dan Expo 2009 yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purbalingga menetapkan pemutaran film-film pendek dari CLC pada 30 Desember 2009, di Operational Room (Oproom) atau Graha Adiguna komplek Pendapa Kabupaten, dengan materi film yang sudah dinas siapkan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menilai pertama, Pemkab menganggap CLC hanya komunitas main-main yang tidak mempunyai kekuatan legal formal sehingga untuk berurusan dengan CLC tak perlu repot dengan formalitas segala. Ya, kami mengakui, CLC memang bukan lembaga formal yang bahkan tidak terdaftar di Kesbanglinmas sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun selama ini, dalam kerja-kerja kreatif kami, berusaha untuk tidak melupakan formalitas. Bagaimana kami akan turut berpartisipasi dalam even gelar budaya bila tidak ada konsep secara tertulis yang masuk kepada kami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Pemkab lupa bahwa menempatkan CLC untuk memutar film di Operational Room adalah kesalahan fatal. Ruang di komplek Pendapa Kabupaten itu menyimpan traumatik bagi CLC sejak tiga tahun silam. Sampai detik ini belum ada surat pencabutan pelarangan CLC menggunakan gedung milik rakyat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, bila dinas meminta CLC memutar film-film pendeknya di tempat itu, pihak Pemkab harus mencabut surat larangan CLC soal penggunaan Operational Room yang dikeluarkan pada tahun 2006 silam dengan menerbitkan surat baru. Bila tidak, CLC masih berstatus sebagai komunitas terlarang dalam menggunakan gedung milik rakyat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, even Gelar Budaya, Pariwisata, dan Expo 2009 adalah milik Pemkab karena even organizer-nya adalah pihak dinas, artinya bila dinas ingin melibatkan elemen masyarakat, selayaknya harus proaktif. Ini jadi semacam siapa membutuhkan siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ulah Pemkab Purbalingga ini, mengindikasikan bahwa tidak ada niat baik dari pemkab untuk merangkul anak muda Purbalingga yang selama ini mengharumkan nama Purbalingga melalui karya-karya film pendek. Pemkab melalui dinas hanya memanfaatkan apa yang telah diperbuat anak muda yang kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kejadian Terkini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 15 Desember 2009, pukul 12.00 WIB adalah waktu terakhir pengumpulan produk unggulan sekolah ke Sekretariat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Purbalingga. Salah satu SMA di Purbalingga yaitu SMA Negeri 1 Bobotsari adalah sekolah yang siswanya aktif dalam memproduksi film-film pendek melalui komunitas bernama Bozz Community.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat bahwa tidak ada satu SMA pun di Purbalingga yang memiliki komunitas film secara formal, semacam ekstrakulikuler, yang bernaung di bawah nama sekolah. Pihak SMA Negeri 1 Bobotsari meminta Bozz Community untuk menyerahkan karya-karya film pendek untuk diputar pada even Expo, 20-26 Desember 2009, di Stadion Guntur Daryono Purbalingga tanpa surat resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya ini trik baru dari Pemkab melalui Dinas Pendidikan menginstruksikan kepada MKKS yang kemudian turun ke SMA-SMA untuk menyerahkan produk unggulan dari sekolah-sekolah tersebut, termasuk karya-karya film pendek. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;*bolex&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-8148339634141870468?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/8148339634141870468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=8148339634141870468&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/8148339634141870468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/8148339634141870468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2009/12/pemkab-purbalingga-kembali-berulah.html' title='Pemkab Purbalingga Kembali Berulah'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/Syc_ajwv4hI/AAAAAAAAAe4/lLAqFurU4hg/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-1519140221141602642</id><published>2009-12-13T03:45:00.000-08:00</published><updated>2009-12-13T03:47:55.721-08:00</updated><title type='text'>CLC Purbalingga Berbagi dengan Komunitas Film Banjarnegara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SyTUWfx-O5I/AAAAAAAAAew/I6fUmi9qaTA/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SyTUWfx-O5I/AAAAAAAAAew/I6fUmi9qaTA/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414686134959487890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;BANJARNEGARA-Guna menghilangkan patokan-patokan ideal dalam penciptaan film, Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga berbagi pengalaman dengan komunitas film indie yang ada di Banjarnegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan film indie perlu membebaskan ide. Keluar dari batasan-batasan perfilman yang umum. Demikian pernyataan Bowo Leksono dari CLC Purbalingga dalam diskusi film pendek di Sanggar Seni Pintu Kosong Sokanandi, Banjarnegara, Minggu (29/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bowo, karakteristik film pendek berbeda dengan film pada umumnya. Film pendek tidak menonjolkan makna tertentu. “Film pendek justru lebih dinamis pada orisinalitas ide, teknik produksi dan tampilan visual. Kunci penciptaan film pendek bebaskan ide,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film pendek, urainya, menampilkan persepsi subyektif sang kreator terhadap dunia. Ada yang paradoksial, absurd, politis, bahkan mengandung unsur mistis. Namun demikian, komunitas film pendek juga harus bisa bersikap kritis dengan mengangkat fenomena yang ada, syukur jika bisa menjadi bagian yang mengkritisi pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dalam diskusi tersebut juga muncul berbagai gagasan terkait pentingnya pembentukan forum yang mewadahi beberapa komunitas film yang ada di Banjarnegara. (Oel-Radar Banyumas, Senin Pahing, 30 November 2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-1519140221141602642?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/1519140221141602642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=1519140221141602642&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/1519140221141602642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/1519140221141602642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2009/12/clc-purbalingga-berbagi-dengan.html' title='CLC Purbalingga Berbagi dengan Komunitas Film Banjarnegara'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SyTUWfx-O5I/AAAAAAAAAew/I6fUmi9qaTA/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-4179812864696845487</id><published>2009-12-05T01:37:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T01:39:41.789-08:00</updated><title type='text'>Film Pendek Purbalingga di Malam Puncak GIMM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SxoqQRiUHZI/AAAAAAAAAeo/uWlvbbw3nzU/s1600-h/2204wisatabandungbridgenf3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SxoqQRiUHZI/AAAAAAAAAeo/uWlvbbw3nzU/s320/2204wisatabandungbridgenf3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411684361312673170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PURBALINGGA-Malam puncak Ganesha Film festival (Ganffest) Indie Movie Movement (GIMM), yang merupakan salah satu rangkaian pre-event Ganffest, akan memutar film karya sineas Purbalingga Minggu Malam (6/12). Kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan di Common Room, Bandung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat film dari Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga yang akan diputar pada acara tersebut antara lain, Adu Jago, Sekitar Midnight, Nyarutang, dan Sandal Jepit. Pada perhelatan yang dimulai sejak 30 Oktober 2009, karya tersebut akan diputar bersama dua film dokumenter karya Daniel Rudi dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur CLC Purbalingga, Bowo Leksono mengungkapkan Bandung sebenarnya merupakan salah satu kota yang sangat penting untuk perkembangan seni dan budaya, termasuk film. “Bahkan film Indonesia yang pertama kali, lahir di Bandung,” ujarnya, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, menurutnya, menjadi penting untuk memperkenalkan film Purbalingga yang bercorak Banyumasan di tanah Sunda secara terus-menerus. “Minimal agar mereka bisa mengetahui corak film banyumasan yang mempunyai kekhasannya sendiri dan menambah referensi mereka juga,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berharap dengan diputarnya film-film karya anak Purbalingga di banyak kota dapat memicu sineas Purbalingga untuk terus mengembangkan karyanya. “Hal ini membuktikan bahwa film pendek dari Purbalingga telah diapresiasi secara luas di berbagai daerah. Semoga dengan adanya ini, bisa menjadi semangat baru bagi pembuat film di Purbalingga untuk bisa terus berkarya,” tuturnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut koordinator Roadshow Ganffest Elora Rini Hapsari, GIMM merupakan lanjutan dari program roadshow Ganffest yang dilakukan di dua kota. Perhelatan Ganffest rencananya akan diselenggarakan pada Febuari 2010 di Bandung. “Setelah melakukan pemutaran keliling di Purbalingga dan Yogyakarta, kami melanjutkannya dengan GIMM yang merupakan roadshow di dalam Kota Bandung,” ujarnya saat dihubungi lewat telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roadshow yang dilakukan di dalam kota ini, menurutnya, dilakukan berpindah-pindah di beberapa tempat. Kegiatan terebut, dilakukan sebagai upaya sosialisasi Ganffest yang diselenggarakan dua tahun sekali oleh Liga Film Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (LFM ITB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat disinggung dipilihnya empat film dari Purbalingga tersebut, ia mengungkapkan dalam kegiatan apresiasi di GIMM juga menjadi ajang bagi komunitas di Bandung untuk mengenal film dari luar Bandung. “Sebenarnya dari tiga kali pemutaran sebelumnya, kebanyakan memutar film karya anak Bandung. Kemudian sejak pemutaran keempat sampai terakhir, sengaja memutar karya dari sekolah film, dalam hal ini IKJ, dan teman dari komunitas yang kami anggap paling jauh, yakni CLC Purbalingga,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain untuk pemutaran keliling di dalam kota, menurutnya, ajang ini juga menjadi tempat silaturahmi antar komunitas film yang ada di Bandung. Dalam acara tersebut, jelasnya, semua komunitas yang ada di Bandung diundang untuk mengapresiasi film dan juga untuk mengetahui perkembangan komunitas film. (Chandra Iswinarno-Suara Merdeka-Sabtu, 5 Desember 2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-4179812864696845487?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/4179812864696845487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=4179812864696845487&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4179812864696845487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4179812864696845487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2009/12/film-pendek-purbalingga-di-malam-puncak.html' title='Film Pendek Purbalingga di Malam Puncak GIMM'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SxoqQRiUHZI/AAAAAAAAAeo/uWlvbbw3nzU/s72-c/2204wisatabandungbridgenf3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-4532967035773502788</id><published>2009-12-04T12:55:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T12:58:02.781-08:00</updated><title type='text'>"Baju Buat Kakek" Tetap Terbaik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/Sxl30RfqjnI/AAAAAAAAAeg/o5IAmmWWC1Y/s1600-h/12642_1299158801310_1300606134_907208_4845384_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/Sxl30RfqjnI/AAAAAAAAAeg/o5IAmmWWC1Y/s320/12642_1299158801310_1300606134_907208_4845384_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411488167195479666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Festival Film Anak 2009&lt;br /&gt;PURBALINGGA-Film “Baju Buat Kakek” (BBK) besutan siswa SMP N 4 Satu atap Tunjungmuli, Karangmoncol, Purbalingga membuktikan kembali dominasinya setelah dinobatkan menjadi film terbaik dalam Festival Film Anak (FFA) 2009 di Medan, Senin (30/12). Sebelumnya, film tersebut juga menjadi jawara di Festival Film Remaja (FFR) 2009 di Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang disutradarai siswi kelas VIII, Misyatun, menjadi yang terbaik setelah menyingkirkan 28 nominator film fiksi. Film tersebut dipilih menjadi yang terbaik oleh para juri yang terdiri dari praktisi film dan sosial seperti Didi Petet, Aris Merdeka Sirait, Onny Kresnawan, Marhamah, dan Fatimah Lubis. Tidak hanya itu, gelar pemeran wanita terbaik dan editor terbaik juga disandang karya perdana siswa SMP yang masih dalam satu manajemen dengan SD Negeri 2 Tunjungmuli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misyatun mengakui tidak menyangka film perdananya ini menjadi juara di ajang yang diselenggarakan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) dan berkolaborasi dengan komunitas film yang ada di Sumatera Utara. “Aku nggak nyangka kami yang sekolah di pucuk gunung kaya gini, bisa menang di Medan,” ujarnya saat ditemui di sekolah, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan dalam pembuatan film ini, menghabiskan waktu kurang lebih tiga bulan, namun mereka melakukan kegiatan pengambilan gambar hanya dalam waktu lima hari.&lt;br /&gt;Menurutnya, semua proses pembuatan film dipersiapkan dengan matang sehingga hasilnya bisa memuaskan. “Ternyata buat film itu susah-susah gampang ya,” celetuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Riset&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Film berdurasi sekitar 13 menit ini, ujarnya, terinspirasi kehidupan seorang teman yang ada di sekolahnya. Kemudian tim produksi BBK, lanjutnya, melakukan riset dan menggarap semua keperluan secara mandiri. “Kami berupaya untuk mencari segala macamnya sendiri, namun kendala teknis tetap ada,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru Seni Rupa sekaligus pembimbing ekstrakurikuler film di sekolah tersebut, Aris Prasetyo, mengatakan dalam film ini siswanya lebih banyak aktif untuk menyusun segala keperluan dari sebelum hingga produksi usai. “Di sini peran saya hanya sebatas membimbing dan mengarahkan jika mereka menemukan jalan buntu,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau begitu, hambatan teknis dan keterbatasan alat memang kerap menjadi kendala. Ketiadaan alat produksi memaksa mereka harus bersabar untuk melakukan pengambilan gambar. Namun, para siswa yang terlibat tetap senang menggarap film. Bahkan, mereka berharap bisa produksi film kembali. “Kami berharap dapat memproduksi film selanjutnya,” harap Darti yang meraih pemeran wanita terbaik dalam ajang FFA 2009. (Chandra Iswinarno-Suara Merdeka-Rabu, 2 Desember 2009).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-4532967035773502788?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/4532967035773502788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=4532967035773502788&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4532967035773502788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4532967035773502788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2009/12/baju-buat-kakek-tetap-terbaik.html' title='&quot;Baju Buat Kakek&quot; Tetap Terbaik'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/Sxl30RfqjnI/AAAAAAAAAeg/o5IAmmWWC1Y/s72-c/12642_1299158801310_1300606134_907208_4845384_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-7043789806191374809</id><published>2009-11-28T01:05:00.000-08:00</published><updated>2009-12-03T08:45:21.174-08:00</updated><title type='text'>Program Bersama; Kado buat Kota Tercinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SxDqxas9ZsI/AAAAAAAAAeY/sI1vxTIS_Yw/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 216px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SxDqxas9ZsI/AAAAAAAAAeY/sI1vxTIS_Yw/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409081287174350530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Pernahkah kita bertanya, apa yang sudah kita berikan untuk kota kita tercinta?”. Pertanyaan ini sangatlah ringan, namun berat untuk menjawabnya. Apalagi sebagai anak muda, generasi yang konon menjadi tulang punggung bangsa, terkadang merasa belum melakukan apa-apa. Malahan sebaliknya, telah banyak yang diberikan oleh Purbalingga.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat rasanya di tahun ini, diusia 178 tahun Kota Purbalingga, Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga kembali memberikan ruang kreatif kepada anak muda Purbalingga untuk berkreasi. Ruang ini berupa program bersama dalam menampung kegelisahan anak muda untuk kemudian dipersembahkan sebagai Kado buat Kota Tercinta pada tanggal kelahirannya, 18 Desember 2009.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam sepuluh tahun terakhir, tepatnya selama dua periode dibawah kepemimpinan Bupati Triyono Budi Sasongko, tak terbantahkan pembangunan fisik di Kota Purbalingga begitu gemilang. Masyarakat di luar Purbalingga tak henti-hentinya berdecak kagum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak muda Purbalingga, bolehlah turut berbangga. Namun, lagi-lagi harus disadari, bahwa tidak ada satu pun pembangunan di segala bidang yang tidak merugikan rakyat sebagai efeknya. Dibalik gemerlap pembangunan; ada kesengsaraan, kemirisan, ironi, ketidakberdayaan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerap kali sisi lain dari pembangunan itu tidak ter-cover dan relatif terlewatkan. Bahkan oleh pihak-pihak yang seharusnya berada di garda depan dalam mengkritisi dan mengawasi sisi lain itu. Dan sebagai anak muda Purbalingga tidak boleh diam seribu bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi demikianlah yang akan dikritisi dan diangkat dalam Program Bersama itu ke dalam sebuah media (visual dan audiovisual), dalam bentuk karya film dokumenter pendek dan karya foto feature untuk kemudian dihadiahkan sebagai Kado buat Kota Tercinta; Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk kegiatan dari program bersama ini berupa pemutaran film dan pameran foto. Peserta yang boleh berpartisipasi adalah anak muda Purbalingga atau yang merasa muda dan peduli dengan kotanya. Pengerjaan karya boleh atas nama personal maupun komunitas dan boleh menyerahkan karya lebih dari satu, baik karya film maupun foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumpulan karya terakhir pada 16 Desember 2009 atau dua hari menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Purbalingga. Pembiayaan proses berkarya ditanggung peserta, sebagai wujud kemandirian berkarya. CLC sekedar memfasilitasi program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program bersama ini sekaligus menjawab ketidakseriusan Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Purbalingga dalam mengajak kalangan sineas muda Purbalingga untuk turut terlibat dalam even Gelar Budaya, pertengahan Desember 2009 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CLC menilai, dinas baru itu, sebagai kepanjangan tangan pemerintah daerah, masih saja bertindak sebagai even organizer, belum memposisikan diri sebagai fasilitator. Sehingga tidak memberikan ruang gerak yang luas pada para seniman di Purbalingga untuk berkreasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada atau tidak ada Gelar Budaya, anak muda Purbalingga tidak boleh berhenti berkreasi, tidak boleh berhenti berkarya secara mandiri. Karena dari sinilah jawaban terhadap pertanyaan apa yang anak muda berikan pada kotanya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bolex&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-7043789806191374809?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/7043789806191374809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=7043789806191374809&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7043789806191374809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7043789806191374809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2009/11/program.html' title='Program Bersama; Kado buat Kota Tercinta'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SxDqxas9ZsI/AAAAAAAAAeY/sI1vxTIS_Yw/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-4791981692831349137</id><published>2009-11-17T10:36:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T10:40:23.814-08:00</updated><title type='text'>“Baju Buat Kakek” Lolos Seleksi FFA 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SwLuDeefM_I/AAAAAAAAAeI/RnKVQMAcwdk/s1600/SM.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SwLuDeefM_I/AAAAAAAAAeI/RnKVQMAcwdk/s320/SM.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405144246285972466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kebanggaan tersendiri ketika film berjudul “Baju Buat Kakek” buah karya Misyatun, siswi kelas VIII SMP Negeri 4 Satu Atap Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga menjadi satu-satunya film anak dari Jawa Tengah yang terseleksi pada Festival Film Anak (FFA) 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film pendek berdurasi 15 menit ini merupakan hasil olah kreasi siswa-siswi yang tergabung dalam kegiatan Ekstrakurikuler Film SMP Negeri 4 Satu Atap (sekolah yang masih menginduk pada SD Negeri 2 Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol karena terletak di daerah terpencar dan terpencil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan masuk seleksi Festival Film Anak 2009, kami senang dan bangga mempunyai anak didik yang kreatif meskipun mereka hanya tinggal di desa pelosok,” ujar Aris Prasetyo, guru seni rupa sekaligus guru pengampu ekstrakurikuler film di SMP tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang sempat menjadi pembuka di ajang Purbalingga Film Festival (PFF) pada Mei 2009 lalu ini berkisah tentang siswi bernama Prapti yg mengetahui vonis mati kakeknya karena terkena kanker otak. Pada suatu hari, Kakek Prapti , yang seorang pembuat anyaman cething, mampir ke sebuah toko kain setelah dia berjualan cething bersama Prapti cucunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek berniat membeli kain mori/kain kafan sebagai persiapan karena merasa umurnya tak lama lagi. Tapi kain mori yg dicari kakek tidak ada. Prapti yang lugu, awalnya tidak memahami bahwa kain mori adalah kain pembungkus jenazah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sedih Prapti saat mengetahui bahwa kain mori yang dicari kakeknya adalah baju untuk orang meninggal. Prapti membuka tabungannya,bahkan rela menjadi pemulung untuk melengkapi tabungannya membeli kain mori sebagai kado terakhir, sebuah Baju Buat Kakek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama kurang lebih satu setengah tahun ekstrakurikuler film di SMP ini berjalan, telah menghasilkan sedikitnya tiga karya, yaitu “Profil SD-SMP”, film pendek “Baju Buat Kakek” dan “Sang Patriot”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dukungan sebagai Film Terfavorit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari sekitar 46 film yang masuk, akan dinilai oleh juri untuk film terbaik. Selain itu, dipilih pula film terfavorit yang ditentukan dari paling banyak komentar dan suka melalui facebook milik “Festivalfilm Anak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendukung film “Baju Buat Kakek’, Anda diharapkan menjadi teman “Festivalfilm Anak’ di facebook untuk kemudian membuka halaman video dan memberi komentar di bawah video “Baju Buat Kakek”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 14-15 November 2009 lalu, 29 film peserta FFA telah diputar dalam Gempar Sumut di lapangan Merdeka sebagai sosialisasi kepada masyarakat. Festival Film Anak (FFA) yang sudah memasuki tahun kedua ini merupakan perhelatan akbar tahunan yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) berkolaborasi dengan komunitas film indie di Sumatera Utara (SFD, MSM, KOFI '52, Kensington dan IMMC) dalam rangka mengadu bakat anak dan remaja (10-19 tahun) dalam sinematografi dan produksi film-film pendek (fiksi dan dokumenter). &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bolex&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-4791981692831349137?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/4791981692831349137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=4791981692831349137&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4791981692831349137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/4791981692831349137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2009/11/baju-buat-kakek-lolos-seleksi-ffa-2009.html' title='“Baju Buat Kakek” Lolos Seleksi FFA 2009'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SwLuDeefM_I/AAAAAAAAAeI/RnKVQMAcwdk/s72-c/SM.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-6079186289780767243</id><published>2009-11-17T03:40:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T03:42:09.540-08:00</updated><title type='text'>Potensi Semarang untuk Film Pendek</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SwKL-zYiMpI/AAAAAAAAAeA/D6tmk1HAtTk/s1600/DSC04855.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SwKL-zYiMpI/AAAAAAAAAeA/D6tmk1HAtTk/s320/DSC04855.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405036413859279506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semarang mempunyai potensi besar terhadap perkembangan film pendek di Jawa Tengah. Seperti halnya Solo dan Purwokerto yang mempunyai basis kampus. Setidaknya, kota-kota tersebut bisa mampu bersejajar dengan Yogyakarta, yang sudah lebih dulu maju di bidang film pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sebenarnya, bukan jaminan pula kampus akan selalu membawa perubahan dan kemajuan pada bidang tertentu. Tapi setidaknya, dunia kampus merepresentasikan potensi anak muda yang luar biasa, minimal dari sisi intelektual dan semangat keanakmudaannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Antusiasme dan semangat anak muda Semarang terwakili pada Diskusi Film Pendek bertajuk “Ide Mini dengan Hasil Maksi”, Minggu, 15 November 2009 lalu, di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang (Unnes). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unnes kerja bersama Oengoe Cinema Club dan Konfiden Jakarta ini, menjadi puncak kegiatan Parade Film Pendek Unnes yang digelar selama tiga hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantu Dekan III FBS Unnes Drs. Dewa Made Kartadinata membuka acara diskusi tersebut. Ia menyampaikan harapan agar hasil diskusi mempunyai pengaruh positif terhadap kegiatan dimasa mendatang. “Kami menghimbau pada peserta diskusi agar kalian banyaklah bertanya, mengkritisi dengan menganalisa bagaimana seluk-beluk film pendek,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Beragam Tanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diskusi menghadirkan narasumber, yaitu Bowo Leksono (sutradara film pendek dan Direktur Cinema Lovers Community Purbalingga) dan Damar Ardi Atmaja (programer film pendek dari Importal Semarang), serta Dimas (pemeran utama film “Sandal Jepit” dari SMA 1 Purbalingga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemantik diskusi, diputar terlebih dulu beberapa film pendek dari berbagai kota. Kesempatan perdana, film-film hasil Kompetisi SMA di Purbalingga Film Festival 2009. Untuk kemudian film-film dari kota lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta yang hadir cukup aktif dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan. Pertanyaan peserta beragam mulai dari bagaimana memunculkan ide kreatif, teknis pengambilan gambar dan pencahayaan, rolling job dalam produksi film pendek, sampai bagaiman kriteria film untuk bisa masuk festival.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya kalangan mahasiswa dan umum, pelajar SMA, pun turut bersemangat mengikuti diskusi tersebut. Damar Ardi menjelaskan, ia membuat tema diskusi dengan menyesuaikan kondisi Semarang yang miskin karya film pendek. “Saya berharap acara ini menjadi penyemangat pemuda Semarang untuk berkarya dengan ide yang sederhana saja yang ada di sekitar kita,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua BEM FBS Sri Waluyo merencanakan kegiatan Parade Film Pendek ini akan dijadikan agenda rutin dalam peringatan Bulan Bahasa dan Seni di Universitas Negeri Semarang. “Ini merupakan langkah positif untuk perkembangan film pendek di Indonesia,” jelasnya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;rulia&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-6079186289780767243?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/6079186289780767243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=6079186289780767243&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6079186289780767243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/6079186289780767243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2009/11/potensi-semarang-untuk-film-pendek.html' title='Potensi Semarang untuk Film Pendek'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SwKL-zYiMpI/AAAAAAAAAeA/D6tmk1HAtTk/s72-c/DSC04855.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2789757855074404635.post-7847014396603078880</id><published>2009-11-09T01:50:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T01:56:01.936-08:00</updated><title type='text'>Bulan Bahasa dan Seni: Unnes Gelar Parade Film Pendek</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SvfmpU0t_MI/AAAAAAAAAd4/KJQ7Rg_0aUE/s1600-h/blog+jg.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SvfmpU0t_MI/AAAAAAAAAd4/KJQ7Rg_0aUE/s320/blog+jg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402039875693051074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film pendek sudah mendapat tempat tersendiri di hati mahasiswa. Terbukti beberapa tahun terakhir, setiap perayaan Bulan Bahasa dan Seni, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS Unnes) memasukkan film pendek menjadi tontonan menarik untuk diapresiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertajuk Parade Film Pendek Unnes 2009, even ini akan digelar selama tiga hari mulai 13-15 November 2009, bertempat di Gedung B6 dan B1-106 Fakultas Bahasa dan Seni Unnes, Sekaran, Gunungpati, Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelaran acara yang terbuka untuk umum dan gratis ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FBS Unnes kerja bersama Oengoe Cinema Club, sebuah unit kegiatan mahasiswa sinematografi di kampus itu. Acara ini juga mendapat dukungan dari Konfiden Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator parade yang juga Ketua Oenge Cinema Club Radityo Bharmono mengatakan, Parade Film Pendek ini sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang film pendek di Indonesia. “Disamping itu juga untuk menggairahkan perkembangan film pendek pendek di Semarang dan di kampus Unnes sendiri,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada parade kali ini, tak hanya menghadirkan film-film dari mahasiswa Unnes. Pun film-film pendek dari kota lain, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Purwokerto dan Purbalingga. Bahkan ada sesi khusus yang memutar film-film pendek hasil olah kreatif pelajar SMA dari Purbalingga.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Diskusi Film&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak saja pemutaran film yang akan ditampilkan pada parade itu, tapi juga diskusi film yang menghadirkan Bowo Leksono, sutradara film pendek asal Purbalingga dan Damar Ardi Atmaja, programer film pendek dari Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi bertema “Ide Mini Hasil Maksi” ini menekankan pada pencarian ide yang sederhana namun mampu menciptakan hasil karya film yang maksimal dan berkualitas. Diskusi bersifat terbuka bagi pelajar SMA sederajat, mahasiswa dan umum. Berharap para pelaku video dan film di kota Semarang dan sekitarnya mengapresiasi gelaran ini. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bolex&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2789757855074404635-7847014396603078880?l=clc-purbalingga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/feeds/7847014396603078880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2789757855074404635&amp;postID=7847014396603078880&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7847014396603078880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2789757855074404635/posts/default/7847014396603078880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clc-purbalingga.blogspot.com/2009/11/bulan-bahasa-dan-seni-unnes-gelar.html' title='Bulan Bahasa dan Seni: Unnes Gelar Parade Film Pendek'/><author><name>Cinema Lovers Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11468065715175974125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='12' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-zU6jo-M3hsw/TrwsL5zf24I/AAAAAAAAAsc/EWvEDjJ84EU/s220/banner_clc-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GzLevSME3Z0/SvfmpU0t_MI/AAAAAAAAAd4/KJQ7Rg_0aUE/s72-c/blog+jg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
